Logo BeritaSatu

Banpres Produktif untuk UMKM Bangkit: Harapan dan Optimisme Tetap Jadi Kata Kunci

Selasa, 3 Agustus 2021 | 21:00 WIB
Oleh : JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, tidak pelak lagi memberikan pukulan pada para pelaku usaha. Di satu sisi mereka harus memastikan keberlangsungan usahanya, namun di sisi lain juga mengedepankan perlindungan kesehatan. UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional yang memiliki pangsa 99.99% dari total populasi pelaku usaha di Indonesia pun, tentu saja tidak kebal dari dampaknya.

Menyadari hal tersebut, pemerintah meluncurkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang ditujukan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional pada masa pandemi termasuk bagi UMKM. Program ini bertujuan agar pelaku usaha agar dapat terus melanjutkan usahanya dan juga sebagai upaya untuk menekan potensi pengurangan tenaga kerja.

Sebagai stimulus dan dukungan bagi UMKM, pemerintah menggulirkan beragam bantuan dari hulu ke hilir, seperti yang dipaparkan oleh Fiki Satari – Staf Khusus Menteri Koperasi dan UMKM pada Dialog Produktif Semangat Selasa yang berlangsung secara virtual (3/8/2021).

Bantuan tersebut di antaranya adalah Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang mendapat respon antusias dari 12,8 juta pelaku usaha mikro yang menjadi targetnya. Selain itu, Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah terserap hingga 54%, dengan relaksasi bunga mencapai 0% bila ada kendala dari penerima bantuan. Masyarakat dapat mengecek cara mendapatkan bantuan tersebut melalui website www.kemenkopumkm.go.id atau akun media sosial Kemenkopumkm.

Pemerintah juga menetapkan berbagai kebijakan untuk memudahkan para pelaku UMKM. Dalam upaya membantu akses pasar, 40% dari belanja pemerintah wajib dilakukan bagi UMKM, dan hingga saat ini lebih dari 200 ribu UMKM telah bergabung. Sedangkan untuk membantu akses pemasaran, terdapat kebijakan mengalokasikan 30% ruang publik sebagai tempat usaha UMKM disertai pemotongan biaya sewa.

Digitalisasi UMKM
Dengan adanya pembatasan aktivitas dan mobilitas, serta protokol kesehatan yang harus dijalankan, digitalisasi dinilai dapat menjadi salah satu solusi berlangsungnya usaha semasa pandemi. Apalagi bila mengingat bahwa bagi masyarakat, kini media sosial sudah menjadi bagian dari gaya hidup, dan orang Indonesia terbilang aktif menggunakan internet.

Dalam dialog yang sama, Andanu Prasetyo, Founder Kopi Tuku menyebutkan beragam manfaat yang bisa dinikmati pengusaha manakala menggunakan platform digital. Di antaranya adalah memperluas jangkauan pasar dan meringankan modal usaha. Pembiayaan menjadi lebih hemat lantaran pelaku usaha tidak memerlukan dana untuk menyewa kios riil. Manfaat lain adalah mempermudah sistem dan pendataan. Sebagai contoh, saat menggunakan layanan marketplace, pengusaha tidak perlu mencatat daftar pemesanan, juga terdapat data pelanggan yang sangat diperlukan saat melakukan inovasi produk/layanan sesuai kebutuhan konsumen.

Karena itu, pemerintah terus aktif mendorong UMKM di tanah air untuk mulai memanfaatkan fasilitas digital, terutama dalam upaya mendongkrak pemasaran.

Fiki menjelaskan, usaha mikro didorong masuk ke penggunaan media sosial dan aplikasi sederhana. Misalnya, pedagang pasar basah menerima pesanan melalui panggilan video, kemudian melakukan pengiriman melalui ojek online.

Usaha kecil diharapkan dapat terjun ke marketplace homogen atau lokal, sedangkan usaha menengah didorong masuk ke e-commerce yang lebih besar atau berskala nasional.

“Melalui Pasar Digital UMKM, pemerintah juga memberikan kesempatan bagi UMKM untuk masuk rantai pasok industri dan BUMN,” tambahnya.

Kiat Pelaku Usaha untuk Bangkit di Masa Pandemi
Sebagai perwakilan pelaku usaha industri kreatif, Christine Laifa – Founder The Finery Report menegaskan, bahwa peluang akan tetap ada dan tidak ada batas untuk berinovasi, meskipun di tengah pandemi.

“Kita selalu dituntut kreatif secara bisnis. Kreatif itu artinya mampu memecahkan masalah, bisa menemukan solusi, paham apa yang dibutuhkan orang,” ungkapnya. Christine mencontohkan inovasi bisnis Kopi Tuku yang mengeluarkan botol literan, sehingga pelanggan tetap bisa menikmati kopi walaupun tanpa keluar rumah.

Pelaku usaha harus lincah (agile), adaptif, inovatif; hal-hal yang menjadi tantangan abadi pelaku usaha. Kendati demikian, Andanu menyebut, bahwa situasi sulit seperti pandemi bahkan bisa dianggap sebagai “berkah” bagi pelaku usaha, karena mendorong efek kepepet yang justru memunculkan ide-ide baru, dan menyadarkan pengusaha akan aset yang patut disyukuri, seperti pelanggan yang sangat loyal.

Agregasi, sinergi, kolaborasi, semangat gotong royong yang khas bangsa Indonesia, juga disebut sebagai unsur penting dalam membangun iklim usaha sehat bagi UMKM. Namun di atas itu, ketiga narasumber menggarisbawahi kata kunci yang dipandang krusial untuk mendukung UMKM bangkit, mandiri dan bisa naik kelas di masa pandemi. Yaitu, harapan yang tidak terputus, serta sikap optimis.

Dengan selalu berpola pikir optimis dan menyimpan harapan, maka setiap permasalahan, bahkan pandemi pun akan dapat dikalahkan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: PR

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dear Milenial! Sucor Sekuritas Rilis Aplikasi Online Trading

PT Sucor Sekuritas resmi meluncurkan aplikasi online trading bernama SPOT. Aplikasi ini memudahkan sekaligus mengedukasi para pemula.

EKONOMI | 18 Mei 2022

Upaya Pertamina Tangani Flash Kilang Balikpapan Diapresiasi

Kilang minyak PT Pertamina (Persero) di Balikpapan yang terbakar pada Minggu (15/5/2022) dan padam dalam waktu singkat diapresiasi.

EKONOMI | 18 Mei 2022

Hingga April, Kontrak Baru PP Presisi Tembus Rp 1,5 Triliun

PT PP Presisi Tbk (PPRE) meraih kontrak baru senilai Rp 500 miliar dengan demikian total kontrak baru hingga April 2022 mencapai Rp 1,5 triliun.

EKONOMI | 18 Mei 2022

Pemprov Banten Dorong 8 Kabupaten/Kota Pindahkan RKUD ke Bank Banten

Pemprov Banten mendorong 8 kabupaten/kota untuk bisa memindahkan penyimpanan rekening kas umum daerah atau RKUD-nya ke Bank Banten.

EKONOMI | 18 Mei 2022

Mantap! Tunas Ridean Bagi Dividen Rp 267,84 Miliar

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST) PT Tunas Ridean Tbk (TURI) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 367,84 miliar.

EKONOMI | 18 Mei 2022

Kuartal I, Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Susut 14,33%

OJK memaparkan bahwa pendapatan premi asuransi jiwa hingga kuartal I 2022 menyusut 14,33% secara tahunan menjadi Rp 43,67 triliun.

EKONOMI | 18 Mei 2022

UMKM Perempuan Ini Berhasil Ekspor Fashion ke Panama

Panama menjadi negara tujuan ekspor baru bagi UMKM Lavici yang berhasil menjual produk pakaian jadi (premium clothing) kategori anak-anak.

EKONOMI | 18 Mei 2022

Pengiriman Paket SiCepat Periode Lebaran Melonjak 46%

Pada peak season Lebaran yakni 3-9 Mei 2022, volume paket pengiriman SiCepat naik 46% dari hari normal.

EKONOMI | 18 Mei 2022

Rupiah Ditutup Melemah 44 Poin Sejalan Mata Uang Asia

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.641- Rp 14.704 per dolar AS,s sedangkan mengacu Jisdor berada di posisi Rp 14.682.

EKONOMI | 18 Mei 2022

Luar Biasa! 289 Saham Naik, IHSG Meroket 148 Poin ke 6.793

Perdagangan IHSG dengan volume 204,2 miliar saham senilai Rp 17,2 triliun. Sebanyak 289 saham menguat, 207 saham melemah, dan 185 saham stagnan.

EKONOMI | 18 Mei 2022


TAG POPULER

# Anggota TNI Tewas


# Medina Zein


# Vaksinasi Covid-19


# Piala Thomas


# Timnas Indonesia


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Solo Belum Bebas Masker, Gibran Tunggu Instruksi Ganjar

Solo Belum Bebas Masker, Gibran Tunggu Instruksi Ganjar

NEWS | 14 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings