Logo BeritaSatu

Pasar Global Kekurangan Semikonduktor

Senin, 2 Agustus 2021 | 08:39 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Paris, Beritasatu.com - Kekurangan semikonduktor telah mengirimkan gelombang kejut melalui ekonomi global, menekan pasokan bagi produsen mobil hingga headphone.

Kelangkaan chip telah mengekspos ketergantungan dunia modern pada komponen yang kecil ini, sebagai komponen dasar komputer yang memungkinkan perangkat elektronik untuk memproses data.

Dimulainya krisis Covid-19 pada awal 2020 mendorong pengeluaran global untuk barang-barang elektronik. Mulai dari monitor tambahan ketika orang-orang bergegas mendirikan rumah kantor, hingga televisi dan konsol game, sehingga dibutuhkan pasokan yang lebih besar.

Sementara penutupan pabrik secara temporer karena pandemi juga memberi tekanan pada pasokan. Saat pabrik dibuka kembali, produsen barang elektronik terus melakukan pemesanan, menciptakan peningkatan backlog untuk chip, yang berukuran hanya sekitar satu milimeter.

Pandemi bukan satu-satunya faktor. Badai menghentikan produksi di beberapa pabrik di Texas dalam waktu singkat pada Februari dan kebakaran melanda sebuah pabrik Jepang pada Maret.

Ketegangan antara pemerintah Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok juga berpengaruh. Pada Agustus 2020, pemerintah AS melarang perusahaan asing yang menggunakan teknologi chip Amerika untuk melakukan penjualan ke raksasa teknologi Tiongkok Huawei, atas tuduhan spionase.

Huawei mulai menimbun semikonduktor sebelum sanksi mulai berlaku dan perusahaan lain mengikuti jejak mereka, semakin menguras persediaan.

Industri yang Terpukul

Industri mobil telah menjadi korban yang paling terlihat sejauh ini, dengan banyak merek terpaksa memperlambat produksi otomotif dalam beberapa bulan terakhir.

Ketika produsen mobil memangkas produksi di awal pandemi, pemasok chip mereka beralih ke klien dari sektor yang lain yaitu produsen barang elektronik yang banyak diminati akibat pandemi.

Itu telah membuat merek mobil, dari Volkswagen hingga Volvo, berebut untuk mendapatkan semikonduktor sekarang setelah penjualan sedang bangkit lagi.

Produsen ponsel pintar relatif terlindungi sejauh mereka memiliki stok chip yang ada, tetapi perusahaan juga mulai menderita.

CEO Apple Tim Cook memperingatkan minggu ini bahwa kekurangan pasokan akan memukul produksi iPhone dan iPad.

Produsen telepon yang lebih kecil kemungkinan akan terkena dampak lebih buruk, menurut para analis. Konsol game seperti PlayStation 5 dan Xbox Series X juga kekurangan pasokan chip.

Kapan ini Akan Berakhir?

Sementara itu, pemerintah negara-negara produsen sedang terburu-buru untuk meningkatkan kapasitas pembuatan chip mereka.

Pada Mei, pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengumumkan investasi US$ 451 miliar dalam upaya untuk menjadi raksasa semikonduktor. Sementara Senat AS bulan lalu memilih melalui US$ 52 miliar subsidi untuk pabrik chip, yang dikenal sebagai "fabs".

Uni Eropa (UE) berusaha untuk menggandakan pangsa kapasitas manufaktur chip globalnya menjadi 2% dari pangsa pasar pada 2030.

Tetapi pabrik tidak bisa buka dalam semalam, terutama yang membuat semikonduktor. Proses rumitnya melibatkan tahapan menekan lapisan-lapisan bahan kimia ke dalam silikon.

"Membangun kapasitas baru membutuhkan waktu. Untuk pabrik baru lebih dari 2,5 tahun, jadi sebagian besar ekspansi yang dimulai sekarang tidak akan menambah kapasitas yang tersedia hingga 2023," kata Ondrej Burkacky, Senior Partner and co-leader praktik semikonduktor global di perusahaan konsultan McKinsey.

Ia menambahkan, faktor jangka panjang juga berarti permintaan global dalam hiper growth, seperti tren menuju perusahaan menyimpan data mereka di komputasi awan, membutuhkan lebih banyak pembangunan pusat data. Pusat-pusat data tersebut menggunakan chip dalam jumlah besar.

Jean-Marc Chery, CEO produsen chip Prancis-Italia STMicroelectronics, mengatakan pesanan untuk tahun depan sudah melampaui kapasitas produksi perusahaannya.

Ada pengakuan luas dalam industri bahwa kekurangan pasokan chip akan bertahan hingga minimum tahun depan, kata dia.

Analis mengatakan tekanan yang terus berlanjut dapat menyebabkan harga yang lebih tinggi bagi konsumen.

SEB, produsen peralatan dapur Prancis seperti blender, telah memperingatkan bahwa mereka dipaksa untuk menaikkan harga. (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Prudential Syariah Luncurkan Kanal Sharia Knowledge Centre

Prudential Syariah meluncurkan Sharia Knowledge Centre (SKC) sebagai inisiatif perseroan untuk membantu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah.

EKONOMI | 27 September 2022

OJK Tegaskan Batas Maksimal Bunga Fintech 0,4% Per Hari

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan, tingkat bunga pinjaman fintech lending sebesar 0,4% per hari digunakan untuk pinjaman konsumtif dengan tenor pendek.

EKONOMI | 27 September 2022

Bank Ganesha Gandeng Rupiah Cepat Salurkan Kredit Rp 100 Miliar

Bank Ganesha menggandeng PT Kredit Utama Fintech Indonesia dengan produk peer to peer lending pada aplikasi Rupiah Cepat.

EKONOMI | 27 September 2022

Luncurkan Versi Pro, Saham Rakyat Targetkan 1 Juta Investor di 2023

Aplikasi Saham Rakyat sudah diunduh oleh total lebih dari 100.000 pengguna di Play Store dan App Store.

EKONOMI | 27 September 2022

Kaesang Pangarep: 70% Uang Saya Diinvestasikan di Saham

Kaesang Pangarep rupaya lebih mempercayakan uang yang dimilikinya untuk diinvestasikan di saham ketimbang ditabung. 

EKONOMI | 27 September 2022

Startup Ingin Dapat Modal dari Merah Putih Fund? Ini 4 Syaratnya

Untuk bisa mendapatkan pendanaan dari Merah Putih Fund. Pertama, startup tersebut pendirinya 100% atau seluruhnya harus orang Indonesia.

EKONOMI | 27 September 2022

Ekosistem BUMN Bisa Bantu Startup Berkembang Secara Sustainable

Wamen  BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, tantangan utama yang dihadapi dunia startup adalah ketika ingin masuk ke tahap scalability.

EKONOMI | 27 September 2022

Mandala Finance Lirik Pembiayaan Motor Listrik

PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance) siap membuka ruang kerja sama kepada calon mitra terkait untuk dapat menyalurkan pembiayaan motor listrik.

EKONOMI | 27 September 2022

Digagas Kaesang Pangarep dan Kevin, Saham Rakyat Luncurkan Versi Pro

Saham Rakyat, yang diinisiasi oleh Kaesang Pangarep dan Kevin Hendrawan, menghadirkan Saham Rakyat versi Pro.

EKONOMI | 27 September 2022

SIG Gandeng Cloud Amazon Percepat Transformasi Digital

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG bekerja sama dengan Amazon Web Services (AWS) mempercepat transformasi digital dengan memanfaatkan teknologi cloud.

EKONOMI | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
PDIP Jelaskan Wajah Kesal Puan Saat Bagikan Kaus ke Warga

PDIP Jelaskan Wajah Kesal Puan Saat Bagikan Kaus ke Warga

NEWS | 51 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings