OJK Tegaskan Aturan Baru Unit Link Dirilis Tahun Ini
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

OJK Tegaskan Aturan Baru Unit Link Dirilis Tahun Ini

Jumat, 17 September 2021 | 18:42 WIB
Oleh : Prisma Ardianto / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan aturan baru mengenai produk asuransi yang dikaitkan dengan asuransi (PAYDI) atau unit link akan dirilis tahun ini. Beleid yang nantinya berupa surat edaran (SE) itu berupaya memastikan pemahaman pemegang polis dan transparansi lebih dari perusahaan asuransi.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Riswinandi menyampaikan, produk unit link sudah memiliki portofolio yang cukup besar terhadap perolehan premi asuransi. Namun penyempurnaan pengaturan perlu dilakukan meski pandemi Covid-19, berikut dengan banyaknya pengaduan yang terjadi. "Di aturan ini kita juga minta transparansi biaya-biaya, seperti biaya proteksi atau biaya penghentian polis. Memang ini perubahannya agak drastis, beberapa hal masih dikoordinasikan. Kita punya target dalam tahun ini aturan terbarunya keluar berupa SE," kata Riswinandi, Kamis (16/9).

Dia menjelaskan, beleid terbaru unit link nantinya mengatur supaya perusahaan asuransi hanya bisa menjual kepada calon pemegang polis yang mengerti karakteristik produk. Karena berdasarkan temuan OJK, banyak dari pemegang polis unit link protes bahwa nilai unitnya menurun. Hal itu seharusnya dipahami nasabah karena penempatan investasi banyak dilakukan di pasar modal yang fluktuatif, apalagi melihat kondisi saat ini.

"Ilustrasi selama ini investasi di pasar modal itu positif terus, dengan adanya kejadian saat ini, harga saham fluktuatif, investasinya tidak sesuai dengan yang ada di ilustrasi. Karena tidak mengerti akhirnya protes, melaporkan kemana-mana bahwa ini ada penggelapan di perusahaan asuransi," terang Riswinandi.

Dia menuturkan, SE ini intinya bagian upaya OJK untuk membatasi adanya perselisihan antara perusahaan asuransi dan nasabah. Selain nasabah yang harus benar-benar mengerti karakteristik produk, perusahaan asuransi juga didorong untuk lebih transparan, sebagai bentuk edukasi pada nasabah memutuskan kebijakan investasinya. Apalagi jika dari kacamata perusahaan asuransi, risiko produk unit link ditanggung oleh para pemegang polis.

"Perusahaan asuransi juga perlu transparan terkait penempatan investasi. Kemudian yang lebih penting adalah bagaimana pemegang polis mengerti posisinya, di dalam tagihan premi sekarang kita minta harus ada hasil unit investasi dan berapa lama harus bayar premi. Jadi mereka tau nilai unitnya untuk memutuskan terus atau berhenti dengan melihat situasi di pasar modal. Kalau dihentikan tentu manfaat proteksinya tidak dapat, paling hanya mendapatkan manfaat pengembangan dana," tandas Riswinandi.

Di sisi lain, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melalui laporannya sampai dengan semester I 2021 mencatat bahwa premi unit link mampu tumbuh 17% secara year on year (yoy) menjadi Rp 64,44 triliun. Sementara premi produk tradisional naik sebesar 18% (yoy) menjadi sebesar Rp 40,27% triliun. Masing-masing produk memiliki kontribusi sebesar 62% dan 38% terhadap pendapatan premi.

Kabid Marketing dan Komunikasi AAJI Wiroyo Karsono menyampaikan, pertumbuhan premi unit link membuktikan bahwa produk tersebut masih banyak diminati masyarakat. Sedangkan pertumbuhan premi tradisional banyak dipengaruhi dari lini bisnis asuransi kesehatan yang sedang naik daun karena pandemi Covid-19. "Kita lihat produk unit link tetap menunjukkan peningkatan di semester I 2021, artinya juga ketertarikan produk tetap ada. Ada beberapa kasus dari nasabah yang mengajukan komplain, tapi berhasil diselesaikan. Namun karena unit link ini memberikan investasi berikut dengan proteksi itu dinilai masih menarik. AAJI berharap anggota lebih inovatif dan kreatif agar produk lain juga terus meningkat," ucap dia.

Wiroyo menegaskan, AAJI dilibatkan dan dimintai pandangan terkait penyempurnaan regulasi unit link. Secara umum, produk unit link sebetulnya tidak bermasalah, hal yang disoroti OJK adalah nasabah mesti benar-benar mengerti isi produk, mulai dari risiko, biaya, sampai manfaat produk. "Sehingga tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. Kami juga berupaya memberikan hasil investasi yang baik agar nasabah diuntungkan. Tidak ada pemikiran sama sekali bahwa ingin merugikan nasabah," jelas dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hari Santri Nasional, Kemenaker Hadiahi Santri untuk Pelatihan di BLK

Memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2021, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, memberikan kado istimewa berupa "Beasiswa 1.000 Talenta Santri".

EKONOMI | 23 Oktober 2021

Konsolidasi Operator Percepat Transformasi Digital Nasional

Konsoldisasi operator merupakan salah satu bentuk konkret dukungan industri kepada rencana pemerintah membangun transformasi digital.

EKONOMI | 22 Oktober 2021

Bank Jatim Bantah Data Nasabah Bocor, Ini Penjelasannya

"Integritas data nasabah tetap terjaga dan para nasabah Bank Jatim bisa tetap tenang untuk melakukan transaksi keuangan perbankan,” jelas Tonny.

EKONOMI | 22 Oktober 2021


Modernland Luncurkan Jakarta Business District, CBD Baru di Koridor Timur Jakarta

Modernland Realty kenalkan Jakarta Business District yang berlokasi di Jakarta Garden City, sebagai kawasan CBD baru di koridor timur Jakarta.

EKONOMI | 22 Oktober 2021

Hadapi Bonus Demografi, Kemenaker Terus Lakukan Pelatihan Vokasi

Kemenaker terus meningkatkan kompetensi pencari kerja melalui berbagai pelatihan vokasi.

EKONOMI | 22 Oktober 2021

Makmur Berkah Pastikan Halal Industrial Park Sidoarjo Siap Beroperasi

Halal Industrial Park Sidoarjo fase pertama siap ditempati pelaku usaha pada akhir Oktober 2021.

EKONOMI | 22 Oktober 2021

Gagasan Indonesia untuk Pulihkan Penerbangan Sipil Diterima Forum ICAO

Menhub menyambut baik hasil kesepakatan anggota ICAO dalam upaya bersama memulihkan penerbangan sipil global akibat pandemi Covid-19.

EKONOMI | 22 Oktober 2021

EMI Resmi Bergabung, PLN Kejar Target Dekarbonisasi 117 Juta Ton CO2

Setelah bergabung dengan PLN, pendapatan EMI ditargetkan mencapai lebih dari Rp 8 triliun pada 2025.

EKONOMI | 22 Oktober 2021

Hipmi Jaya Dukung Langkah Presiden Jokowi Benahi BUMN

Shandy menyampaikan, sudah semestinya BUMN menjadi lokomotif perekonomian negara, bukannya menjadi beban negara.

EKONOMI | 22 Oktober 2021


TAG POPULER

# Aipda Ambarita


# WhatsApp


# Tes PCR


# Denmark Terbuka


# Antidoping



TERKINI
Denmark Open: Jojo Tak Bisa Lanjutkan Pertandingan, Indonesia Hanya Kirim 2 Wakil ke Semifinal

Denmark Open: Jojo Tak Bisa Lanjutkan Pertandingan, Indonesia Hanya Kirim 2 Wakil ke Semifinal

OLAHRAGA | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings