Nasabah Super Kaya Indonesia Kuasai 54% Simpanan di Perbankan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Nasabah Super Kaya Indonesia Kuasai 54% Simpanan di Perbankan

Kamis, 29 Juli 2021 | 18:42 WIB
Oleh : Hari Gunarto / WBP

Jakarta, Beritasatu.com– Jumlah nasabah super kaya perbankan di Indonesia, dengan simpanan di atas Rp 500 juta, saat ini tidak sampai 1% dari total nasabah. Namun nilai simpanan mereka menguasai sekitar 54% dari total simpanan di perbankan. Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Hery Gunardi dalam sidang promosi doktor untuk program studi ilmu manajemen, konsentrasi manajemen bisnis pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (29/7/2021).

Hadir pada kesempatan itu, di antaranya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu II Hatta Rajasa, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, Ketua Komisi VI DPR Faisol Riza, dan sejumlah direksi bank anggota Himbara.

Hery Gunardi mempertahankan disertasinya berjudul Pengaruh Daya Saing Bank, Manajemen Risiko dan Crm (Customer Relationship Management) terhadap Kinerja Private wealth management (PWM) dan Dampaknya terhadap Pertumbuhan Bisnis Perbankan Retail.

Hery Gunardi menjelaskan, dari 115 bank yang beroperasi di Indonesia saat ini, 65% dari pangsa pasarnya dikuasai 10 bank dengan aset tertinggi. “Hal ini memberikan gambaran bahwa daya saing perbankan di Indonesia masih terdistribusi oleh bank-bank tertentu, yang secara bisnis memberikan posisi tawar yang lebih tinggi terhadap derajat persaingan perbankan,” kata dia.

Dari sisi kinerja bisnis, perbankan nasional mencatat prestasi yang meningkat selama 5 tahun terakhir. Posisi dana pihak ketiga (DPK) per November 2017 mencapai Rp 5.182 triliun. Posisi ini hampir meningkat 1,5 kali lipat dibandingkan dengan posisi pada tahun 2013, yaitu sebesar Rp 3.655 triliun. Per akhir Juni 2021, posisi DPK perbankan mencapai Rp 6.723 triliun. Dengan asumsi penguasaan 54%, maka dana milik nasabah super kaya di perbankan mencapai Rp 3.630 triliun.

Jika dikaji lebih dalam, segmen wealth management, yaitu segmen individu dengan tiering portofolio nasabah di atas Rp 500 juta, memiliki proporsi lebih besar dengan pertumbuhan positif dari tahun ke tahun sejak tahun 2013. Walaupun jumlah rekening segmen wealth tersebut tidak sampai 1% dari total rekening DPK di bank umum, total nominal simpanan menguasai lebih dari 50% total nominal simpanan individual.

Rata-rata pertumbuhan portofolio nasabah segmen wealth (2014–2016) adalah 11,36% dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2014 (15,51%). Pertumbuhan nominal DPK sempat menurun pada tahun 2015 (6,82%), namun kembali meningkat pada tahun 2016 (11,75%). Nominal rekening per November 2017 menunjukkan pertumbuhan 10,26%. Rata-rata nominal DPK segmen wealth selama 2013-2016 menguasai 54,42% porsi dari seluruh rekening DPK individu di bank umum.

Posisi porsi rekening DPK segmen wealth per November 2017 berada pada posisi tertinggi selama 5 tahun, yaitu sebesar 56,44% dari seluruh rekening DPK individu di bank umum. Rata-rata pertumbuhan jumlah rekening nasabah segmen wealth (2014-2016) adalah 8,62% dengan pertumbuhan tertinggi terjadi di tahun 2014 (16,18%). Pertumbuhan rekening mulai melandai memasuki tahun 2015, bahkan posisi per November 2017 menunjukkan pertumbuhan jumlah rekening hanya 1,81%.

Rata-rata porsi rekening DPK segmen wealth selama 2013-2016 hanya menguasai 0,14% dari seluruh rekening DPK individu di bank umum. Posisi porsi rekening DPK segmen wealth per November 2017 hanya 0,11% dari seluruh rekening DPK individu di bank umum. Rata-rata saldo per rekening pada segmen wealth adalah Rp 16,6 miliar, sedangkan rata-rata saldo per rekening pada segmen mass adalah Rp 18,7 juta.

Private wealth management (PWM) merupakan salah satu segmen individual di perbankan yang memiliki potensi besar terkait dengan peningkatan fee based income. Jasa PWM mencakup manajemen investasi, perencanaan keuangan pribadi, wealth advisory, perencanaan perpajakan dan estate planning. Manajemen kekayaan mewakili spesialisasi dalam manajemen investasi yang menangani nasabah individu dengan portfolio yang besar.

Menurut Hery Gunardi, tax amnesty dipercaya dapat berdampak pada meningkatnya potensi dana hasil repatriasi, yang akan menambah arus modal masuk ke Indonesia. Di samping itu, arus modal masuk yang ditempatkan dalam bentuk investasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, yang pada akhirnya akan memunculkan potensi dampak bagi stabilitas sistem keuangan. Salah satu dampak terdekat dari pemberlakuan tax amnesty ini akan memengaruhi sektor keuangan baik di perbankan maupun nonperbankan.

Bisnis PWM secara umum akan mendorong pertumbuhan bisnis perbankan retail melalui non-interest income /fee based income (FBI), meskipun secara spesifik hal ini belum dinyatakan pada penelitian-penelitian sebelumnya. Firth et al. (2013) menelaah hubungan antara non-interest income, yang dalam penelitian ini diwakili oleh variabel non-traditional income ratio, terhadap pertumbuhan bisnis perbankan retail.

Dalam hubungannya dengan pertumbuhan bisnis perbankan, yang diukur menggunakan ROA & ROE, pendapatan bank dari kegiatan nontradisional berkorelasi negatif. Berdasarkan latar belakang penelitian tersebut, masalah pertama yang dapat diidentifikasikan adalah bahwa PWM di Indonesia sudah berkembang cukup pesat, namun belum memberikan keuntungan optimal terhadap industri perbankan, terutama segmen perbankan retail.

Kedua, potensi peningkatan portofolio dan profitabilitas sektor perbankan melalui segmen PWM sangat besar dengan adanya tax amnesty yang dilaksanakan pemerintah Indonesia pada akhir tahun 2016 sampai dengan awal tahun 2017. “Akan tetapi, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku perbankan retail di Indonesia,” kata Hery.

Terakhir, PWM di Indonesia segera mengalami persaingan yang lebih ketat dengan mulai masuknya pelaku bisnis PWM dari luar Indonesia, yang memiliki pengalaman dan produk-produk investasi yang relatif lebih baik.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA LAINNYA

Harga Emas Menguat karena Pelemahan Dolar

Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$ 1.746,84 per ons.

EKONOMI | 25 September 2021

Pekan Ini IHSG Naik 39 Poin, Kapitalisasi Bursa Meningkat Rp 91 Triliun

IHSG pada pekan ini periode 13-17 September 2021 naik 39 poin (0,63%) menuju 6.133,246 dari posisi 6.094,873.

EKONOMI | 25 September 2021

Harga Minyak ke Level Tertinggi 3 Tahun karena Ketatnya Pasokan

Brent berjangka naik 84 sen, atau 1,1%, menjadi US$ 78,09 per barel.

EKONOMI | 25 September 2021


Tiongkok Larang Transaksi Cryptocurency, Wall Street Bervariasi

Dow Jones Industrial Average naik 33,18 poin, atau 0,10%, menjadi 34.798,00.

EKONOMI | 25 September 2021

Bursa Eropa Turun Jelang Pemilu Jerman, Investor Fokus Evergrande

Pan-European Stoxx 600 ditutup turun 0,9% dengan semua bursa utama dan sebagian besar sektor di wilayah negatif.

EKONOMI | 25 September 2021

Evergrande Lewati Tenggat Waktu Pembayaran Bunga Obligasi

Batas waktu Evergrande untuk membayar US$ 83,5 juta bunga obligasi dengan mata uang dolar berlalu tanpa komentar dari perusahaan.

EKONOMI | 25 September 2021

Generasi Z Jambi Bentuk Komunitas Greennation untuk Kampanye Turunkan Emisi

Sekelompok generasi Z dari Jambi sepakat membentuk komunitas yang dinamai Greennation.jbi sebagai upaya nyata keterlibatan mereka dalam kampanye penurunan emisi

EKONOMI | 24 September 2021

Indonesia Tidak Ikut Langkah Tiongkok Larang Perdagangan Kripto

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Luthfi menegaskan, Indonesia tidak akan melarang perdaganan kripto, namun akan memperketat regulasinya.

EKONOMI | 24 September 2021

Menaker Luncurkan Program Pemagangan di Lima Destinasi Wisata Super Prioritas

Ida Fauziyah, melakukan kick off pemagangan lima destinasi wisata super Prioritas di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang, Minahasa Utara.

EKONOMI | 24 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Harga Emas Menguat karena Pelemahan Dolar

Harga Emas Menguat karena Pelemahan Dolar

EKONOMI | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings