Logo BeritaSatu

Stock Split Dinilai Momen Investor Ritel Beli Saham Bluechips

Rabu, 15 September 2021 | 12:46 WIB
Oleh : WBP

Jakarta, Beritaatu.com - Aksi korporasi memecah harga saham (stock split) dinilai menjadi momentum bagi investor ritel dan pemula untuk meraih saham bluechip atau saham unggulan berkapitalisasi besar, karena harga saham semakin terjangkau.

"Untuk stock split terutama di bluechip misalnya saham Bank BCA setidaknya akan menjadi peluang yang baik dari sisi investor atau emiten. Karena harga saham semakin terjangkau dan dapat menambah likuiditas transaksi," kata analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana saat dihubungi di Jakarta, Rabu (15/9/2021).

Salah satu emiten yang dalam waktu dekat melakukan stock split adalah PT Bank Central Asia Tbk. Emiten berkode saham BBCA itu telah mengumumkan akan melakukan pemecahan nilai saham dengan ratio 1:5. Saat ini harga saham BBCA bertengger di kisaran Rp 32.000. Apabila dihitung dari harga saat ini dengan ratio 1:5, harga saham BBCA menjadi Rp 6.400. Artinya, setiap satu lot saham, dana yang perlu disiapkan kurang lebih Rp 640.000. Padahal, dengan harga saat ini, 1 lot saham BBCA bisa mencapai Rp 3,2 juta.

Herditya menambahkan, dengan stock split emiten bluechip juga dapat menjadi kesempatan investor ritel yang ingin melakukan investasi jangka panjang karena saham-saham bluechip memiliki imbal hasil relatif tinggi dan stabil. "Saat ini kecenderungannya untuk bluechip lebih cocok untuk menengah ke panjang, meskipun tidak menutup kemungkinan bisa untuk trading dalam jangka pendek," kata Herditya.

Founder Finansialku Melvin Mumpuni menambahkan, biasanya investor ritel dan pemula menghindar membeli saham-saham blue chip karena harganya sudah terlampau mahal. Padahal, antusiasme mereka cukup tinggi karena kesadaran berinvestasi sudah semakin membaik di generasi milenial.

Menurut Melvin, stock split menjadi daya tarik bagi investor ritel dan pemula yang selama ini ingin masuk ke saham-saham blue chip, tetapi harganya belum bisa dijangkau. Saham BBCA yang akan dipecah dalam waktu dekat pun dapat menjadi opsi investasi yang menarik. "Kalau stock split sebenarnya kesempatan bagus, karena harga saham BBCA bisa lebih murah dan lebih terjangkau oleh investor ritel. Cocok untuk investasi jangka panjang seperti saham BBCA," ujar Melvin.

Sebelumnya, dalam keterbukaan informasi, BCA akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 September 2021 mendatang di Menara BCA, Grand Indonesia. Dalam rapat tersebut akan diusulkan pemecahan saham perseroan dengan rasio 1:5 sehingga nilai nominal saham perseroan yang semula adalah Rp 62,5 per saham akan menjadi Rp 12,5 per saham.

Manajemen Bank BCA menyampaikan, pemecahan saham perseroan bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan harga saham perseroan menjadi lebih terjangkau bagi para investor ritel termasuk demografi investor muda.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Sri Mulyani Sebut Risiko Global Meningkat Usai Pandemi

Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dunia dihadapkan pada beberapa risiko global yang diprediksi akan terjadi pada tahun depan.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Sah, Bank BJB Resmi Kuasai 7,15 Persen Saham Bank Bengkulu

Bank BJB resmi menjadi pemegang saham Bank Bengkulu setelah meraih persetujuan OJK atas penyertaan modal tahap pertama sebesar Rp 99,9 miliar.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Kuartal III, Modernland Realty Cetak Laba Rp 234,51 M

PT Modernland Realty Tbk (MDLN) catatkan kinerja keuangan positif pada kuartal III 2022, dengan membukukan laba Rp 234,51 miliar.

EKONOMI | 2 Desember 2022

RUPS LB: Semua Direksi dan Komisaris Bank Banten Diganti

RUPS LB memutuskan mengganti semua jajaran direksi dan komisaris Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten yakni Bank Banten.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Gelar IndonesiaNext, Cara Telkomsel Siapkan Talenta Digital

Telkomsel kembali menggelar IndonesiaNext, program yang membuka peluang bagi pemuda Indonesia untuk menjadi talenta digital berkualitas.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Sri Mulyani Harap Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV di Atas 5%

"Kami berharap sampai akhir tahun pertumbuhan ekonomi di atas 5% tetap bisa dipertahankan," kata Sri Mulyani.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Tolak UMP DKI 2023, Apindo: Kami Butuh Kepastian Hukum

Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ikut menolak penetapan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta tahun 2023

EKONOMI | 2 Desember 2022

Daikin Bangun Pabrik AC Rp 3,3 Triliun di Cikarang

Pabrik AC Daikin yang berlokasi di kawasan Cikarang memiliki kapasitas produksi 1,5 juta unit setiap tahunnya.

EKONOMI | 2 Desember 2022

200 Bankir ASEAN Kumpul di Labuan Bajo Bahas Sistem Pembayaran

Interkoneksi sistem pembayaran tanpa batas di kawasan ASEAN berpotensi mendukung pengembangan ekonomi di Indonesia.

EKONOMI | 2 Desember 2022

OJK Sebut Investor Asing Antre Minati Bank di Indonesia

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menyampaikan, sektor perbankan nasional sangat menarik bagi para investor, khususnya dari luar negeri.

EKONOMI | 2 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Menit Ke-32, Uruguay Gandakan Keunggulan atas Ghana

Menit Ke-32, Uruguay Gandakan Keunggulan atas Ghana

SEMESTA BOLA 2022 | 12 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE