Kisah Evergrande, Raksasa Properti Tiongkok yang Terancam Bangkrut
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kisah Evergrande, Raksasa Properti Tiongkok yang Terancam Bangkrut

Minggu, 19 September 2021 | 16:15 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro, Grace Eldora Sinaga / FMB

Shenzhen, Beritasatu.com - China Evergrande Group, perusahaan properti terbesar kedua di Tiongkok berdasarkan penjualan, terancam bangkrut karena terlilit utang hingga US$ 300 miliar.

Jika bangkrut, dampaknya akan sangat besar terhadap sistem keuangan Tiongkok. "Kebangkrutan Evergrande akan menjadi ujian terbesar sistem keuanga Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir," kata Mark William, ekonom Asia Capital Economics.

Apa itu Evergrande?
Dulu Evergrande dikenal dengan nama Hengda. Evergrande adalah perusahaan properti terbesar kedua di Tiongkok berdasarkan penjualan.

Evergrande memiliki kantor pusat di Shenzhen. Evergrande menjual apartemen ke kelas menengah dan menengah ke atas. Evergrande memiliki proyek di 280 kota.

Perusahaan ini didirikan pada 1997 oleh Hui Ka Yan, salah satu orang terkaya di Tiongkok. Maret lalu, Forbes menempatkan Hui orang terkaya ketiga di Tiongkok, tetapi pada Desember turun ke no.10.

Evergrande menjadi besar seiring booming ekonomi Tiongkok. Evergrande telah mengerjakan 1.300 proyek, mulai dari komersial hingga infrastruktur, 200.000 karyawan, dan secara tidak langung menciptakan 3,8 juta lapangan kerja. Evergrande Group juga memiliki usaha di bidang makanan, asuransi, TV/film, pariwisata, hingga klub sepak bola.

Kenapa Utang Evergrande Begitu Besar?
Perusahaan yang terdaftar di Hong Kong ini mengandalkan utang untuk mendanai pertumbuhan yang cepat. Tetapi perusahaan itu dalam beberapa tahun terakhir berjuang untuk melunasi utangnya.

Beberapa tahun terakhir, Evergrande menggencarkan akuisis di tengah tingginya permintaan real estate. Tetapi raksasa properti ini mulai jatuh sejak Pemerintah memberlakukan peraturan baru pada Agustus 2020 terkait batas total utang perusahaan properti.

Evergrande mengandalkan prapenjualan untuk mendanai proyek-proyeknya. Peraturan baru Tiongkok membuat Evergrande terpaksa menjual proyek-proyeknya dengan diskon tinggi.

Lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings memangkas peringkat perusahaan menjadi CC. Moody's juga memangkas peringkatnya, menunjukkan kemungkinan default atau sangat dekat dengan default. Sementara Goldman Sachs telah memangkas kepemilikan sahamnya dari netral menjadi jual.

Saham Evergrande juga anjlok 80% sejak awal tahun, dari 14,14 dolar Hong Kong menjadi 2,54 dolar Hong Kong. Obligasi perusahaan juga disuspen oleh otoritas pasar modal Tiongkok.

Dampak jika Evergrande Bangkrut
Real estate adalah salah satu mesin pertumbuhan ekonomi Tiongkok, dengan kontribusi 29% terhadap PDB. Kebangkrutan perusahaan berskala besar akan memiliki dampak besar.

Sektor perbankan, investor/pembeli rumah, kontraktor adalah tiga kelompok yang paling terdampak jika Evergrande bangkrut.

Sebelumnya, perusahaan telah menjual aset termasuk melepas saham dalam kepemilikan, seperti aset pada bisnis internet yang terdaftar di Hong Kong, aset di bank regional, dan perusahaan properti di daratan Tiongkok. Sementara itu laporan yang dilansir dari AFP mengatakan, perusahaan sedang mempertimbangkan penjualan kantor pusatnya di Hong Kong beserta sebidang tanah besar di kota dengan nilai jual rugi.

Puluhan investor/pembeli rumah melakukan demonstrasi di kantor Evergrande awal pekan ini. Mereka semakin marah karena Evergrande menawarkan properti dan tempat parkir sebagai ganti rugi, bukan pembayaran tunai, membuat investor semakin marah.

Para ahli mengatakan, pengembang yang sahamnya terdaftar di Hong Kong itu memiliki lebih dari 1 juta unit prabayar yang belum dibangun. Banyak dari demonstran merupakan pembeli yang pertama kali mencoba menginjakkan kaki di pasar properti Tiongkok.

Perusahaan pada Selasa (14/9) mengakui bahwa pihaknya berada di bawah tekanan luar biasa dan mungkin tidak dapat memenuhi kewajibannya. Namun, analis percaya bahwa terlepas dari masalah kelompok itu, pemerintah Tiongkok tidak akan membiarkan raksasa seperti itu bangkrut. Malah akan mendorong perusahaan menurunkan utang dan menerapkan tekanan untuk mengurangi eksposurnya.

"Gagal bayar Evergrande dapat merusak kepercayaan konsumen jika itu mempengaruhi simpanan rumah tangga untuk rumah yang belum selesai. Tetapi kami menganggap pemerintah akan bertindak untuk melindungi kepentingan rumah tangga, membuat hal ini tidak mungkin," kata lembaga pemeringkat internasional kredit Fitch Ratings dalam catatan Rabu lalu.

Pelaku pasar dari Hong Kong ke New York sejauh ini menanggapi masalah Evergrande dengan tenang, terlepas dari berita buruk tentang perusahaan selama berbulan-bulan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Bloomberg, AFP, DW, CNBC.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hati-hati IHSG Berpeluang Turun, Simak Saham Pilihannya

Secara teknikal IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 6.616 - 6.711.

EKONOMI | 19 Oktober 2021

Harga Emas Tertekan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

Harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi US$ 1.765,14 per ons.

EKONOMI | 19 Oktober 2021


Klinik Kekayaan Intelektual Diharapkan Lindungi UMKM hingga ke Pelosok Daerah

Adanya klinik intelektual akan memudahkan masyarakat dan pelaku UMKM mendapatkan informasi serta pendampingan terkait pelindungan kekayaan intelektual.

EKONOMI | 19 Oktober 2021

S&P 500 Catat Kenaikan Hari Keempat, Investor Pantau Kinerja Pendapatan

S&P 500 naik 0,3% menjadi 4.486,46, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 36,15 poin, atau 0,1%, menjadi 35.258,61.

EKONOMI | 19 Oktober 2021

Respons Pelambatan Ekonomi Tiongkok, Bursa Eropa Turun

Pan-European Stoxx 600 turun 0,5%, dengan saham otomotif terkoreksi 1,9% memimpin pelemahan.

EKONOMI | 19 Oktober 2021

Industi Kimia Merupakan Sektor Prioritas Peta Jalan Industri 4.0

Industri kimia, termasuk di dalamnya industri metanol, merupakan salah satu sektor prioritas dalam peta Jalan Making Indonesia 4.0.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

Wapres Apresiasi Kontribusi PLN Hadirkan Listrik di Desa Terpencil

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengapresiasi PT PLN (Persero) yang dapat menjalankan program Listrik Desa dengan optimal.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

Entrepreneur Muda dari Balikpapan Ini Bangun Usaha dengan Berjualan di Medsos

Dalam waktu dekat ini, Adi juga berencana ini membuka barbershop by MS Glow khusus pria yang akan dibangun di Balikpapan.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

Pemerintah Minta Republik Korea Buka Kembali Penempatan PMI Skema G to G

Kemenaker mendorong Pemerintah Korsel agar segera dibuka kembali penempatan Pekerja Migran Indonesia.

EKONOMI | 18 Oktober 2021


TAG POPULER

# Jembatan Gantung


# Merah Putih


# Piala Thomas


# Luhut Pandjaitan


# Kasus Covid-19



TERKINI
Pfizer Ajukan Otorisasi Vaksin Covid-19 untuk Anak 5-11 Tahun di Kanada

Pfizer Ajukan Otorisasi Vaksin Covid-19 untuk Anak 5-11 Tahun di Kanada

DUNIA | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings