Logo BeritaSatu

Ini Pesan Sri Mulyani untuk Mahasiswa Baru UI

Minggu, 1 Agustus 2021 | 09:09 WIB
Oleh : FMB

Depok, Jawa Barat - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, yang juga Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Indonesia (UI), menyatakan pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci kemajuan sebuah negara.

"Keuangan negara adalah cerminan dari keseluruhan potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia untuk mendapatkan penerimaan yang berasal dari sumber daya alam, budaya, dan nilai tambah ekonomi masyarakat," ujarnya saat menjadi narasumber Kegiatan Awal Mahasiswa Baru (Kamaba) UI Tahun 2021, seperti disampaikan dalam keterangan tertulis UI di Jakarta, Minggu (1/8/2021).

Advertisement

Di hadapan lebih kurang 8.000 mahasiswa baru UI jenjang D3 (vokasi), D4, dan S1 dari program reguler, paralel, dan kelas internasional, Sri Mulyani hadir secara daring menyampaikan paparan terkait tema besar acara Kamaba UI yakni "Satu Karena Beda".

Menkeu menyampaikan tentang potensi yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dan bagaimana potensi tersebut dapat dioptimalkan untuk menghadirkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat.

Seluruh potensi kekayaan yang dimiliki Indonesia dikumpulkan menjadi keuangan negara melalui berbagai bentuk, seperti pajak, hasil tambang, dan royalti.

Pajak merupakan uang masyarakat yang dikumpulkan oleh negara dan akan dipergunakan untuk membiayai kebijakan pembangunan negara di berbagai bidang untuk mendorong kesejahteraan masyarakat, seperti pembangunan SDM.

"Pembangunan sumber daya manusia merupakan kunci kemajuan dari sebuah negara," kata Sri Mulyani, yang menjadi pembicara pada pelaksanaan hari keempat Kamaba UI dengan mengangkat tema "Merawat Potensi Bangsa Indonesia".

Kemajuan tersebut tergambar dari berbagai aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, kemiskinan, dan tata krama.

"Keuangan negara tersebut berasal dari masyarakat melalui pajak, dan akan kembali kepada masyarakat melalui kebijakan yang mendorong kemajuan bangsa. Kemajuan itu diukur dalam berbagai hal, seperti kemajuan cara berpikir, dan itu harus dilihat tidak hanya dari proses pendidikan, tetapi bagaimana kita menciptakan lingkungan sosial dan bernegara yang hangat, di mana masyarakat dapat ikut berpikir kritis dan peduli terhadap negaranya," ujar Menkeu.

Dikatakannya, kemajuan juga dapat dilihat dari segi kesehatan dengan generasi mudanya tidak kekurangan gizi.

Di samping kedua hal tersebut, kemajuan tentu juga dilihat dari segi kemiskinan yaitu apakah masih ada bagian dari Indonesia yang mengalami kemiskinan dan bagaimana cara menanggulanginya.

"Namun, yang paling penting dari semua itu adalah kemajuan pada peradaban masyarakatnya berupa sikap, karakter, dan tingkah lakunya," kata Sri Mulyani, yang juga aktif mengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI.

Dengan demikian, permasalahan pada aspek-aspek tersebut menjadi pekerjaan bersama yang harus dipikirkan pada penyusunan strategi negara dalam menggunakan uang rakyat.

Hal ini dikarenakan permasalahan pada aspek-aspek tersebut merupakan penghambat kemajuan Indonesia.

Pembangunan pada bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar, dari mulai air bersih, listrik, dan konektivitas berupa pembangunan jalan yang menghubungkan pusat produksi barang ke tempat di mana mereka dapat menjual barangnya menjadi penting untuk menopang dan mendorong kemajuan Indonesia.

Konektivitas tersebut dibarengi dengan peningkatan kemampuan institusi negaranya seperti tata kelola yang baik, efisiensi, produktivitas, dan antikorupsi.

Oleh karena itu, negara hadir untuk mewujudkan kemajuan tersebut melalui keberpihakannya dengan mendorong pembangunan pada aspek-aspek yang tadi telah disebutkan, membangun konektivitas antar daerah di Indonesia dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efisien.

"Hal-hal tersebut merupakan berbagai persyaratan untuk bisa maju dan negara menunjukkan keberpihakannya untuk mendorong kemajuan Indonesia melalui pengalokasian keuangan negara pada hal-hal tersebut," ujar Sri Mulyani.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Cegah Kasus Indosurya Terulang, Pemerintah Perketat Pengawasan Koperasi

Dalam draf RUU Perkoperasian, pengawasan terhadap koperasi akan diperketat untuk mencegah terulangnya kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Threego Indonesia Akselerasi Pertumbuhan Industri Kreatif

Kolaborasi terintegrasi menjadi strategi utama Threego Indonesia untuk memaksimalkan akselerasi pertumbuhan industri kreatif di tanah air.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Sri Mulyani: Tahun Politik Jangan Sampai Mengganggu Minat Investasi

Sri Mulyani menegaskan, pemerintah terus memberikan insentif perpajakan dalam bentuk tax allowance dan tax holiday dalam mendorong investasi.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Sri Mulyani Apresiasi Ketangguhan Sektor Manufaktur

Sri Mulyani mengatakan, manufaktur menjadi salah satu sektor yang tetap tumbuh di tengah kondisi pandemi covid-19.

EKONOMI | 27 Januari 2023

PTPP Tempuh Jalur Hukum Atas Gugatan Kembali CV Surya Mas

Bakhtiyar mengatakan, PTPP akan menempuh jalur hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku untuk memulihkan hak-haknya sebagai badan usaha.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Garap Proyek Baru, INPP Siapkan Belanja Modal Rp 800 Miliar

PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 800 miliar pada tahun ini.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Cermati Targetkan Jumlah Pengguna Tumbuh Double Digit

Cermati sebagai fintech aggregator menyediakan berbagai macam informasi untuk membantu masyarakat menemukan produk keuangan.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Bukapangan Cegah Krisis Pangan Lewat ZIS dan Wakaf

Mirah Hartika mengatakan, Bukapangan sangat serius menjadikan pangan sebagai gerbang pembuka pintu pemberdayaan masyarakat.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Standard & PoorKerek Peringkat Bumi Resources Jadi B Minus

Lembaga pemeringkat global Standard & Poor (S&P) menaikkan peringkat long-term issuer credit PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dari sebelumnya CCC menjadi B Minus.

EKONOMI | 27 Januari 2023

BRI Targetkan Kredit Mikro dan Ultra Mikro Tumbuh 8 Persen

BRI mencatat, masih ada 20,7% dari total kecamatan atau sebanyak 1.502 kecamatan memerlukan intervensi program literasi keuangan yang kuat.

EKONOMI | 27 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Angkot Terbalik dan Tabrak 2 Motor di Mandailing Natal, 1 Orang Tewas

Angkot Terbalik dan Tabrak 2 Motor di Mandailing Natal, 1 Orang Tewas

NEWS | 8 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE