BPS: Sektor Kesehatan Penyumbang Tertinggi Inflasi Juli
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BPS: Sektor Kesehatan Penyumbang Tertinggi Inflasi Juli

Senin, 2 Agustus 2021 | 12:38 WIB
Oleh : Arnoldus Kristianus / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juli 2021 mencapai 0,08%. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Juli) 2021 sebesar 0,81% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2021 terhadap Juli 2020) sebesar 1,52%. Inflasi terbesar terjadi pada kelompok pengeluaran kesehatan.

“Kalau kita kaitkan dengan PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat), kelompok kesehatan itu inflasinya paling tinggi yaitu 0,24% atau memiliki andil sekitar 0,01%,” ucap Kepala BPS Margo Yuwono kepada awak media dalam telekonferensi pers pada Senin (2/8/2021).

Dari empat subkelompok pada kelompok ini, seluruhnya mengalami inflasi. Subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi, yaitu subkelompok obat-obatan dan produk kesehatan sebesar 0,47% dan terendah yaitu subkelompok jasa rawat jalan sebesar 0,06%

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar kedua kepada inflasi adalah kelompok pendidikan. Kelompok ini pada Juli 2021 mengalami inflasi sebesar 0,18% Dari empat subkelompok pada kelompok ini, seluruhnya mengalami inflasi. Subkelompok yang mengalami inflasi tertinggi, yaitu subkelompok pendidikan dasar dan anak usia dini sebesar 0,27% dan terendah yaitu subkelompok pendidikan tinggi sebesar 0,08%. Kelompok ini pada Juli 2021 memberikan andil inflasi sebesar 0,01%.

Sementara itu kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,15% pada Juli 2021. Dari empat subkelompok pada kelompok ini, tiga subkelompok mengalami inflasi dan satu subkelompok mengalami deflasi. Subkelompok yang mengalami inflasi, yaitu subkelompok makanan sebesar 0,14%; subkelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,09%; dan subkelompok rokok dan tembakau sebesar 0,28%. Sementara subkelompok yang mengalami deflasi, yaitu subkelompok minuman beralkohol sebesar 0,69%. Kelompok ini pada Juli 2021 memberikan andil inflasi sebesar 0,04%.

Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, yaitu: cabai rawit sebesar 0,03%; tomat, cabai merah, bawang merah, sawi putih/pecay/pitsai, tahu mentah, dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01%. Margo Yuwono mengatakan cabai rawit memang memiliki andil besar terhadap inflasi selain faktor cuaca karena juga ada faktor memasuki musim peralihan dari musim pancaroba.

“Kalau dilihat dari beberapa kota yang kita pantau dari 90 kota yang kita pantau cabai rawit itu tertinggi kenaikannya terjadi di Probolinggo yang terjadi kenaikan sebesar 68% dan juga di Meulaboh (Aceh) sebesar 61%,” kata Margo Yuwono.

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, yaitu daging ayam ras sebesar 0,04%, telur ayam ras dan beras masing-masing sebesar 0,01%.

“Kalau pemantauan kami di 90 kota inflasi untuk daging ayam ras penurunan tertinggi terjadi di provinsi Jambi yaitu sebesar 25%, dan di Pare-Pare mengalami penurunan harga sebesar 22%,” ucap Margo Yuwono.

Sementar itu kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,07%. Dari empat subkelompok pada kelompok ini, satu subkelompok mengalami deflasi, dua subkelompok mengalami inflasi, dan satu subkelompok tidak mengalami perubahan. Subkelompok yang mengalami deflasi, yaitu subkelompok perawatan pribadi lainnya sebesar 0,53%. Subkelompok yang mengalami inflasi, yaitu subkelompok perawatan pribadi sebesar 0,18% dan subkelompok jasa lainnya sebesar 0,03%.

“Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi, yaitu emas perhiasan sebesar 0,01%,” ucapnya.

Sementara subkelompok yang tidak mengalami perubahan, yaitu subkelompok perlindungan sosial. Kelompok ini pada Juli 2021 tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi nasional.

Berdasarkan hasil pemantauan BPS di 90 kota ada 61 kota mengalami inflasi sebaliknya terdapat 29 kota mengalami deflasi. Untuk 61 kota yang mengalami inflasi inflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 1,51% sementara yang terendah terjadi di Sampit sebesar 0,01%. Kepala BPS menjelaskan inflasi di Sorong terjadi karena kenaikan harga pada komoditas ikan kembung yang memiliki andil 0,52%.

“Kemudian juga adanya kenaikan harga cabai rawit yang memiliki andil 0,22% dan juga ikan tongkol memiliki andil 0,14%,” imbuh Margo Yuwono.

Sedangkan kalau dilihat dari kota-kota yang mengalami deflasi tadi ada 29 kota yang mengalami deflasi dan inflasi tertinggi terjadi di Manokwari yaitu sebesar 0,60%. Deflasi terendah terjadi di Maumere dan Samarinda masing-masing sebesar 0,01%. Margo Yuwono mengatakan deflasi di Manokwari disebabkan antara lain terjadinya penurunan harga untuk ikan umar.

“Ikan umar memiliki andil 0,43% dan juga ada penurunan harga di komoditas kangkung yang memiliki 0,20% dan juga adanya penurunan harga untuk komoditas tomat di mana tomat ini memiliki andil 0,17%,” kata Margo Yuwono.

Bila dilihat menurut komponen, maka komponen inti pada Juli 2021 mengalami inflasi sebesar 0,07%. Tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari–Juli) 2021 sebesar 0,82% dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Juli 2021 terhadap Juli 2020) sebesar 1,40%.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA LAINNYA

OJK dan SRO Dapat Penghargaan dari Pemkot Surabaya

Eri Cahyadi mengapresiasi kontribusi OJK dan SRO dalam mendukung kegiatan PMI Surabaya.

EKONOMI | 17 September 2021

Ini Kunci Erick Thohir Rampingkan Jumlah BUMN

Erick Thohir mengungkapkan kunci utama terkait perampingan jumlah BUMN yakni perbaikan rantai pasok dan merapikan ekosistem.

EKONOMI | 17 September 2021

Harga Right Issue Bank INA Berkisar Rp 4.200 - Rp 4.380

Bank INA Perdana Tbk (BINA) sudah tetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue.

EKONOMI | 17 September 2021

Dukung Seni dan Budaya, Indihome Kemas Program Indonesia Keren

IndiHome bersama para brand ambassador-nya mengajak masyarakat untuk berkreasi bidang seni dan budaya melalui program Indonesia Keren.

EKONOMI | 17 September 2021

Dio Living Ingin Terus Lestarikan Hasil Karya Anak Negeri

Dio Living ingin tetap berekspansi dan memperkenalkan furnitur karya anak bangsa kepada masyarakat Indonesia.

EKONOMI | 17 September 2021

Holding BUMN Jasa Survei Edukasi Mahasiswa tentang Standar Sistem Mutu

Sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 dapat memacu service dan pelayanan operasional yang excellence kepada seluruh pelanggan.

EKONOMI | 17 September 2021

Pemerintah Dorong SDM Perkebunan Sawit Menuju 2045

Pemerintah mengembangkan SDM berkualitas di sektor perkebunan kelapa sawit dengan menggandeng lembaga pendidikan dan universitas.

EKONOMI | 17 September 2021

OJK Tegaskan Aturan Baru Unit Link Dirilis Tahun Ini

(OJK) menegaskan aturan baru mengenai produk asuransi yang dikaitkan dengan asuransi (PAYDI) atau unit link akan dirilis tahun ini.

EKONOMI | 17 September 2021

Dirut Nusantara Sejahtera: Industri Sawit Ikut Menopang Perekonomian Indonesia

Ke depan, kelapa sawit akan menjadi tanaman yang diunggulkan untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia.

EKONOMI | 17 September 2021

IHSG Menguat, Saham BBRI Paling Aktif Ditransaksikan

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) teraktif saat IHSG ditutup naik 23,30 poin (0,38%) ke level 6,133,24.

EKONOMI | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Vaksinasi Covid-19


# Sonny Tulung


# Ganjil Genap


# KKB



TERKINI
Mengejutkan, Conor McGregor Bisa Kembali Naik Octagon Akhir Tahun Ini

Mengejutkan, Conor McGregor Bisa Kembali Naik Octagon Akhir Tahun Ini

OLAHRAGA | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings