Industri Sawit Pacu Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Industri Sawit Pacu Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Senin, 26 Juli 2021 | 19:06 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Indonesia, Tungkot Sipayung, mengatakan, keberadaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit di sejumlah provinsi di Indonesia dapat melahirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru, yang menjadikan komoditas andalan itu sebagai basis penopang ekonomi utama daerah.

“Riset yang dilakukan PASPI Indonesia membuktikan berkembangnya aktivitas perkebunan dan industri sawit berbanding lurus dengan naiknya pendapatan masyarakat,” kata Tungkot melalui keterangan tertulis, pada Senin (26/7/2021).

Ia mengatakan data PASPI Indonesia menunjukkan adanya 10 provinsi yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru seiring berkembangnya industri sawit di daerah tersebut. Ke-10 provinsi itu adalah Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Papua, dan Papua Barat.

"Kabupaten yang memiliki sentra sawit perkembangannya lebih cepat dibandingkan kabupaten yang tidak memiliki sawit. Ini hasil penelitian secara empiris dan hasilnya sama dengan penelitian World Bank (Bank Dunia)," jelas Tungkot.

Menurut Tungkot, selain mendongkrak ekonomi, keberadaan perkebunan kelapa sawit juga berdampak positif pada lingkungan sosial dan ekologi daerah. Salah satunya PASPI Indonesia merujuk riset yang dilakukan Robert Henson, seorang ahli ekofisiologi asal Oklahoma, Amerika Serikat (AS).

Penelitian Henson di Malaysia diterbitkan dalam laporan berjudul “The Rough Guide to Climate Change.” Dalam penelitian itu disebutkan bahwa penyerapan karbondioksida dan produksi oksigen perkebunan kelapa sawit lebih baik dibandingkan hutan.

Apabila dihitung, perkebunan sawit mampu menyerap karbondioksida (Co2) sekitar 163 ton per hektare per tahun. Dengan luas lahan yang dimiliki Indonesia sebesar 16,381 juta hektare, maka perkebunan sawit dapat menyerap Co2 hingga mencapai 2,67 miliar ton/tahun.

Perkebunan sawit juga menyediakan konservasi tanah dan air berupa biopori alami dalam sistem perakarannya. Di luar itu, sawit juga mampu menghasilkan berbagai produk turunan yang ramah lingkungan dan energi terbarukan, seperti biodiesel, biopremium, bioplastik, dan biogas.

Sementara itu, dari luas lahan kelapa sawit yang dimiliki Indonesia tersebut, sekitar 3,38% atau 553.952 hektare terdapat di bagian timur Indonesia yang meliputi Pulau Sulawesi, Maluku dan Papua.

Adapun untuk Papua, luas lahan kelapa sawit di sana baru sekitar 58.656 hektare dan Papua Barat 110.496 hektare. Di wilayah Papua Barat perkebunan sawit tersebar di Kabupaten Manokwari, Sorong, Sorong Selatan, Maybrat, Teluk Bintuni, dan Fak Fak.

Sedangkan di Papua terdapat di Kabupaten Nabire, Jayapura, Keerom, Boven Digoel, Mappi, dan Merauke. Potensi pengembangan kelapa sawit di Indonesia bagian timur harus dikembangkan untuk mengentaskan rakyat dari kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di sana, serta menimbulkan multiplier effect.

Pasalnya, upaya pengentasan kemiskinan sudah dilakukan melalui sawit dengan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Secara umum target PSR 2020-2022 mencapai 540 ribu hektar, di 21 provinsi yang melibatkan kurang lebih 43.000 pekebun. Khusus untuk Papua, katanya, target PSR mencapai 6.000 hektare.

Memajukan Papua

Lebih lanjut, Tungkot mengungkapkan bahwa perkebunan kelapa sawit akan mampu merestorasi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di Papua. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2020, persentase jumlah penduduk miskin Papua dan Papua Barat, masing-masing 26,8% dan 21,7%.

“Jumlah tenaga kerja langsung dan tak langsung perkebunan sawit di Papua terus meningkat. Saat ini, jumlahnya mencapai 250.000 tenaga kerja,” kata Tungkot.

Menurut dia, pertumbuhan produksi minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan produk domestik regional bruto (PDRB) di beberapa daerah, yang merupakan sentra sawit, termasuk Papua. Begitupun dengan para petani sawit.

Dalam laporan PASPI (2017) disebutkan bahwa pendapatan petani kelapa sawit relatif stabil bahkan cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya umur kebun sawit dan relatif terjamin sampai masa peremajaan (replanting).

Salah satu perintis perkebunan sawit di Papua adalah PT Tunas Sawa Erma Group (TSE), yang telah hampir tiga dekade mengelola dan memajukan perkebunan sawit di wilayah itu. TSE memiliki komplek perkebunan, khususnya di Kabupaten Merauke dan Kabupaten Boven Digoel.

Dengan luas HGU hingga saat ini 97.883 hektare, TSE telah menggarap area seluas 49.837 hektare serta mendirikan empat pabrik dengan total kapasitas terpasang 250 ton per jam.

“Kami sangat memikirkan keberlanjutan serta kesejahteraan masyarakat. Seluruh perkebunan kami telah mendapatkan sertifikat ISPO, menjadi yang pertama di Papua,” kata Direktur TSE Luwy Leunufna.

Hal itu diakui Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono. Menurutnya, kemitraan yang dibangun dalam industri sawit menjadi peluang yang baik untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi di Papua.

“Sawit diharapkan bisa menjadi tulang punggung bagi perekonomian di Papua dan Papua Barat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Papua, Albert Yoku, mengatakan sawit menjadi penyelamat ekonomi petani di Papua. Dia juga menjelaskan, para petani sawit di Papua akan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

“Jika tidak ada kebun sawit, entah bagaimana jadinya kami,” kata Albert.

Hal senada diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Apkasindo Provinsi Papua Barat, Dorteus Paiki. “Kedatangan sawit membawa kesejahteraan masyarakat dan petani setempat. Melalui sawit, mereka bisa punya rumah tembok permanen, punya sepeda motor dan bahkan mobil, serta anak-anak bisa bersekolah,”kata Dorteus.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bank Indonesia: PON XX Gerakkan Ekonomi Papua

Penuhnya hotel, tingginya nilai harga tiket pesawat serta katering bagi para atlet PON menjadi bukti bergeraknya ekonomi Papua.

EKONOMI | 28 September 2021

Penghargaan Subroto 2021 Lahirkan Role Model Efisiensi Energi

Menteri ESDM menegaskan, Penghargaan Subroto 2021 lahirkan role model efisiensi energi di sektor gedung dan industri.

EKONOMI | 28 September 2021

Lima Kabupaten di Jatim Jadi Contoh Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Kemiskinan ekstrem Jatim tahun 2021 mencapai angka 4,4% dengan jumlah penduduk miskin ekstrem sebesar 1.746.990 jiwa.

EKONOMI | 28 September 2021

Penataan Taman Wisata Laut Pekalongan Ditargetkan Rampung November 2021

Kota Pekalongan dinilai memiliki potensi pantai yang indah dan sangat potensial dikembangkan untuk menarik wisatawan.

EKONOMI | 28 September 2021

LPEI Dorong Potensi Ekspor UMKM di Sulawesi Utara

LPEI siap membantu peningkatan kapasitas UMKM khususnya di wilayah Indonesia Timur.

EKONOMI | 28 September 2021

Penuhi Kebutuhan Pecinta Olahraga, PIK2 Hadirkan Pusat Olahraga Terlengkap

PIK2 kembali menghadirkan kawasan baru untuk memenuni pecinta olahraga dan masyarakat umum dengan menghadirkan pusat olahraga terlengkap.

EKONOMI | 28 September 2021

Waskita Beton Raih Kontrak Proyek Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

PT Waskita Beton Precast Tbk (WBP) meraih kontrak proyek pembangunan Masjid Raya Syeikh Zayed di Solo, Jawa Tengah pada kuartal III 2021.

EKONOMI | 28 September 2021

Kebijakan Industri Beroperasi 100% Pacu Pasar Ekspor dan Penambahan Pekerja

Kemperin proaktif melakukan monitoring aktivitas sektor industri yang beroperasi 100 persen pada masa PPKM.

EKONOMI | 28 September 2021

Memasuki Usia 4 Tahun, OVO Berhasil Gandeng 1,2 Juta Merchant

Saat ini layanan OVO sudah tersedia di 430 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Dari sisi merchant, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 1,2 juta merchant.

EKONOMI | 28 September 2021

Garuda Indonesia Fasilitasi Pengangkutan Snow Leopard dari Amsterdam

Pengangkutan satwa dilindungi Snow Leopard oleh Garuda Indonesia, merupakan tindak lanjut dari kerja sama Tiepark Berlin dan Batu Secret Zoo.

EKONOMI | 28 September 2021


TAG POPULER

# Citilink


# PTM


# Piala Sudirman


# Interpelasi Formula E


# Pengobat Alternatif Ditembak



TERKINI
Tambah Koleksi Mobil, Cristiano Ronaldo Beli Bentley Rp 4,2 M

Tambah Koleksi Mobil, Cristiano Ronaldo Beli Bentley Rp 4,2 M

BOLA | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings