Logo BeritaSatu

Kenapa El Salvador Pakai Bitcoin? Apa Kabarnya Sekarang?

Selasa, 14 September 2021 | 14:51 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com - El Salvador, negara di Amerika Tengah yang relatif miskin, telah mengukir sejarah sebagai negara pertama di dunia yang mengadopsi bitcoin sebagai mata uang nasional.

Kebijakan itu dilontarkan oleh Presiden Nayib Bukele -- yang baru berusia 39 tahun -- dan disahkan oleh Kongres El Salvador Juni lalu dengan perbandingan suara 62-22.

Kenapa pemerintah dan parlemen kompak soal penggunaan bitcoin?

Pertama, El Salvador tidak punya mata uang sendiri. Negara itu menggunakan dolar Amerika untuk transaksi sehari-hari.

Kedua, 70% dari populasi El Salvador tidak punya rekening bank dan bekerja di sektor informal.

Ketiga, perekonomian El Salvador sangat bergantung pada remiten pekerja migran, yang kebanyakan berada di Amerika Serikat.

Sekitar seperempat warga El Salvador tinggal di Amerika dan tahun lalu mereka mengirim remiten US$ 6 miliar (Rp 85,5 triliun). Biaya pengiriman remiten via bank dinilai sangat membebani perekonomian nasional.

Presiden Bukele mengatakan bitcoin akan menjadi cara yang paling efisien dan cepat untuk mengirim remiten. Selain itu, bitcoin menjadi alat transaksi yang menguntungkan bagi pekerja di sektor informal yang tidak punya akses ke perbankan.

Menurut presiden, bitcoin merupakan solusi menuju sistem keuangan yang inklusif.

Apa yang berubah akibat kebijakan ini?

Pendek kata: banyak!

Pasal 7 dalam undang-undang baru tentang bitcoin mengharuskan semua perusahaan dan “agen-agen ekonomi” lainnya di El Salvador untuk menerima bitcoin sebagai alat pembayaran barang dan jasa, meskipun mereka yang belum punya akses ke teknologi ini akan dikecualikan.

Selain itu, daftar harga bisa dicantumkan dalam bitcoin dan warga negara boleh membayar pajak dengan bitcoin.

Untuk mendorong masuknya investor asing, transaksi menggunakan bitcoin akan dibebaskan dari pajak pendapatan modal.

Undang-undang yang disahkan Juni lalu juga mengharuskan pemerintah El Salvador untuk menyediakan solusi teknologi dan edukasi bagi masyarakat agar bisa menggunakan bitcoin dalam kehidupan sehari-hari.

Undang-undang tersebut berlaku sejak 7 September lalu.

Apa kabarnya sekarang?

Hari pertama bitcoin resmi menjadi mata uang nasional El Salvador, banyak masalah yang dihadapi seperti aksi protes di jalanan, malfungsi dalam aplikasi, dan anjloknya nilai bitcoin.

Pemerintah sudah membuat aplikasi bernama "Chivo Wallet" untuk transaksi bitcoin, tetapi tidak bisa ditemukan di app stores terkemuka. Baru di penghujung hari, aplikasi tersebut tersedia di platform Apple dan Huawei, tetapi masih sering macet.

Hari yang sama, nilai bitcoin anjlok 19% dari semula setara US$ 53.000. Setelah itu nilainya mulai merambat naik menjadi US$46.270, masih jauh di bawah nilai sebelumnya.

Artinya, pengguna bitcoin El Salvador mendapati fakta pahit bahwa mata uang kripto ini juga sangat rentan terhadap fluktuasi tajam, di hari pertama mereka menggunakannya secara nasional.

Kenapa El Salvador Pakai Bitcoin? Apa Kabarnya Sekarang?

Warga melakukan unjuk rasa di kota San Salvador menentang keputusan Presiden El Salvador Nayib Bukele untuk menggunakan bitcoin sebagai mata uang nasional, 7 September 2021. (AFP)

Presiden Bukele mungkin berhasil mengatasi kendala teknologi di hari pertama, tetapi risiko besar dalam penggunaan bitcoin akan selalu ada untuk jangka panjang.

Fluktuasi tajam bitcoin bisa menyulitkan pemerintah dalam menyusun anggaran belanja dan rencana perpajakan.

Bagi keluarga dan dunia usaha, saat ini mereka dalam situasi sangat dilematis, apakah tetap menyimpan dana dalam dolar atau pindah sepenuhnya ke bitcoin. Karena nilai mata uang kripto rentan untuk terjun bebas, pertaruhannya pun sangat besar.

Ingin meniru jejak El Salvador?

Dana Moneter Internasional, atau IMF, juga bukan penyokong mata uang kripto. Sebagai catatan, tahun lalu IMF sepakat meminjamkan dana darurat sebesar US$ 389 juta untuk El Salvador.

IMF mengatakan mata uang kripto berpotensi meningkatkan kejahatan keuangan.

"Tanpa upaya kuat untuk melawan tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme, aset-aset kripto bisa digunakan untuk mencuci uang hasil kejahatan, mendanai terorisme, dan menghindari pajak,” bunyi pernyataan IMF bulan lalu.

IMF menasihati negara-negara lain yang ingin mengikuti jejak El Salvador. Negara-negara lain diminta agar hanya menggunakan bentuk uang digital baru jika mereka bisa menjamin stabilitas, efisiensi dan kesetaraan dalam sistem finansial.

"Upaya untuk menjadikan aset-aset kripto sebagai mata uang nasional bukanlah jalan pintas yang kami sarankan," kata IMF.

Juga pada akhir Juli, Moody's Investors Service menurunkan peringkat utang El Salvador ke level junk akibat "memburuknya kualitas dalam pembuatan kebijakan", termasuk keputusan pemerintah mengadopsi bitcoin sebagai mata uang sah.

Menurut Moody's, El Salvador juga masih rentan pada guncangan finansial yang bisa melemahkan kemampuan pemerintah membayar utang mulai Januari 2023. Artinya, El Salvador kemungkinan masih butuh guyuran dana atau bailout dari IMF.

Saat ini, sejumlah negara seperti Ukraina dan Kuba menunjukkan indikasi untuk mengikuti langkah El Salvador.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: CNN, Euronews

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

DJP Optimistis Penerimaan Pajak 2022 Lampaui Rp 1.485 T

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) optimistis penerimaan pajak tahun 2022 akan melampaui  target yang ditetapkan sebesar Rp 1.485 triliun.

EKONOMI | 30 November 2022

Pertamina SMEXPO 2022 Dukung UMKM Binaan Naik Kelas

Sebanyak 500 UMKM binaan Pertamina akan berpartisipasi secara online maupun offline dalam Pertamina SMEXPO 2022.

EKONOMI | 30 November 2022

Honeywell Komitmen Dukung Pembangunan IKN Nusantara

Honeywell menyatakan kesiapan dalam mendukung Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara untuk mewujudkan ibu kota yang cerdas dan berkelanjutan.

EKONOMI | 30 November 2022

Erick Thohir Sebut Impor Beras Sebagai Langkah Keseimbangan

Erick Thohir menyatakan, impor beras sebagai langkah memastikan terjadinya keseimbangan dalam memenuhi kebutuhan beras dalam negeri.

EKONOMI | 29 November 2022

52,9 Juta Wajib Pajak Bisa Gunakan NIK Sebagai NPWP

Neil mengatakan, pengintegrasian NIK sebagai NPWP bertujuan meningkatkan pelayanan kepada wajib pajak.

EKONOMI | 29 November 2022

Pacu Bisnis KPR, KB Bukopin Gandeng Asosiasi Agen Properti

KB Bukopin mengumumkan kerja sama strategis dengan Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) dalam memacu bisnis kredit pemilikan rumah (KPR).

EKONOMI | 29 November 2022

Begini Strategi BRI Finance Targetkan NPF di Bawah 2,5%

PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menetapkan target NPF di bawah 2,5% melalui strategi tata kelola yang baik.

EKONOMI | 29 November 2022

Wamenkeu: Pemerintah Waspadai Dampak Kebijakan The Fed

Wamenkeu Suahasil Nazara mengatakan, gejolak perekonomian global bisa terjadi karena The Fed masih akan menaikan suku bunga acuan di tahun 2023 nanti.

EKONOMI | 29 November 2022

Indonesia Dapat Komitmen Rp 314 Miliar untuk Transisi Energi

Indonesia mendapat komitmen dana asing US$ 20 juta (Rp 314 miliar) untuk transisi energi.

EKONOMI | 29 November 2022

Selamat! Ini Dia Daftar Pemenang Kompetisi Bukit Asam Innovation Awards 2022 Greenovator

Kompetisi ini terdiri dari roadshow, workshop, penyampaian karya inovasi, screening, pembekalan, presentasi, verifikasi lapangan, dan penetapan pemenang.

EKONOMI | 28 November 2022


TAG POPULER

# Ferdy Sambo


# Impor Beras


# UMP DKI Jakarta


# Pemimpin Berambut Putih


# Adian Napitupulu


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
DJP Optimistis Penerimaan Pajak 2022 Lampaui Rp 1.485 T

DJP Optimistis Penerimaan Pajak 2022 Lampaui Rp 1.485 T

EKONOMI | 11 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE