Logo BeritaSatu

Rektor IPB: Komoditas Ikan dan Garam Harus Ikut Ditangani BPN

Senin, 30 Agustus 2021 | 16:55 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Rektor IPB University Arif Satria memberi catatan terkait pembentukan Badan Pangan Nasional (BPN) yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) 66/2021 tentang Badan Pangan Nasional. Aturan ini diteken Presiden Jokowi pada 29 Juli 2021 lalu.

Dalam perpes ini, terdapat sembilan jenis pangan yang dikelolah oleh BPN yaitu beras, jagung, kedelai, gula konsumsi, bawang, telur unggas, daging ruminansia, daging unggas, dan cabai. Arif mempertanyakan mengapa ikan tidak dimasukkan dalam jenis pangan yang dikelola BPN, padahal ikan merupakan sumber protein penting untuk manusia.

Advertisement

“Persoalan pangan itu tidak hanya masalah protein hewani seperti itu dan juga karbohidrat, tetapi juga protein-protein lain seperti produk perikanan. Menurut saya, ikan menjadi salah satu sumber protein terbaik yang perlu dikonsumsi agar kualitas gizi masyarakat bisa meningkat. Untuk perikanan, isu keamanan juga masalah yang sangat serius. Jadi mestinya perikanan harus disentuh dalam aturan ini,” kata Arif dalam diskusi Indef bertajuk “Menanti Taji Badan Pangan Nasional”, Senin (30/8/2021).

Selain ikan, menurut Arif garam seharusnya juga dimasukkan dalam jenis pangan yang dikelola BPN. Apalagi selama ini kerap ditemukan perbedaan data tentang stok garam, sehingga memengaruhi kebijakan impor.

“Antar lintas kementerian selalu punya data (stok garam) yang berbeda. Saya kira kehadiran BPN seharusnya bisa menjadi jalan tengah untuk menyelesaikan kisruh garam yang selama ini selalu menjadi kontroversi,” paparnya.

Arif menambahkan, BPN sebagai regulator harus memastikan akurasi data pangan yang dimiliki oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sehingga BPN menjadi penentu kebijakan pangan. Misalnya terkait perlu tidaknya impor pangan.

“Jadi, akurasi data ini sangat penting sekali. Yang paling krusial juga tentang data stok pangan yang dimiliki masyarakat. Barangkali stok di Bulog jelas karena ada gudang, tetapi kita juga perlu mengukur berapa stok yang ada di masyarakat. Menurut saya ini sangat krusial, sehingga BPN bisa memprediksi bagaimana untuk menjaga stabilitas pangan, termasuk memberikan rekomendasi soal pangan,” kata Arif.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BEI Akan Rilis Papan Pemantauan Khusus Saham Tidak Likuid

BEI segera meluncurkan papan pemantauan khusus khusus hybrid untuk saham-saham tidak likuid dengan metode periodik call auction.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Cek Harga Kebutuhan Pokok, Mendag Zulkifli Hasan Traktir Warga Berbelanja

Mendag Zulkifli Hasan melakukan pengecekan harga kebutuhan pokok di Pasar Cisalak, Cimanggis, Depok, Jawa Barat

EKONOMI | 28 Januari 2023

Awali 2023, Kinerja IHSG Kurang Gereget Dibanding Bursa Lain

Kinerja IHSG di BEI sejak awal 2023 atau secara tahun berjalan (year to date/ytd) hingga Jumat (27/1/2023) naik 48,3 poin.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Mengintip Prospek Pasar Batu Bara 2023 dan Sahamnya

Prospek pasar baru bara pada 2023 diproyeksi masih cerah mengingat kuatnya permintaan dari Tiongkok dan India.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Hotman Paris Untung Rp 2,7 Miliar Hasil Jual Saham ELIT

Hotman Paris Hutapea menjual saham PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) atau Elitery sehingga mendapat untung alias cuan Rp 2,67 miliar.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Harga Minyak Terkoreksi karena Prospek Pasokan Lebih Kuat

Harga minyak ditutup lebih rendah karena indikasi pasokan minyak Rusia yang kuat mengimbangi data pertumbuhan ekonomi AS.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Bersinar! Harga Emas Bukukan Penguatan Mingguan Keenam

Harga emas bertambah tipis pada perdagangan Jumat (27/1/2023), tetapi kenaikannya dibatasi penguatan dolar.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Bursa AS Menghijau, Nasdaq Catat Kenaikan Mingguan Keempat

Bursa AS Wall Street termasuk Nasdaq naik dan secara mingguan positif yang dipicu pertumbuhan ekonomi AS.

EKONOMI | 28 Januari 2023

UMKM Dinilai Perlu Pembiayaan Murah dan Proteksi Pasar

UMKM dinilai membutuhkan pendampingan terintegrasi seperti keberpihakan pada pembiayaan murah, proteksi pasar dalam negeri.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Bursa Eropa Menguat Setelah PDB AS di Atas Ekspektasi

Bursa Eropa ditutup menguat setelah pertumbuhan ekonomi atau PDB AS lebih kuat dari yang diharapkan.

EKONOMI | 28 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
BEI Akan Rilis Papan Pemantauan Khusus Saham Tidak Likuid

BEI Akan Rilis Papan Pemantauan Khusus Saham Tidak Likuid

EKONOMI | 38 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE