Perkuat Jaringan Bisnis Koperasi Nasional, Dekopin Gandeng Ditjen Dukcapil dan Peruri
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perkuat Jaringan Bisnis Koperasi Nasional, Dekopin Gandeng Ditjen Dukcapil dan Peruri

Kamis, 16 September 2021 | 22:32 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) bersama mitranya PT Digikop Cipta Indonesia (Digikop) menggandeng Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri serta Perusahaan Uang Negara (Peruri). Langkah itu dilakukan untuk mempercepat dan memperluas penetrasi digitalisasi koperasi di Indonesia.

“Dekopin punya narasi besar tentang digitalisasi koperasi sebagai keniscayaan di era digital. Dekopin mencoba mempercepat langkah dengan menggandeng Dukcapil dan Peruri,” demikian Ketua Umum Dekopin, Nurdin Halid dalam sambutan pembukaan acara bertajuk “Sosialisasi Jaringan Bersama Akses Dukcapil serta Produk Digital dan Meterai Elektronik untuk Koperasi” yang digelar secara virtual, Selasa (14/9/2021).

Dalam acara sosialisasi tersebut, hadir dua narasumber utama yang membahas dua isu strategis. Dari Ditjen Dukcapil tampil Direktur Fasilitasi Pemanfaatan Data dan Dokumentasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemdagri, diwakili oleh Akhmad Sudirman Tavipiyono, yang membahas pemanfaatan data NIK Dukcapil bagi koperasi-koperasi di Indonesia.

Dari Peruri, hadir sebagai pembicara Direktur Pengembangan Usaha Peruri Fajar Rizki Lucky yang didampingi Mohamad Wirawan Widodo, SVP Peruri Digital Security, anak perusahaan Peruri di bidang Digital Security, yang membahas produk-produk digital dan meterai elektronik sebagai peluang bisnis baru bagi koperasi-koperasi di Indonesia.

Dua isu yang menjadi fokus kegiatan sosialisasi tersebut mendapat sambutan luas dari jaringan koperasi Indonesia.
Tercatat 460 peserta yang hadir di ruang zoom. Dari 460 peserta itu, sebanyak 80% adalah ketua dan atau pengurus koperasi mewakili masyarakat Koperasi dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Ini menjadi role model dalam upaya Dekopin mendesain kerjasama jaringan bisnis koperasi secara nasional. Kelemahan koperasi kita selama ini ialah sulit membangun jaringan kerjasama secara vertikal maupun horisontal. Jadi, ini langkah penting mempromosikan ekonomi anggota sekaligus mengkapitalisasi kekuatan koperasi negeri ini yang berjumlah sekitar 125.000 koperasi berbadan hukum dengan anggota 26 juta orang,” kata Nurdin Halid.

Menurut Nurdin Halid, digitalisasi sebagai solusi strategis untuk melakukan transformasi, konsolidasi, dan kapitalisasi potensi besar koperasi NKRI. ”Karena itu, sejak Hari Koperasi 12 Juli 2020 lalu, Dekopin bekerjasama dengan Digikop untuk merealisasi digitalisasi manajemen dan bisnis koperasi. Menggandeng Dukcapil dan Peruri adalah upaya nyata mewujudkan narasi besar digitalisasi koperasi NKRI,” Nurdin Halid menegaskan.

Akses Data Penting Negara

Di awal paparannya, Tavipiyono menyampaikan apresiasi atas inisiatif Dekopin dan Digikop membuat Jaringan Bersama Akses Data Dukcapil untuk koperasi-koperasi Indonesia.

Per 6 September 2021, terdapat 3904 lembaga yang bekerja sama dengan Dukcapi untuk menggunakan akses data ke server Dukcapil. Dan, menurut data historis tercatat sudah 6.768.677.339 miliar kali data Dukcapil dipakai.

“Namun, baru 9 koperasi dari 125.000 koperasi yang sudah melakukan perjanjian kerjasama dengan Dukcapil. Dari 9 koperasi tersebut, hanya empat koperasi yang memakai data Dukcapil, termasuk Dekopin sendiri. Kami tentu berharap, dari kegiatan sosialisasi hari ini akan banyak koperasi yang tertarik dan mau memanfaatkan akses data Dukcapil yang tentu sangat bermanfaat bagi perencanaan dan usaha-usaha koperasi,” ujar Tavipiyono.

Tavipiyono menjelaskan, manfaat nyata data Dukcapil bagi keperluan koperasi maupun anggota-anggotanya. “NIK dicantumkan dalam setiap dokumen kependudukan dan dijadikan dasar penerbitan paspor, surat izin mengemudi, nomor pokok wajib pajak, polis asuransi, sertifikat hak atas tanah, dan penerbitan dokumen identitas lainnya,” kata Tavipiyono mengutip mengutip Pasal 13 Ayat (3) UU Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Data Dukcapil, lanjut Tavipiyono, sudah dipakai oleh banyak lembaga negara dan pemerintahan untuk pelayanan publik, perencanaan pembangunan, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi, serta penegakan hukum dan pencegahan kriminal. “Jadi, semua bank pakai data Dukcapil. Begitu juga lembaga negara dan program Pemerintah seperti bansos, sensus, pemilu, pilkades, hingga Korlantas,” kata Tavipiyono, alumnus magister LA Trobe University, Australia.

Pembicara kedua dari Dukcapil, Christina Lilik Sudaryati, lebih fokus pada pembahasan tentang proses dan tahapan implementasi Jaringan Bersama untuk koperasi-koperasi Indonesia yang difasilitasi oleh Digikop, mitra Dekopin.

“Jumlah koperasi kita sangat besar. Seharusnya 125 ribu koperasi itu bisa memanfaatkan posisi Dekopin dengan Jaringan Bersama yang sudah dibangun bersama Digiko. Ingat, Dukcapil hanya memberikan hak akses data kepada lembaga. Bukan memberikan data. Jadi, server Dukcapil hanya menyatakan apakah data berbasis NIK itu benar adanya atau tidak,” papar Christina.

Dia menyebut koperasi-koperasi yang akan menandatangani kerja sama dengan Dukcapil harus menyerahkan lima dokumen persyaratan yaitu Anggaran Dasar, Surat Pengesahan Badan Hukum, surat keterangan domisili, surat keterangan tempat usaha, dan rekomendasi tertulis dari otoritas yang berwewenang membina dan mengawasi lembaga berbadan badan hukum.

“Persyaratan terakhir berupa surat rekomendasi tertulis itu dikeluarkan oleh Dinas Koperasi tingkat propinsi atau tingkat kabupaten di mana Koperasi itu dibentuk,” tambah Christina.

Sementara itu, Direktur Utama PT DCI (Digikop) Nurlia Nafusa menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan Jaringan Bersama untuk memudahkan koperasi-koperasi di Indonesia yang jumlahnya ratusan ribu bisa mengakses data NIK Dukcapil. Semua koperasi, ujar Nurlia, diharapkan secara bersama-sama memakai jaringan yang disiapkan pihak Digikop bersama Dekopin.

“Jaringan Bersama ini diinisiasi oleh Dekopin dan difasilitasi oleh Digikop agar koperasi-koperasi secara kolektif dan efisien bisa mengakses data NIK anggota maupun calon anggota koperasi. Kami katakan efisien karena koperasi-koperasi tidak dikenakan biaya. Ini merupakan salah satu inisiatif untuk mengembangkan akses Masyarakat Koperasi Indonesia kepada database penting milik negara,” ujar Nurlia usai acara sosialisasi.

Sementara Direktur Pengembangan Usaha Peruri Fajar Rizki Lucky menjelaskan bahwa sesuai PP Nomor 6 Tahun 2019 tentang Peruri, Peruri mendapat tugas baru negara, yaitu menjalankan sistem digitalisasi dokumen negara dan bisnis produk-produk digital. Dikatakan, tugas bisnis digital bertujuan untuk mendatangkan pendapatan negara dari produk-produk digital.

“Jadi, selain tugas utama yang lama mencetak uang, meterai, perangko dan lain-lain, Peruri mendapat tugas tambahan memproduksi dan mendistribusikan produk digital dan meterai elektronik yang menjadi tuntutan kemajuan di era digital. Ada beberapa produk digital yang bisa dipakai oleh koperasi baik untuk urusan administrasi secara elektronik dengan anggota maupun ikut menjadi agen atau distributor produk-produk digital Peruri,” ujar Lucky yang mengawali karirnya di Peruri tahun 2013 sebagai Kepala Departemen Keuangan.

Selain Lucky, Peruri juga menampilkan narasumber Mohamad Wirawan Widodo, SVP Peruri Digital Security, anak perusahaan Peruri. Wirawan menjelaskan secara lebih teknis tentang produk-produk digital dan bagaimana sistem keamanan produk digital (security electronic system).

“Ada tiga level jaminan keamanan sehingga percayalah bahwa kerjasama Peruri dengan koperasi sangat aman, terutama terkait dokumen kerjasama koperasi dengan anggota. Misalnya, pemakaian tandatangan dan meterai elektronik. Kami punya sistem dengan tiga level jaminan keamanan. Jadi, sistem keamanan ini semacam satpam digital,” Wirawan.

Wirawan mengaku optimistis bahwa kerja sama antara Dekopin dan Digikop yang ditindaklanjuti lewat perjanjian kerjasama akan terwujud dan sukses. “Kami perlu sampaikan bahwa Digikop adalah salah satu Mitra Strategis Peruri yang bergerak di market koperasi atau sesuai ekosistem Digikop,” kata Wirawan.

Ia menerangkan, Peruri merupakan representasi dari pemerintah RI untuk menjamin keamanan Big Data Nasional, dengan pengakuan sebagai Pihak Netral Terpercaya (Trusted 3rd Party). Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2019, Peruri dipercaya menjadi pencetak dokumen sekuriti negara dan sertifikat bernilai uang serta jasa digital sekuriti.

“Peruri menjadi mitra terpercaya untuk melakukan otentikasi dokumen digital, memastikan keaslian dokumen digital melalui solusi digital yang komprehensif,” ujar Wirawan.

Saat ini, jelas Wirawan, ada sejumlah produk digital Peruri yang bisa diimplementasikan oleh koperasi. Produk pertama, Peruri Code yang meliputi Peruri QR & Peruri Seal (menjaminkan keaslian barang dengan kode sekuriti), Peruri Token (Keyla - memastikan orang yang bertransaksi di dunia digital adalah orang yang berwenang (eligible) – multifactor authentication, dan digital certificate (sertifikat digital yang diterbitkan sebagai identitas elektronik).

Digital Certificate untuk identitas digital bagi internal employee, partner dan client yang menggunakan layanan. Misalnya, dokumen simpan pinjam dan onboarding anggota. Peruri Token juga relevan untuk koperasi terkait multi-faktor otentikasi pada saat proses penandatanganan (stamping) dokumen elektronik untuk korespondensi dengan regulator maupun untuk pengguna dalam mengakses layanan seperti pelanggan dan mitra kerja,” kata Wirawan.

Kedua, Peruri Sign yang meliputi Perisai (menjaminkan keaslian dokumen digital dengan tanda tangan digital), Peruri Tera (menjaminkan dokumen digital berasal dari instansi yang sah), dan meterai elektronik (pajak atas dokumen elektronik).

“Produk Peruri Tera berupa digital stamp bisa dipakai di koperasi untuk setiap dokumen elektronik surat korespondensi, surat keterangan, sertifikat pelatihan bagi tenaga ahli, dsb. Produk Perisai juga penting yaitu untuk keperluan layanan tanda tangan digital sebagai verifikasi dan autentikasi dokumen elektronik bagi partner atau pun klien dalam korespondensi dengan koperasi,” Wirawan memaparkan.

Yang paling penting dan menarik bagi koperasi ke depan ialah meterai elektronik, yaitu pembubuhan pajak atas dokumen elektronik melalui Bea Meterai untuk surat elektronik maupun dokumen elektronik antara lainnya.

“Surat perjanjian, surat keterangan, surat pernyataan, atau surat sejenis lainnya yang berhubungan dengan aktivitas koperasi seperti dokumen terkait simpan pinjam. Meterai elektronik juga penting dipakai untuk dokumen penerimaan atau pelunasan uang yang menyatakan jumlah uang dengan nominal di atas Rp 5.000.000, dokumen lelang, dan dokumen transaksi lain dalam hubungan kerja Koperasi dengan mitra/kontraktor/vendor,” jelas Wirawan.

Ditambahkan, pada bulan Oktober 2020, pemerintah mengesahkan UU Nomor 10 Tahun 2020 Bea Meterai untuk menyesuaikan perkembangan teknologi dan komunikasi dalam kegiatan perekonomian. “Salah satu pembaharuan yaitu besaran tarif untuk Bea Meterai sebesar Rp 10.000, dari yang semula sebesar Rp 3.000 dan Rp 6.000. Tarif baru ini berlaku mulai 1 Januari 2021,” pungkas Wirawan.

Nurlia Nafusa menjelaskan bahwa sesuai narasi besar Dekopin tentang digitalisasi koperasi, Digikop telah menyediakan 4 aplikasi yaitu Digikopin, Wahana Rumah Koperasi, Jasapay, dan Pro Digikop. Menurut Nurlia, implementasi bisnis berdasarkan Revenue Sharing Model oleh Digikop.

“Untuk menggunakan aplikasi – aplikasi tersebut, koperasi tidak dipungut biaya di depan, namun biaya akan diimplementasikan sesuai penggunaan, atau per transaksi. Hal ini membuat fleksibilitas setiap koperasi untuk hanya membayar biaya sesuai dengan level bisnis yang dilakukan saat itu,” jelas Nurlia.

Nurlia menambahkan, sebagian dari keuntungan yang didapatkan Digikop per transaksi akan dibagi secara proporsional kepada koperasi partner sebagai pembagian hasil, yang akan memberikan nilai tambah untuk anggota agar bertransaksi secara digital. Dalam proses penetrasi, Digikop terbuka untuk bekerja sama dengan Dekopinwil dan Dekopinda maupun induk koperasi dan pusat koperasi sebagai koordinator sesuai wilayah kerja masing-masing.

“Dalam bisnis berbasis kinerja, jumlah transaksi akan terekam secara digital dan pihak koperasi partner maupun koordinator akan mendapatkan laporan secara periodik untuk mengecek kinerja masing-masing. Semua itu akan diikat dalam perjanjian kerjasama yang dilakukan setelah pihak manajemen Digikop yang secara kontinu melakukan presentasi bisnis secara regional maupun langsung dengan masing-masing koperasi,” pungkas Nurlia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Fokus Pasar: Pergerakan IHSG Diselimuti Aksi Profit Taking

Pergerakan IHSG diselimuti oleh aksi taking profit seiring dengan kenaikan yang cukup signifikan dalam 2 pekan terakhir.

EKONOMI | 21 Oktober 2021

Bursa Asia Dibuka Mixed

Nikkei 225 Tokyo turun 0,64%, Topix Jepang turun 0,36%, S&P/ASX 200 Australia datar, Kospi Korsel naik 0,3%.

EKONOMI | 21 Oktober 2021

Stok AS Turun, Harga Minyak Mentah Dunia Naik

Brent naik 0,87% ke US$ 85,82 per barel. WTI naik 1,1% ke US$ 83,37 per barel.

EKONOMI | 21 Oktober 2021

Inovasi dan Digitalisasi Bantu Petani dan Konsumen Atasi Keterbatasan SDA

Perikanan punya potensi besar untuk mengambil peranan penting sebagai solusi terbatasnya SDA.

EKONOMI | 24 Agustus 2021

Bursa Eropa Menguat, Inflasi Inggris Melambat

Indeks Stoxx600 naik 0,32%, DAX Jerman naik 0,05%, FTSE Inggris naik 0,08%, FTSE MIB Italia naik 0,94%.

EKONOMI | 21 Oktober 2021

Bitcoin "to the Moon", Dow Jones Tembus Rekor

Dow Jones ditutup naik 0,4% ke 35.609,34. Sebelumnya Dow sempat menembus rekor intraday tertinggi 35.669,69 di awal sesi.

EKONOMI | 21 Oktober 2021

Komut PTPP Harap Proyek Dermaga Terminal Berlian Rampung Tepat Waktu

Proyek penguatan struktur dermaga terminal Berlian di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya ditargetkan rampung pada kuartal III 2022.

EKONOMI | 20 Oktober 2021

Perlu Pemberdayaan Pekerja Perempuan untuk Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

Peningkatan kesadaran peran dan perlindungan perempuan dalam angkatan kerja menjadi sangat penting, mengingat perempuan merupakan salah satu kelompok rentan.

EKONOMI | 20 Oktober 2021

Sinovac Siap Dukung Indonesia Jadi Pusat Produksi Vaksin

Sinovac Sinovac Biotech Ltd berencana mendirikan pusat vaksin Sinovac untuk membantu Indonesia menjadi pusat produksi vaksin regional.

EKONOMI | 20 Oktober 2021

Mowilex Setop Produksi Cat yang Mengandung Timbal

Mowilex meraih Global CSR Best Environmental Excellence Award sebagai apresiasi atas komitmen perusahaan pada upaya pelestarian lingkungan.

EKONOMI | 20 Oktober 2021


TAG POPULER

# Losmen Bu Broto


# Pedang Perang Salib


# Syarat Perjalanan Domestik


# Aipda Ambarita


# Anies Baswedan



TERKINI
Presiden G-20 Women’s Forum Dukung Jessica Widjaja

Presiden G-20 Women’s Forum Dukung Jessica Widjaja

DUNIA | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings