RUU KUP Dinilai Tidak Peka akan Keadaan UKM
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

RUU KUP Dinilai Tidak Peka akan Keadaan UKM

Rabu, 22 September 2021 | 14:57 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 14 asosiasi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) meminta pemerintah dan DPR agar tidak mengabaikan aspirasi pelaku UMKM dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP).

Mewakili 14 asosiasi UMKM tersebut, Ketua Umum Kolaborasi Usaha Kecil dan Menengah Nasional (Komnas UKM) Sutrisno Iwantono melihat pemerintah dan DPR tidak peka terhadap keadaan UKM.

“RUU KUP yang sedang dibahas tidak lebih baik dari yang dulu, khususnya dari kepentingan UMK. Padahal hal itu diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil khususnya Pasal 124 yang merupakan turunan Undang-Undang Cipta Kerja,” kata Sutrisno Iwantono dalam konferensi pers secara daring, Rabu (22/9/2021).

Dalam peraturan pemerintah yang menjadi aturan turunan UU Cipta Kerja, UMK diberi kemudahan atau penyederhanaan administrasi perpajakan dalam rangka pengajuan fasilitas pembiayaan dari pemerintah pusat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan. UMK tertentu juga dapat diberikan insentif pajak penghasilan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pajak penghasilan.

Namun, RUU-KUP ternyata bertolak belakang dengan amanat Undang-Undang tersebut. Sebagai contoh, dalam RUU KUP, pemerintah berencana untuk menerapkan pajak penghasilan minimum sebesar 1% dari peredaran bruto. Asosiasi UMKM mengusulkan ketentuan ini tidak diberlakukan bagi UMK.

“Kami meminta UMK tetap dikenakan pajak final sebesar 0,5% dari penjualan atau omzset bruto tahunan, bahkan untuk usaha mikro sementara ini 0% dengan bercermin dari negara lain atau dengan alternatif pilihan dikenai PPh sesuai Pasal 31 e Undang-Undang Pph, sehingga kami sangat keberatan apabila Pasal 31 e akan dihapuskan dalam RUU KUP yang saat ini sedang dibahas,” papar Iwantono.

Usulan lainnya adalah besarnya penjualan omset bruto tahunan dinaikan dari Rp 4,8 miliar per tahun menjadi Rp 15 miliar, agar selaras dengan kriteria Undang-Undang No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Apalagi angka Rp 4,8 miliar sudah berlangsung hampir 10 tahun sehingga diperlukan penyesuaian akibat inflasi dan perkembangan ekonomi.

Ketua Komunitas UMKM Naik Kelas Raden Tedy juga menyampaikan, mayoritas pelaku UMKM di Indonesia berpendidikan rendah, di mana lebih dari 71% tidak mengerti dan tidak membuat laporan keuangan. Selain itu, 99,6% pelaku UMKM adalah usaha mikro yang karakteristik usahanya untuk memenuhi kebutuhan pokok, bermodal kecil, banyak menampung pengangguran, serta rawan bangkrut.

“Terakit dengan RUU KUP, hal ini sangat merisaukan pelaku UMKM, terutama usaha mikro yang mendominasi. Kami menolak RUU ini yang akan menyulitkan kawan-kawan UMKM yang seharusnya mendapatkan lebih banyak binaan dan insentif,” kata Tedy.

14 asosiasi yang menyatakan menolak RUU KUP tersebut yakni Komnas UKM, Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Himpunan Usaha Mikro Kecil Indonesia (Hipmikindo), Apindo Bidang UKM, Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (Asita), UKMIndonesia.id, Komunitas UMKM Naik Kelas, ASMI Women Empowerment, Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkopas), Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (APPI), Pusat Koperasi Karyawan DKI Jakarta (Puskopkar) DKI Jakarta, Puskoppas DKI Jakarta, Jaringan Startup Bandung, dan Komunitas Restoran Jakarta.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rupiah dan Mata Uang Asia di Zona Hijau pada Awal Perdagangan

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.067 - Rp 14.080 per dolar AS.

EKONOMI | 19 Oktober 2021

IHSG di Sekitar Garis Datar pada Awal Sesi

Pukul 09.10 WIB, IHSG naik 1,0 poin (0,0%) menjadi 6.656.

EKONOMI | 19 Oktober 2021

Fokus Pasar: Komoditas Meningkat, Neraca Perdagangan Surplus

Surplusnya neraca dagang pada bulan September 2021 memperpanjang tren kenaikan surplus sejak Mei 2020.

EKONOMI | 19 Oktober 2021

IHSG Rawan Terkoreksi, Ini Saham Pilihannya

Level support IHSG berada di 6.392, 6.263, sedangkan level resisten berada di 6.680, 6.690.

EKONOMI | 19 Oktober 2021

PTK Raih Penghargaan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan

PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) raih penghargaan tanggung jawab sosial.

EKONOMI | 19 Oktober 2021

Hati-hati IHSG Berpeluang Turun, Simak Saham Pilihannya

Secara teknikal IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 6.616 - 6.711.

EKONOMI | 19 Oktober 2021

Harga Emas Tertekan Kenaikan Imbal Hasil Obligasi AS

Harga emas di pasar spot turun 0,1% menjadi US$ 1.765,14 per ons.

EKONOMI | 19 Oktober 2021


Klinik Kekayaan Intelektual Diharapkan Lindungi UMKM hingga ke Pelosok Daerah

Adanya klinik intelektual akan memudahkan masyarakat dan pelaku UMKM mendapatkan informasi serta pendampingan terkait pelindungan kekayaan intelektual.

EKONOMI | 19 Oktober 2021

S&P 500 Catat Kenaikan Hari Keempat, Investor Pantau Kinerja Pendapatan

S&P 500 naik 0,3% menjadi 4.486,46, sedangkan Dow Jones Industrial Average turun 36,15 poin, atau 0,1%, menjadi 35.258,61.

EKONOMI | 19 Oktober 2021


TAG POPULER

# Merah Putih


# Penembakan Laskar FPI


# Cuaca Ekstrem


# Pasien Covid-19


# Ganjar Pranowo



TERKINI
Prediksi Pertandingan: Tandang ke Markas Bruges, Manchester City Waspada

Prediksi Pertandingan: Tandang ke Markas Bruges, Manchester City Waspada

BOLA | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings