Kemenperin Sukses Merelokasi Produksi Mesin Cuci dari Tiongkok, Kini Ekspor ke Jepang
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemenperin Sukses Merelokasi Produksi Mesin Cuci dari Tiongkok, Kini Ekspor ke Jepang

Kamis, 23 September 2021 | 15:08 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah saat ini serius dalam upaya pengelolaan dan perbaikan iklim usaha khususnya bagi pelaku industri di Tanah Air, dengan ditandai berbagai kebijakan probisnis yang telah dikeluarkan untuk mendukung hal tersebut. Sebagai hasilnya, investor telah merelokasi produksi mesin cuci dari Tiongkok ke Indonesia.

“Hari ini kami melepas ekspor perdana produk mesin cuci dari PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PT PMI) ke Jepang. Ini merupakan hasil relokasi produksi mesin cuci dari Tiongkok,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya secara virtual pada acara Ekspor Perdana Produk Mesin Cuci tersebut, Kamis (23/9).

Menperin menyampaikan, relokasi dan ekspor produk mesin cuci ke Jepang tersebut sangat membanggakan, karena negara tersebut dikenal memilik pasar yang sangat sensitif dan selektif terhadap kualitas produk. “Artinya, kualitas mesin cuci produksi PT PMI ini luar biasa,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, relokasi produksi tersebut merupakan hasil dialog Menperin dengan para pemegang merek saat melakukan kunjungan kerja ke Jepang pada Maret lalu.

“Selain mesin cuci, kita juga merelokasi produksi AC dari Malaysia ke Indonesia, serta merelokasi produksi lemari es dari Thailand yang produknya akan diekspor ke Jepang dan Hong Kong,” jelas Menperin. Selain itu, relokasi produksi mesin cuci dari Taiwan ke Indonesia, yang nantinya diekspor ke Taiwan.

Kemenperin mencatat, ekspor mesin cuci menembus US$ 14 juta sepanjang tahun 2020, mengalami kenaikan 107% dibandingkan capaian tahun 2019 sebesar US$ 6,76 juta. Pada semester I-2021, ekspor mesin cuci mencapai US$ 4,85 juta.

Menperin menjelaskan, pengelolaan dan perbaikan iklim usaha telah diakomodasi oleh Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Dalam UU tersebut, para pelaku industri di tanah air mendapatkan berbagai kemudahan, mulai dari izin usaha hingga pemberian insentif fiskal dan nonfiskal. Hal ini sejalan dengan tekad pemerintah dalam mendorong percepatan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19, yang sama-sama memprioritaskan pemulihan kesehatan dan ekonomi.

“Pemerintah terus berupaya untuk menjaga tingkat resiliensi industri di dalam negeri melalui sejumlah kebijakan strategis, misalnya berupa pemberian stimulus atau insentif sehingga para pelaku industri bisa mengatasi tantangan pandemi dan terus bertumbuh,” paparnya.

Pada triwullan II - 2021, Indonesia mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi yang signifikan mencapai 7,07%. Sektor yang memberikan kontribusi terbesar atas kenaikan PDB nasional tersebut adalah industri manufaktur, dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,91% meskipun mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19.

“Terjadinya pertumbuhan sektor industri manufaktur, salah satunya disebabkan oleh sejumlah investor yang tetap percaya untuk merealisasikan investasinya di Indonesia. Artinya, kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah saat ini adalah on the right track,” tegas Agus.

Pada Januari-Juni 2021, realisasi investasi sektor industri menembus Rp167,1 triliun atau berkontribusi sebesar 37,7% dari total nilai investasi nasional yang mencapai Rp442,7 triliun. Bahkan, nilai investasi sektor industri di semester I-2021 tersebut naik 29% dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp129,6 triliun.

Sepanjang enam bulan tahun ini, nilai penanaman modal dalam negeri (PMDN) dari sektor industri sebesar Rp46,3 triliun atau berkontribusi 21,6% dari total PMDN yang mencapai Rp214,2 triliun.

Sedangkan, nilai penanaman modal asing (PMA) dari sektor industri sebesar Rp120,8 triliun atau berkontribusi 52,9% dari total PMA yang mencapai Rp228,5 triliun.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate), Taufiek Bawazier, mengemukakan, dari kegiatan ekspor yang dilakukan PT PMI, menunjukkan bahwa produk Indonesia mampu bersaing di kancah global. “Kami optimistis Indonesia bisa menjadi champion di sektor industri elektrionika,” tegasnya.

Di samping itu, Taufiek menyatakan, Kemenperin sedang mendorong program substitusi impor 35% pada akhir tahun 2022. Salah satu strateginya adalah pendalaman struktur industri melalui peningkatan produksi komponen elektronika di dalam negeri.

Industri Elektronika

Menperin menyebutkan, industri elektronika merupakan salah satu sektor berkinerja baik yang patut mendapatkan apresiasi. Pasalnya, sebagain dari mereka terus merealisasikan investasinya dan tetap agresif menembus pasar ekspor di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19. Industri elektronika juga menjadi salah satu sektor yang mendapat prioritas pengembangan dalam kesiapan memasuki era industri 4.0.

Strategi dalam meningkatkan kinerja gemilang di sektor industri elektronika nasional, antara lain adalah menarik pemain global terkemuka dan mengembangkan kemampuan dalam memproduksi komponen elektronik bernilai tambah tinggi.

“Selain itu, memberikan insentif bagi industri yang mengembangkan kemampuan tenaga kerja dalam negeri, serta mendorong inovasi lanjutan dan mempercepat transfer teknologi,” sebutnya.

Kementerian Perindustrian juga memberikan apresiasi kepada PT Panasonic Manufacturing Indonesia atas dukungannya terhadap upaya pemerintah untuk mendorong kegiatan ekspor industri elektronika dengan terus berinovasi dan menambah lini produk yang dapat bersaing di level internasional.

“Kapabilitas ini berpotensi dikembangkan untuk menjadi daya jual perusahaan, agar dapat menarik merek mesin cuci maupun produk elektronika global lainnya sehingga dapat diproduksi secara massal di Indonesia dan memiliki dampak positif yang signifikan bagi perekonomian nasional,” tandasnya.

Presiden Direktur PT PMI, Tomonobu Otsu menyampaikan, Panasonic ingin melaksanakan misinya berkontribusi pada Indonesia, dan secara aktif akan melakukan ekspansi ekspor serta meningkatkan bisnis di Indonesia melalui produk-produk yang mendukung kehidupan masyarakat yang sejahtera.

“PT PMI mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah khususnya Kementerian Perindustrian yang telah memberikan dukungan dan arahan yang jelas mengenai protokol kesehatan COVID-19 untuk industri, serta memberikan Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (Iomki) sehingga produksi tetap dapat dilaksanakan dan dapat melakukan ekspor ke Jepang sesuai rencana,” paparnya.

Bisnis Unit Mesin Cuci PT PMI yang berdiri sejak tahun 1979 ini memproduksi mesin cuci semi otomatis untuk kebutuhan pasar domestik. Pada tahun ini sudah mengekspor ke lima negara, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Jepang.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PTPP Klaim Top Speed Lintasan Utama Sirkuit Mandalika Tembus 310 Km per Jam

Berkat inovasi dan teknologi yang diterapkan PTPP, lintasan utama Sirkuit Mandalika dapat ditempuh dengan kecepatan puncak 310 kilometer per jam.

EKONOMI | 17 Oktober 2021

Intani Dukung Petani Buncis di Ciwidey dan Lembang Perluas Pasar Ekspor

Perkumpulan Insan Tani dan Nelayan Indonesia (Intani) berkolaborasi dengan CV Berkah Alam Pasundan (BAP) membina petani dan memasarkan hasil pertanian agar para petani mendapat kepastian harga dan untung, diantaranya komoditas yang sudah menembus ekspor yakni baby buncis kenya

EKONOMI | 17 Oktober 2021

Penjualan Rumah Tapak Naik 2 Kali Lipat

Selama tiga kuartal pertama 2021, penjualan rumah tapak PT Lippo Karawaci meningkat hingga 77% atau hampir dua kali lipat.

EKONOMI | 17 Oktober 2021

Kantongi Izin OJK, Pembiayaan Danabijak Tumbuh 4,5 Kali

PT Digital Micro Indonesia (danabijak) berhasil mengantongi status berizin sebagai penyelenggara fintech p2p lending dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

EKONOMI | 17 Oktober 2021

Menhub: Indonesia Komitmen Dukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2030

Indonesia mendukung prakarasa to build back better untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor transportasi.

EKONOMI | 17 Oktober 2021

Keluhan Wanda Hamidah Akhirnya Capai Titik Terang

Keluhan aktris yang juga publik figur Wanda Hamidah kepada perusahaan asuransi PT Prudential Assurance Indonesia (Prudential) telah terselesaikan.

EKONOMI | 17 Oktober 2021

Indef: Layanan Digital BSI Semakin Kuat

Layanan digital PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) semakin kuat menyusul dirampungkannya integrasi operasional.

EKONOMI | 17 Oktober 2021

Ketua DPR Minta Pinjol Ilegal Diberantas

Ketua DPR Puan Maharani memberi dukungan kepada jajaran Polri yang tegas memberantas praktik-praktik pinjaman online (pinjol) ilegal.

EKONOMI | 17 Oktober 2021

Expo 2020 Dubai, Paviliun Indonesia Dikunjungi 50.000 Orang

Paviliun Indonesia kedatangan 50.000 pengunjung lebih pada perhelatan World Expo 2020 Dubai sejak diresmikan Mendag Muhammad Lutfi dua minggu lalu.

EKONOMI | 17 Oktober 2021

PLN: Tanda-tanda Pemulihan Ekonomi, Konsumsi Listrik Naik

PT PLN (Persero) mencatat konsumsi listrik mencapai 187,78 terawatt jam (TWh) atau naik 4,42% pada Januari-September 2021.

EKONOMI | 17 Oktober 2021


TAG POPULER

# Guru Honorer


# Kereta Cepat


# Kasus Covid-19


# Piala Thomas


# Dodi Reza Alex Noerdin



TERKINI
Dave Laksono: Densus 88 Antiteror Masih Sangat Dibutuhkan

Dave Laksono: Densus 88 Antiteror Masih Sangat Dibutuhkan

NASIONAL | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings