Pandemi, Return Pasar Modal Lebih Rendah dari Obligasi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pandemi, Return Pasar Modal Lebih Rendah dari Obligasi

Selasa, 27 Juli 2021 | 17:27 WIB
Oleh : Gita Rossiana / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Tingkat pengembalian (return) dari pasar saham menjadi lebih rendah, bahkan lebih kecil dari indeks obligasi akibat pandemi Covid-19. Namun Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) dan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) berharap emiten bisa kembali bangkit pada akhir 2021 didukung membaiknya situasi perekonomian.

Ketua ADPI Suheri menjelaskan, pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini mempengaruhi cara berbisnis dan berinteraksi sehingga berdampak pada pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) dan perekonomian. '"Ini juga yang akhirnya mempengaruhi kinerja emiten di pasar modal," jelas dia dalam acara diskusi panel bertajuk "Tahun Kebangkitan Emiten" secara virtual, Selasa (27/7/2021).

Akibat pandemi Covid-19, tingkat pengembalian (return) dari pasar saham menjadi lebih rendah, bahkan lebih kecil dari indeks obligasi. Padahal sebelum 2020 atau sebelum pandemi, return saham selalu melebihi indeks obligasi. "Dalam 2 tahun terakhir ini, harga obligasi memang meningkat, makanya return-nya juga naik dan mengalahkan saham," ujar Suheri.

Secara global, Suheri melihat pertumbuhan ekonomi sangat terdampak akibat pandemi. Pada kuartal I 2020, beberapa negara mencatatkan pertumbuhan negatif. Kemudian berlanjut pada kuartal II 2020 dengan hampir semua negara membukukan pertumbuhan yang negatif. Namun pada akhir 2020, koreksi pertumbuhan ekonomi global sudah mulai menipis. Bahkan Tiongkok sudah mencetak pertumbuhan yang positif. "Kuartal I 2021, pertumbuhan ekonomi global sudah mulai positif. IMF juga memprediksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini bisa mencapai 4,3%," jelas dia.

Prospek emiten, menurut Suheri memang tidak terlepas dari cara pemerintah dalam mengatasi Covid-19. Di negara maju, vaksinasi Covid-19 sudah dijalankan dengan cukup bagus. Sementara tingkat vaksinasi di Indonesia baru mencapai 15%. Namun dengan sudah selesainya vaksinasi di negara maju, maka pasokan vaksin di negara berkembang bisa lebih baik.

Dari sisi performa, indeks harga saham gabungan (IHSG) saat ini sudah 6.000 atau tidak terlalu jauh dari kondisi pada 2019. Namun indeks berkapitalisasi besar seperti LQ45 dan IDX80 terdampak cukup signifikan dengan pandemi. Kehadiran saham berkapitalisasi kecil, menurut Suheri membantu pergerakan indeks. Investor ritel yang saat ini juga cukup aktif di pasar saham banyak menyukai saham dengan kapitalisasi kecil ini. "Investor ritel memang banyak berperan terhadap perkembangan indeks. Portofolio investor institusi seperti dana pensiun bahkan tidak terlalu bergerak dibandingkan sebelum pandemi," tutur dia.

Melihat hal ini, Suheri menilai, pandemi faktor penting dalam menentukan kebangkitan emiten. Apabila pada akhir tahun nanti, vaksinasi Covid-19 bisa mengatasi terjadinya pandemi, maka emiten bisa bangkit.

Kinerja Emiten
Senada dengan Suheri, Direktur Eksekutif AEI Samsul Hidayat menjelaskan, pandemi berpengaruh signifikan terhadap kinerja emiten. Secara keseluruhan, emiten membukukan penurunan pendapatan sebesar 10% pada 2020. Sementara laba seluruh emiten di periode yang sama menurun 42% apabila dibandingkan tahun 2019. "Data semester I 2021 belum lengkap, namun kami lihat sudah membaik," kata dia.

Namun di tengah perlambatan kinerja emiten itu, investor ritel bertumbuh cukup pesat. Hingga Juni 2021 sudah ada 5,5 juta investor pasar modal atau naik signifikan dibandingkan tahun lalu. Partisipasi investor ritel ini tidak hanya di pasar modal, namun juga di industri aset kripto dengan jumlah 6,5 juta investor.

Samsul melihat ada beberapa hal yang harus dibenahi untuk meningkatkan performa emiten. Menurut Samsul, memang tidak semua emiten terkena dampak dari pandemi Covid-19. Namun demikian, industri yang tidak terkena dampak memiliki klien yang terkena dampak langsung dari pandemi. "Oleh karena itu, mau tidak mau emiten yang terdampak dan tidak terkena dampak harus bisa menyatukan tangan agar pandemi bisa terselesaikan," kata dia.

Kemudian, minat korporasi untuk menjadikan pasar modal sebagai sumber pendanaan perlu ditingkatkan. Samsul menjelaskan, saat ini popularitas pasar modal mulai berkembang dan tidak hanya didominasi oleh perusahaan besar yang mencari sumber pendanaan.

Selain perbaikan emiten, AEI juga mengusulkan beberapa hal untuk meningkatkan performa pasar modal. Pertama adalah dari sisi peningkatan likuiditas pasar. Dia melihat market velocity atau jumlah barang yang ditransaksikan di bursa domestik baru mencapai 10-15%, sedangkan di negara lain sudah mencapai 40-50%. "Untuk meningkatkan likuiditas ini, mungkin bisa mencoba menerapkan aturan main terkait market maker," kata dia.

Kemudian, pemerintah juga perlu merumuskan regulasi terkait kegiatan investor domestik. Pasalnya, saat ini ada semacam ketakutan dari investor institusi untuk berinvestasi di pasar modal. Lalu, harus ada juga promosi secara global mengenai bursa tanah air yang bisa berkinerja baik. "Apabila semua ini dilakukan, dan juga ada dukungan teknologi, akhir tahun mudah-mudahan ketika pandemi berakhir, IHSG bisa bangkit dan menembus 7.000," jelas dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ini Pemenang Kompetisi Desain Kenari Djaja Awards 2021

Kementerian Perindustrian berharap kompetisi desain Kenari Djaja Awards dapat terus diadakan, untuk menggali potensi desainer di Indonesia.

EKONOMI | 16 Oktober 2021


Cetak Rekor, Investor Saham di Indonesia Lampaui 3 Juta

BEI mencatat jumlah investor saham di Indonesia sudah melewati 3 juta atau 3.008.318 SID.

EKONOMI | 16 Oktober 2021

Pinjol Ilegal Bikin Resah, Kenali Tiga Ciri Utamanya

Satgas Waspada Investasi telah memblokir 3.515 pinjaman online (pinjol) ilegal. Namun tiap kali diblokir, muncul yang baru dengan nama berbeda.

EKONOMI | 16 Oktober 2021

Situasi Pandemi Membaik, Penjualan Alat Berat Naik 99%

Penjualan alat berat di seluruh sektor selama periode Januari-Agustus 2021 mencapai 8.821 unit, meningkat 99% dari penjualan pada Januari-Agustus 2020.

EKONOMI | 16 Oktober 2021

Dukung Ketahanan Pangan, Ini 5 Strategi Kementan

Kementan telah menyusun lima strategi pembangunan pertanian yang diarahkan untuk menjaga ketahanan pangan.

EKONOMI | 16 Oktober 2021

Paramount Land Luncurkan Klaster Kedua di Kota Mandiri Paramount Petals

Canna sebagai klaster kedua di kota mandiri Paramount Petals dipasarkan dengan harga mulai Rp 750 jutaan, menyasar kalangan milenial dan keluarga muda.

EKONOMI | 16 Oktober 2021

Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi, OJK Siapkan 8 Kebijakan Strategis di 2022

OJK menyiapkan delapan kebijakan strategis di tahun 2022 untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi Indonesia.

EKONOMI | 16 Oktober 2021

Proyek Infrastruktur Percepat Pemulihan Ekonomi di Gorontalo

Kementerian PUPR membangun sejumlah infrastruktur di Provinsi Gorontalo, guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

EKONOMI | 16 Oktober 2021

Harga Minyak Terus Naik, Anggota DPR Ingatkan Pemerintah Antisipasi Krisis Energi

Mulyanto meminta Pemerintah memperketat pengawasan distribusi BBM dan LNG agar jangan sampai terjadi penyelundupan ke negara lain.

EKONOMI | 16 Oktober 2021


TAG POPULER

# Dodi Reza Alex Noerdin


# OJK


# Piala Thomas


# Pinjol Ilegal


# Kasus Covid-19



TERKINI
47 Negara Akan Gagal Capai Tingkat Kelaparan Rendah

47 Negara Akan Gagal Capai Tingkat Kelaparan Rendah

DUNIA | 56 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings