REI DKI Minta Kebijakan Selektif KPR dan KPA Ditinjau Kembali
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

REI DKI Minta Kebijakan Selektif KPR dan KPA Ditinjau Kembali

Jumat, 13 Agustus 2021 | 20:50 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah memperpanjang fasilitas pajak pertambahan nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) atas properti melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK.010/2021. Fasilitas ini diperpanjang hingga Desember 2021, setelah sebelumnya diberikan dari Maret hingga Agustus 2021.

Ketua DPD Realestate Indonesia (REI) DKI Jakarta Arvin Fibrianto Iskandar, menyambut positif langkah pemerintah dalam memperpanjang insentif PPN atas properti.

"Memasuki tahun kedua pandemi covid-19, industri realestat adalah salah satu sektor yang tetap harus mampu menjaga optimismenya untuk bisa survive. Harus diakui, industri realestat adalah salah satu sektor yang terkena imbas krisis terdalam,” ujar Arvin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/8/2021).

Arvin menjelaskan, belajar dari pengalaman krisis demi krisis terdahulu yang dialami Indonesia, pelaku industri realestat berharap terobosan stimulus pemerintah, perbankan dan stakeholders lainnya perlu percepatan, sinkronisasi dan konsistensi sehingga mampu kembali menggairahkan pasar.

"Harus diakui saat ini permintaan pasar belum membaik. Walaupun data yang dirilis Badan Pusat Statistik baru-baru ini memperlihatkan tren membaik, tetapi banyak pengembang khususnya yang bergerak dalam pembangunan apartemen, perkantoran, mal dan hotel masih cukup berat,” jelasnya.

Menurut Alvin, pelaku industri realestat berharap para stakeholder khususnya di bidang perbankan mengetahui secara persis kesulitan yang dihadapi pengembang saat ini.

"Kami minta kebijakan selektif perbankan dalam memberikan kredit dilihat kembali. Pasalnya, di lapangan laporan cancellation pengajuan KPR dan KPA masih sangat tinggi. Mari kita bersama-sama mencari solusi, sehingga industri realestat bisa kembali normal dan bertumbuh,” tambahnya.

Pengembang lanjut Arvin, saat ini sudah melakukan berbagai strategi agar efisien dan menjaga untuk bertahan agar cashflow perusahaan tidak terus terpuruk. Karena itu REI meminta beberapa kebijakan antara lain fleksibilitas KPR (approval KPR dan KPA dipercepat, cancelation konsumen dapat di-minimize), restrukturisasi modal kerja dan project loan serta recheduling pembayaran.

"Dari kebijakan-kebijakan itu kami berharap tahun 2021 menjadi time to buy property karena jaminan dari debitur properti itu adalah jaminan agunan yang solid yang nilainya akan terus naik setiap tahun,” tegasnya.

Merespon masukan REI DKI Jakarta terkait stimulus yang bisa diberikan, Direktur Eksekutif Departemen Pengendalian Kualitas Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Eddy Manindo Harahap mengatakan, OJK sudah menerbitkan POJK terkait stimulus covid-19 dan melakukan sinkronisasi terhadap aturan-aturan agar implementasi kebijakan berjalan dengan cepat dan tepat.

"Kebijakan relaksasi, dimaksudkan agar bank dapat membantu debitur pada sektor yang terdampak dan bank segera melakukan restrukturisasi untuk debitur yang berkinerja baik namun terdampak, termasuk debitur pengembang," jelasnya.

Menurut Eddy, OJK juga meminta bank tidak ragu membantu debitur terdampak yang memang membutuhkan dana segar untuk menjalankan bisnisnya.

"Ada beberapa kebijakan untuk debitur terkena dampak covid-19 diantaranya bahwa bank dapat memberikan kredit yang baru kepada debitur terdampak covid-19 dan penetapan kualitas kredit tersebut dilakukan secara terpisah dengan kualitas kredit sebelumnya,” tambahnya.

Namun, kata Eddy, bank dapat menyesuaikan mekanisme persetujuan restrukturisasi kredit dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BTN Targetkan Pertumbuhan Kredit 10% di 2022

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk optimistis penyaluran kreditnya di tahun depan akan tumbuh hingga dua digit yang didorong oleh sektor perumahan.

EKONOMI | 9 Desember 2021

Fintech P2P Lending Jadi Sumber Pendanaan Alternatif UMKM

Menkop UKM Teten Masduki mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan fintech peer-to-peer (P2P) lending sebagai alternatif pendanaan.

EKONOMI | 9 Desember 2021

Listing, Indo Pureco Pratama Siap Bangun Pabrik Baru

Usai listing di BEI, PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE) siap ekspansi dengan bangun pabrik baru beserta infrastruktur pendukung.

EKONOMI | 9 Desember 2021

Mobil Listrik, Hyundai Investasi Rp 7,62 Triliun di India

Hyundai menginvestasikan US$ 530 juta (Rp 7,62 triliun) untuk membawa kendaraan listrik ke India.

EKONOMI | 9 Desember 2021

Ekspor Mi Instan Indonesia Tembus Pasar Non-Tradisional

Ekspor mi instan Indonesia tahun 2020 sebagian besar ditujukan ke Malaysia.

EKONOMI | 9 Desember 2021

Sssttt! Bank Ini Terapkan Work from Anywhere

PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) menjadi bank pertama di Indonesia yang menerapkan kebijakan work from anywhere (WFA) secara permanen.

EKONOMI | 9 Desember 2021

Sesi I IHSG Menguat,IPPE Kasih Cuan Lebar

PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE) tercuan siang Ini saat IHSG menguat.

EKONOMI | 9 Desember 2021

Desain Arsitektur Samira Regency Bekasi Diapresiasi

PT Triyasa Propertindo, pengembang Samira Regency Bekasi meraih penghargaan.

EKONOMI | 9 Desember 2021

Sesi I, IHSG Naik 7 Poin ke Posisi 6.611

Indeks LQ45 melemah 0,7 poin (0,08%) ke level 944,8.

EKONOMI | 9 Desember 2021

Kewajiban Rp 32 Triliun, AP I Optimistis Bisa Pulih

PT Angkasa Pura (AP) I optimistis kinerja perusahaan bisa pulih pada tahun 2022 yang ditandai arus kas kembali positif Rp 1,15 triliun.

EKONOMI | 9 Desember 2021


TAG POPULER

# Cynthiara Alona


# Omicron


# Kecelakaan di Ruas Semarang-Demak


# Hari Antikorupsi


# Ilham Habibie



TERKINI
Kapolri Yakin Novel Dkk Perkuat Pemberantasan Korupsi

Kapolri Yakin Novel Dkk Perkuat Pemberantasan Korupsi

NASIONAL | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings