Catat, Ini Jadwal Rights Issue BRI
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Catat, Ini Jadwal Rights Issue BRI

Selasa, 31 Agustus 2021 | 18:08 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk resmi menerbitkan prospektus penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) kepada para pemegang saham perseroan dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Adapun jumlah dana hasil inbreng yang akan diperoleh perseroan sehubungan dengan aksi korporasi ini sebanyak banyaknya sebesar Rp 95,92 triliun.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan tujuan dari transaksi ini adalah memperkuat pertumbuhan bisnis perseroan di masa yang akan datang melalui pembentukan dan penguatan ekosistem ultramikro. Hal itu ditempuh dengan menambah portofolio perusahaan anak yang selama ini bergerak dan berkinerja baik di segmen usaha ultramikro yaitu Pegadaian dan PNM.

“Perseroan memerlukan sumber pertumbuhan baru ke depan yaitu segmen usaha ultramikro. Sehingga perseroan dapat tumbuh berkelanjutan dan memberikan kontribusi positif bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya, tak terkecuali pelaku usaha ultramikro dan UMKM,” kata Sunarso.

Seperti diketahui, BRI mendapatkan persetujuan rights issue dengan mekanisme PMHMETD, dari mayoritas pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Juli lalu. Dalam aksi korporasi ini, BRI menawarkan sebanyak-banyaknya 28,6 miliar saham baru.

Pemerintah akan melaksanakan seluruh haknya sesuai dengan porsi kepemilikan sahamnya dalam BRI dengan cara penyetoran saham dalam bentuk lain selain uang (Inbreng) sesuai PP No. 73/2021. Seluruh saham Seri B milik Pemerintah dalam Pegadaian dan PNM akan dialihkan kepada BRI melalui mekanisme inbreng.

Dana segar yang diraup dari publik melalui rights issue diperkirakan mencapai Rp 41 triliun. Namun bila ditotal dengan nilai inbreng, optimalisasi aksi korporasi BRI diperkirakan bernilai sekitar Rp 96 triliun. Dana hasil dari aksi korporasi itu di antaranya akan dimanfaatkan oleh BRI untuk pembentukan holding BUMN Umi bersama kedua BUMN tersebut.

Oleh karena itu, Sunarso berharap agar minority shareholder dapat menunaikan haknya dalam aksi rights issue tersebut karena prospeknya sangat baik. Bahkan Sunarso merinci proyeksi bisnis perseroan, jika rights issue terserap optimal maka 5 tahun ke depan pertumbuhan kredit dalam ekosistem usaha UMi akan tumbuh rata-rata 14% per tahun.

Namun jika investor publik mengeksekusi rights-nya hanya 50% saja pertumbuhan kredit perseroan rata-rata 10,7% per tahun untuk 5 tahun ke depan. Manajemen BRI pun menjanjikan akan menjaga dividend payout ratio tidak kurang dari 50%. Jika tidak diambil, maka saham akan terdilusi sekitar 18%.

“Nanti dapat peluang pertumbuhan seperti itu, pasti revenue-nya kan ikut naik, income-nya ikut naik. Kemudian kita menjanjikan akan jaga dividend payout ratio kita tidak kurang dari 50%. Jadi pilihannya ambil dengan prospek seperti tadi, atau tidak ambil tapi terdilusi,” ujarnya menekankan.

Sunarso pun menyebut aksi korporasi ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan nasional. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan inklusi keuangan di Indonesia baru mencapai 76,6% pada akhir 2019. Di sisi lain, sesuai arahan Presiden Joko Widodo pemerintah menargetkan inkluasi keuangan nasional naik menjadi 90% pada 2024.
Ekosistem usaha ultramikro yang kuat bertujuan untuk memberikan akses layanan keuangan yang lebih luas dan lebih mudah kepada segmen usaha ultramikro di Indonesia. Sunarso memaparkan, melalui holding bisnis model BRI, Pegadaian dan PNM akan saling melengkapi untuk memberikan layanan keuangan yang terintegrasi.

Sementara itu, Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu R.K menekankan aksi korporasi ini diharapkan mampu mendukung Perseroan dalam melakukan pengelolaan modal yang prudent untuk memitigasi risiko yang tidak terprediksi dalam lingkungan yang menantang.

“Juga untuk mendanai pertumbuhan bisnis di masa depan, sehingga mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham,” ujarnya.

Vivi menyebutkan harga saham baru yang diterbitkan BRI adalah sebesar Rp 3400 per lembar.

“Kami sampaikan dalam penetapan pricing rights issue, kami mempertimbangkan banyak faktor, termasuk kondisi makro ekonomi dan industri yang terakhir, kinerja perseoran, fluktuasi harga perseroan dan masukan dari para pemegang saham,” ujarnya.

Adapun jadwal waktu terkait rights issue BRI yang harus dicatat investor antara lain:
• Tanggal Efektif Pernyataan Pendaftaran HMETD dari OJK 30 Agustus 2021
• Tanggal Pencatatan (Recording Date) untuk memperoleh HMETD 9 September 2021
• Tanggal Terakhir Perdagangan Saham Dengan HMETD (Cum-Right) di
- Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi 7 September 2021
- Pasar Tunai 9 September 2021
• Tanggal Mulai Perdagangan Saham Tanpa HMETD (Ex Right) di
- Pasar Reguler dan Negosiasi 8 September 2021
- Pasar Tunai 10 September 2021
• Tanggal Distribusi HMETD 10 September 2021
• Tanggal Pra Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia 13 September 2021
• Periode Perdagangan HMETD 13 – 22 September 2021
• Periode Pendaftaran, Pembayaran dan Pelaksanaan HMETD 13 – 22 September 2021
• Periode Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD 15 – 24 September 2021
• Tanggal Terakhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan 24 September 2021
• Tanggal Penjatahan untuk Pemesanan Saham Tambahan 27 September 2021
• Tanggal Pengembalian Uang Pemesanan Saham Tambahan 29 September 2021



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: PR

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dorong Asuransi Syariah, Tugu Insurance Hadirkan Promo #TuguShariaSemangat1010

Tugu Insurance memberikan penawaran menarik bagi nasabahnya melalui promo #TuguShariaSemangat1010 yang berlangsung sejak 10 hingga 31 Oktober 2021.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

Telkom Raih Penghargaan UN Women

Penghargaan ini diberikan kepada Telkom atas komitmen dan upayanya sebagai perusahaan yang mempromosikan kesetaraan gender di lingkungan kerja.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

Menko Airlangga: Anggaran PEN Sudah Terserap 58,3%

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan per 25 Oktober 2021, anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang sudah digunakan sebesar 58,3% dari pagu.

EKONOMI | 25 Oktober 2021

Apartemen di Bogor Janjikan Fixed Income selama 4 Tahun

PT Tajur Surya Abadi sebagai pengembang Royal Heights Apartment memberikan jaminan fixed income hingga 4 tahun untuk pembeli.

EKONOMI | 25 Oktober 2021

DNR Masuk, Ekuitas ZBRA Berubah Jadi Positif

PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) mencatatkan torehan positif seiring proyeksi bisnis yang semakin terarah.

EKONOMI | 25 Oktober 2021

Principal Asset Rilis Reksa Dana untuk Perencanaan Ibadah Haji

PT Principal Asset Management meluncurkan reksa dana Principal Haji Muda.

EKONOMI | 25 Oktober 2021

Investor Pasar Modal Naik Signifikan, OJK Perkuat Program Literasi Keuangan

Menurut Wimboh, masih banyak investor pasar modal dengan mindset ikut-ikutan atau hanya karena efek Fear of Missing Out (FOMO).

EKONOMI | 25 Oktober 2021

Sri Mulyani Waspadai 4 Isu Global yang Berpotensi Ganggu Perekonomian

Menurut Sri Mulyani, dinamika isu global berpotensi menciptakan dampak rambatan atau spill over terhadap perekonomian nasional.

EKONOMI | 25 Oktober 2021

Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 6,59 Juta

Sepanjang 2021, penambahan investor baru pasar modal sebanyak 2.716.347 investor. Sedangkan penambahan investor baru saham 1.313.050 investor.

EKONOMI | 25 Oktober 2021

Di Forum ASEAN Business, Jokowi: Pandemi Covid-19 Dimanfaatkan Perkuat Indonesia

Dalam pidatonya di Forum ASEAN Business and Investment Summit, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tegaskan pandemic Covid-19 dimanfaatkan untuk memperkuat Indonesia.

EKONOMI | 25 Oktober 2021


TAG POPULER

# Tes PCR


# Greysia Polii/Apriyani Rahayu


# Cristiano Ronaldo


# PSIS


# Sekjen Kemendagri



TERKINI
Dorong Asuransi Syariah, Tugu Insurance Hadirkan Promo #TuguShariaSemangat1010

Dorong Asuransi Syariah, Tugu Insurance Hadirkan Promo #TuguShariaSemangat1010

EKONOMI | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings