Logo BeritaSatu

"Hantu" Tapering, Apa Dampaknya Bagi Indonesia?

Minggu, 29 Agustus 2021 | 16:23 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserves (The Fed) mengatakan akan mulai memangkas stimulus (tapering) akhir tahun ini, menyusul mulai pulihnya kondisi ekonomi Negeri Paman Sam tersebut. Namun sejauh ini belum ada rencana untuk menaikkan suku bunga. Lantas, bagaimana dampak tapering bagi Indonesia?

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menyampaikan, untuk saat ini risiko yang dirasakan belum akan terlalu besar. Dampak yang paling utama yaitu meningkatnya volatilitas di pasar keuangan seiring investor yang sering melakukan konsolidasi akibat sentimen tapering off. Sebab komentar dari pejabat The Fed juga akan memengaruhi psikologis pasar keuangan.

“Jika (tapering off) sudah dilakukan, saya kira dampaknya ada pada pergerakan nilai pasar saham dan nilai tukar di dalam negeri. Ada potensi nilai tukar akan melemah di awal The Fed melakukan tapering off karena aliran modal ke luar (capital outflow). Namun saya kira hal ini akan terjadi dalam jangka waktu pendek dengan range yang tidak terlalu besar. BI saya yakin akan melakukan intervensi jika pelemahan nilai tukar bergerak ke pelemahan yang sangat dalam,” kata Yusuf Rendy kepada Beritasatu.com, Minggu (29/8/2021).

Tapering off menurutnya juga tidak akan berdampak secara langsung pada upaya pemulihan ekonomi. Capital outflow tidak akan terjadi secara lebih besar dibandingkan 2013 karena proporsi kepemilikan asing dalam surat utang juga jauh lebih kecil. Di saat yang bersamaan, defisit pada neraca transaksi berjalan juga berada pada level manageable.

Kedua, dampak pelemahan rupiah tidak akan terlalu dalam. Untuk potensi, memang ada kenaikan imbal hasil surat utang. Secara teoritis, ketika imbal hasil meningkat maka cost of fund penerbitan surat utang akan menjadi lebih mahal. "Kondisi ini tentu tidak favourable bagi pemerintah yang di sisa tahun ini dan tahun depan masih akan menerbitkan surat utang. Namun, dengan masih terlibatnya BI sebagai standby buyer, risiko ini bisa diminimalisir,” kata Rendy.

Untuk mengantisipasi dampak tapering, menurutnya otoritas moneter Bank Indonesia (BI) perlu melakukan langkah kebijakan intervensi seperti suku bunga acuan, intervensi di pasar spot, tunai, hingga di pasar surat berharga negara (SBN).

Dukungan kebijakan non-moneter dari pemerintah juga diperlukan, yaitu menjaga neraca dagang berada pada level yang akomodatif. Artinya jika neraca dagang harus kembali defisit, maka tidak begitu besar, sehingga tidak akan berdampak pada neraca transaksi berjalan. "Neraca transaksi berjalan ini menjadi penting karena akan ikut memengaruhi keputusan BI, misalnya dalam menurunkan atau menaikan suku bunga acuan," kata dia.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

70% Bahan Baku Pabrik Boneka Barbie Cikarang Buatan Lokal

70% bahan baku pembuatan boneka barbie dan mainan anak yang diproduksi PT Mattel Indonesia (PTMI) buatan lokal Indonesia. 

EKONOMI | 8 Desember 2022

Jadi Tuan Rumah G20, Erick Thohir Sebut Indonesia Sudah Balik Modal

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut investasi Indonesia sudah "balik modal" setelah menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

EKONOMI | 8 Desember 2022

Bulan Maret Panen Raya, DPR Minta Bulog Serap Beras Petani Sebanyak-banyaknya

Bulog diminta untuk segera menyiapkan diri saat panen raya akan berlangsung pada bulan Maret mendatang, sehingga Kementan tidak perlu impor beras.

EKONOMI | 8 Desember 2022

Belajar Dari Pengalaman, Fraksi PKS Wanti-wanti Beras Impor Bisa Membusuk

Bulog sebaiknya fokus melakukan penyerapan dibanding bersuara melakukan impor beras di saat petani akan melakukan panen raya.

EKONOMI | 8 Desember 2022

DPR Pertanyakan Serapan Beras Bulog

Persediaan beras nasional mencapai 8.727.752 ton, stok ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Sempat Anjlok 135 Poin, IHSG Ditutup Melemah Tipis

Sempat anjlok 135 poin, IHSG akhirnya ditutup hanya turun sekitar 14,52 poin (0,21%) menjadi 6.804,23.

EKONOMI | 8 Desember 2022

PT Mattel Indonesia Bakal Produksi 3 Juta Boneka Barbie Per Minggu

PT Mattel Indonesia (PTMI) akan menggenjot produksi boneka Barbie hingga 3 juta per minggu atau 156 juta boneka Barbie dalam setahun.

EKONOMI | 8 Desember 2022

Ini Upaya PNM Dorong Pengembangan Talenta Perusahaan

PT PNM menggelar Innovation Festival (I-Fest) 2022 untuk memberikan semangat inovasi, kolaborasi, serta mengembangkan talenta perusahaan.

EKONOMI | 8 Desember 2022

Sasar Milenial, Sanex Lakukan Sejumlah Perubahan Strategi

Selain logo baru, perubahan dilakukan Sanex pada tahun 2022 ini di antaranya  pembaruan manajemen hingga memperluas distribusi produk,

EKONOMI | 8 Desember 2022

Kurs Rupiah Cenderung Stabil di Kisaran Rp 15.600

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Kamis (8/12/2022) terpantau menguat ke kisaran Rp 15.600.

EKONOMI | 8 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# UU KUHP


# Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Sukabumi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
MU dan Man City Sumbang Pemain Terbanyak di Perempat Final Piala Dunia

MU dan Man City Sumbang Pemain Terbanyak di Perempat Final Piala Dunia

SEMESTA BOLA 2022 | 28 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE