Apakah Keterlibatan Keluarga Membuat Perusahaan Lebih Baik atau Sebaliknya?
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Apakah Keterlibatan Keluarga Membuat Perusahaan Lebih Baik atau Sebaliknya?

Minggu, 25 Juli 2021 | 16:39 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Secara global, bisnis keluarga mencakup 75% dari seluruh perusahaan dunia dan mengontribusikan 65% dari PDB dunia. Namun, pertanyaan yang perlu dijawab adalah apakah keluarga membuat bisnis lebih baik atau malah lebih buruk?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Peter Jaskiewicz, Michael G. Carney, dan Christopher Hansen dari Harvard Business Review, bersama dengan Joern Block dari University of Trier dan Dominik Wagner dari IUBH International College melakukan meta-analisis dari 204 studi akademis yang mencakup 3.880.267 perusahaan di 30 negara. Bisnis keluarga dipisahkan berdasarkan keterlibatan keluarga sebagai pemilik, manajer, atau keduanya. Pengkategorian ini penting, karena pada studi-studi sebelumnya di seluruh dunia, ditemukan bahwa rata-rata peran keluarga sebagai pemilik justru mendorong kinerja perusahaan. Sementara, dampak keluarga sebagai manajer tidak begitu jelas.

Dalam studi-studi yang dianalisa, keluarga sebagai pemilik lebih baik daripada keluarga sebagai manajemen, di mana rata-rata keterlibatan keluarga memiliki dampak positif yang kecil terhadap profitabilitas perusahaan. Namun, di beberapa kasus, manajemen perusahaan oleh keluarga ada yang menunjukkan kinerja lebih baik dan ada juga yang lebih buruk. Hal ini karena manajer yang masih keluarga ada yang menunjukkan kepemimpinan yang baik, sementara ada juga yang bersifat nepotistik dan merusak.

Studi menunjukkan variasi yang berbeda di setiap negara tetapi ada dua kondisi yang menjadi faktor utama: Kepercayaan akan keluarga dan kepercayaan akan institusi.

Kepercayaan akan Keluarga
Di beberapa negara, kepercayaan akan keluarga adalah hal yang utama. Untuk mengukur tingkat kepercayaan terhadap keluarga, kami mengandalkan hasil dari World Values Survey (WVS) yang menggunakan variabel "Seberapa tinggi Anda mempercayai keluarga Anda?" -di mana jawaban terdiri dari empat skala mulai dari "tidak percaya" hingga "sangat percaya".

Di sisi spektrum yang memiliki kepercayaan tinggi akan keluarga, jika keluarga dan bisnis terjadi konflik, manajer keluarga cenderung memprioritaskan keluarga. Manajer di negara-negara dengan spektrum ini cenderung mempekerjakan sanak famili (anak, sepupu, hingga keponakan) yang tidak memiliki kualifikasi yang baik dan menggunakan dana perusahaan untuk keperluan pribadi.

Sebaliknya, di negara-negara yang memiliki tingkat kepercayaan moderat akan keluarga dan memiliki batasan yang jelas antara urusan bisnis dan keluarga, manajer perusahaan keluarga memiliki kinerja lebih baik. Dana perusahaan digunakan hanya untuk kebutuhan profesional dan tekanan mempekerjakan sanak famili lebih rendah.

Prancis adalah contoh negara yang memiliki tingkat kepercayaan moderat pada keluarga. Ditemukan di Prancis, perusahaan dengan CEO keluarga memiliki return on assets (ROA) sebesar 11,9%, lebih tinggi dibandingkan perusahaan nonkeluarga dengan ROA 10%. Kontras, di Spanyol, negara yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi akan keluarga, bisnis keluarga memiliki ROA 0,3%, dibandingkan bisnis umum dengan ROA 6%.

Kepercayaan akan Institusi Publik
Kinerja perusahaan keluarga juga dipengaruhi tingkat kepercayaan akan institusi publik seperti kepolisian, pemerintahan, dan hukum.

Jika kepercayaan akan institusi publik, keluarga akan lebih cenderung mempekerjakan individual berkompetensi tinggi tanpa memandang hubungan keluarga. Masyarakat berharap pemilik usaha bertanggung jawab apabila terjadi kesalahan dan pelanggaran hukum, dan nepotisme tidak didukung. Manajer keluarga mungkin mempekerjakan saudara untuk posisi paruh waktu atau magang, tetapi mereka juga sadar akan konsekuensi negatif jika mempekerjakan saudara yang tidak kompeten dibanding orang lain yang memiliki kompetensi.

Sebaliknya, jika kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik rendah, maka perusahaan keluarga akan lebih cenderung mempekerjakan saudara, sehingga meningkatkan potensi pengambilan keputusan bisnis yang buruk.

Di Kolombia, negara dengan kepercayaan institusi publik yang rendah, kinerja bisnis keluarga 2,5% lebih rendang dibanding rata-rata kinerja perusahaan secara nasional. Sebaliknya, di Kanada dengan kepercayaan institusi publik tinggi, kinerja bisnis keluarga 5% lebih tinggi dari rata-rata nasional.

Tingkat Kepercayaan Tinggi akan Keluarga dan Institusi Publik Mungkin Pilihan Terbaik
Di negara yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi akan keluarga dan institusi publik, bisnis keluarga memiliki kinerja terbaik. Amerika Serikat adalah contoh yang mengemuka.

Studi yang dilakukan terhadap perusahaan S&P 500 menemukan bahwa bisnis yang dikelola CEO keluarga memiliki rata-rata ROA 17%, dibandingkan 15,1% ROA perusahaan umum atau bukan perusahaan keluarga. Kinerja perusahaan keluarga di AS 1,62% lebih tinggi dibanding perusahaan keluarga secara global.

Pelajaran yang bisa diambil dari studi ini adalah, negara yang menerapkan regulasi yang baik akan mendorong perusahaan keluarga untuk menerapkan praktik terbaik (best practices) dan menghukum perilaku buruk. Di saat yang sama, nilai-nilai kekeluargaan mendorong perusahaan berfungsi lebih baik.

Kesimpulannya, dampak positif atau negatif bisnis keluarga di satu negara berbeda dengan negara lain. Perdebatan peran manajer keluarga akan terus berlanjut. Studi ini menemukan bahwa perusahaan keluarga bekerja dengan baik jika institusi publiknya stabil dan dapat dipercaya. Institusi yang baik akan mengurangi risiko favoritisme keluarga dan keegosian manajer keluarga, dan menjaga komitmen jangka panjang pemilik akan bisnis keluarga.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Harvard Business Review


BERITA LAINNYA

Rupiah dan Mata Uang Asia Terkoreksi Pagi Ini

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.251-Rp 14.274 per dolar AS.

EKONOMI | 20 September 2021

Teknologi Keamanan Dukung Bisnis Finansial Go Digital

Keamanan jaringan dan ICT solution sangat penting untuk terlindung dari upaya peretasan yang merugikan bisnis dan nasabah.

EKONOMI | 20 September 2021

Bagaimana Gerak IHSG? Cermati WEGE, BRIS, UNTR, dan EXCL

IHSG berpeluang menguat ke level 6.170 apabila mampu bertahan di atas level support 5.982, 5.938 dan resisten 6.170 dan 6.263.

EKONOMI | 20 September 2021

IHSG Melemah di Awal Perdagangan

Pukul 09.10 WIB, IHSG turun 13,0 poin (0,2%) menjadi 6.119.

EKONOMI | 20 September 2021


IHSG Diprediksi Turun, Simak Rekomendasi Sahamnya

Secara teknikal IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 6.093 - 6.185.

EKONOMI | 20 September 2021

Budi Karya: Pemeriksaan Kesehatan Penumpang Internasional Tekan Risiko Penularan

Menhub Budi Karya Sumadi meninjau Bandara Soekarno Hatta (Soetta) untuk mengecek prosedur pemeriksaan kesehatan penumpang inernasional.

EKONOMI | 20 September 2021

Ananta Wahana: Manfaat Asuransi Luar Biasa

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Ananta Wahana menegaskan manfaat asuransi luar biasa.

EKONOMI | 19 September 2021

Kawasan Industri Berikan Kontribusi Signifikan untuk Ekonomi Daerah

Kemperin terus mendorong peran kawasan industri (KI) untuk dapat memberikan kontribusi signfikan bagi ekonomi daerah dan nasional.

EKONOMI | 19 September 2021

Menteri Teten Dorong UMKM Jadi Bagian Rantai Pasok Global

Kemkop UKM tengah membuat master plan agar wsaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia menjadi bagian dari rantai pasok industri pembuat komponen.

EKONOMI | 19 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Mujahidin Indonesia Timur


# Napoleon Bonaparte


# Pengobat Alternatif Ditembak


# Manchester United



TERKINI
Taliban Perintahkan Karyawati Pemkot Kabul Tinggal di Rumah

Taliban Perintahkan Karyawati Pemkot Kabul Tinggal di Rumah

DUNIA | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings