Pasar Global Kekurangan Semikonduktor
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pasar Global Kekurangan Semikonduktor

Senin, 2 Agustus 2021 | 08:39 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Paris, Beritasatu.com - Kekurangan semikonduktor telah mengirimkan gelombang kejut melalui ekonomi global, menekan pasokan bagi produsen mobil hingga headphone.

Kelangkaan chip telah mengekspos ketergantungan dunia modern pada komponen yang kecil ini, sebagai komponen dasar komputer yang memungkinkan perangkat elektronik untuk memproses data.

Dimulainya krisis Covid-19 pada awal 2020 mendorong pengeluaran global untuk barang-barang elektronik. Mulai dari monitor tambahan ketika orang-orang bergegas mendirikan rumah kantor, hingga televisi dan konsol game, sehingga dibutuhkan pasokan yang lebih besar.

Sementara penutupan pabrik secara temporer karena pandemi juga memberi tekanan pada pasokan. Saat pabrik dibuka kembali, produsen barang elektronik terus melakukan pemesanan, menciptakan peningkatan backlog untuk chip, yang berukuran hanya sekitar satu milimeter.

Pandemi bukan satu-satunya faktor. Badai menghentikan produksi di beberapa pabrik di Texas dalam waktu singkat pada Februari dan kebakaran melanda sebuah pabrik Jepang pada Maret.

Ketegangan antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok juga berpengaruh. Pada Agustus 2020, pemerintah AS melarang perusahaan asing yang menggunakan teknologi chip Amerika untuk melakukan penjualan ke raksasa teknologi Tiongkok Huawei, atas tuduhan spionase.

Huawei mulai menimbun semikonduktor sebelum sanksi mulai berlaku dan perusahaan lain mengikuti jejak mereka, semakin menguras persediaan.

Industri yang Terpukul

Industri mobil telah menjadi korban yang paling terlihat sejauh ini, dengan banyak merek terpaksa memperlambat produksi otomotif dalam beberapa bulan terakhir.

Ketika produsen mobil memangkas produksi di awal pandemi, pemasok chip mereka beralih ke klien dari sektor yang lain yaitu produsen barang elektronik yang banyak diminati akibat pandemi.

Itu telah membuat merek mobil, dari Volkswagen hingga Volvo, berebut untuk mendapatkan semikonduktor sekarang setelah penjualan sedang bangkit lagi.

Produsen ponsel pintar relatif terlindungi sejauh mereka memiliki stok chip yang ada, tetapi perusahaan juga mulai menderita.

CEO Apple Tim Cook memperingatkan minggu ini bahwa kekurangan pasokan akan memukul produksi iPhone dan iPad.

Produsen telepon yang lebih kecil kemungkinan akan terkena dampak lebih buruk, menurut para analis. Konsol game seperti PlayStation 5 dan Xbox Series X juga kekurangan pasokan chip.

Kapan ini Akan Berakhir?

Sementara itu, pemerintah negara-negara produsen sedang terburu-buru untuk meningkatkan kapasitas pembuatan chip mereka.

Pada Mei, pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengumumkan investasi US$ 451 miliar dalam upaya untuk menjadi raksasa semikonduktor. Sementara Senat AS bulan lalu memilih melalui US$ 52 miliar subsidi untuk pabrik chip, yang dikenal sebagai "fabs".

Uni Eropa (UE) berusaha untuk menggandakan pangsa kapasitas manufaktur chip globalnya menjadi 2% dari pangsa pasar pada 2030.

Tetapi pabrik tidak bisa buka dalam semalam, terutama yang membuat semikonduktor. Proses rumitnya melibatkan tahapan menekan lapisan-lapisan bahan kimia ke dalam silikon.

"Membangun kapasitas baru membutuhkan waktu. Untuk pabrik baru lebih dari 2,5 tahun, jadi sebagian besar ekspansi yang dimulai sekarang tidak akan menambah kapasitas yang tersedia hingga 2023," kata Ondrej Burkacky, Senior Partner and co-leader praktik semikonduktor global di perusahaan konsultan McKinsey.

Ia menambahkan, faktor jangka panjang juga berarti permintaan global dalam hiper growth, seperti tren menuju perusahaan menyimpan data mereka di komputasi awan, membutuhkan lebih banyak pembangunan pusat data. Pusat-pusat data tersebut menggunakan chip dalam jumlah besar.

Jean-Marc Chery, CEO produsen chip Prancis-Italia STMicroelectronics, mengatakan pesanan untuk tahun depan sudah melampaui kapasitas produksi perusahaannya.

Ada pengakuan luas dalam industri bahwa kekurangan pasokan chip akan bertahan hingga minimum tahun depan, kata dia.

Analis mengatakan tekanan yang terus berlanjut dapat menyebabkan harga yang lebih tinggi bagi konsumen.

SEB, produsen peralatan dapur Prancis seperti blender, telah memperingatkan bahwa mereka dipaksa untuk menaikkan harga. (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

DPR RI Terima Hasil Fit and Proper Test Calon Anggota BPK

DPR RI menerima laporan hasil fit and proper test calon anggota BPK RI periode 2021-2026 terpilih yakni Nyoman Adhi Suryadnyana.

EKONOMI | 21 September 2021

Gandeng 35 Brand, Kioson Perluas Pasar FMCG

PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) menggandeng 35 brand fast moving consumer goods (FMCG) melalui layanan Retail Kita.

EKONOMI | 21 September 2021

24 Obligor dan Debitur Sudah Dipanggil Satgas BLBI

Sri Mulyani menjelaskan tipe obligor dan debitur BLBI yang dipanggil.

EKONOMI | 21 September 2021

Salah Satu Pendiri Facebook Tanam Modal di Bursa Kripto Zipmex

Zipmex, salah satu bursa aset kripto mengumumkan daftar resmi investornya. Di antaranya ada nama Eduardo Saverin, co-founder Facebook.

EKONOMI | 21 September 2021

Principal Rilis Fitur Baru untuk Reksa Dana Principal Index IDX30

PT Principal Asset Management (Principal) akan meluncurkan fitur Kelas Unit Penyertaan untuk produk Reksa Dana Indeks Principal Index IDX30.

EKONOMI | 21 September 2021

5 Saham Ini Menguat di Sesi I

DSFI menguat 34,78%, CAKK naik 29,67%, ARKA meningkat 28%, ESIP melonjak 24%, SDMU terangkat 16%.

EKONOMI | 21 September 2021

KKP Jalankan Konsep Penangkapan Terukur Mulai Januari 2022

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menerapkan konsep penangkapan ikan terukur dalam mengelola sumber daya perikanan di wilayah Indonesia.

EKONOMI | 21 September 2021

Multipolar Suntik Dana ke Platform Audio Streaming Noice

Multipolar baru saja menanamkan investasinya ke Noice engan cara penyertaan modal ke Mahaka Radio Integra.

EKONOMI | 21 September 2021

Sesi I, IHSG Terkoreksi 0,7% ke 6.031

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,74% ke 6.031,38 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Selasa (21/9/2021).

EKONOMI | 21 September 2021

Jokowi Gembira Lihat PT Krakatau Steel Sudah Sembuh

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa gembira melihat kondisi PT Krakatau Steel semakin sehat, setelah sempat terpuruk hampir bangkrut.

EKONOMI | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Menag: Santri Aset Luar Biasa yang Dimiliki Indonesia

Menag: Santri Aset Luar Biasa yang Dimiliki Indonesia

NASIONAL | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings