BI Ingatkan 156 Money Changer di Jakarta Segera Urus Izin Sebelum 7 Oktober
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BI Ingatkan 156 Money Changer di Jakarta Segera Urus Izin Sebelum 7 Oktober

Kamis, 23 September 2021 | 21:41 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FFS

Jakarta, Beritasatu.comBank Indonesia (BI) memperingatkan 156 Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) atau biasa disebut money changer di Jakarta segera mengurus izin usaha sebelum tenggat waktu 7 Oktober 2021.

Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Onny Widjanarko mengatakan salah satu tugas BI yaitu mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Dalam melaksanakan tugas tersebut, BI mengatur, memberikan izin dan melakukan pengawasan terhadap penyelenggara jasa sistem pembayaran dan KUPVA BB atau money changer.

“Sudah ada aturan perpanjangan izin KUPVA BB. BI mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 18/20/PBI/2016 tanggal 3 Oktober 2016,” kata Onny Widjanarko saat memberikan keterangan pers di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (23/9/2021).

Dalam PBI tersebut, lanjut Onny, pada pasal 14 ayat (1) dinyatakan bagi penyelenggara KUPVA BB yang memperoleh izin sebelum berlakunya PBI tanggal 3 Oktober 2016, izin tersebut akan jatuh tempo pada 7 Oktober 2021 dan memerlukan perpanjangan izin Bank Indonesia.

“Permohonan perpanjangan izin dimaksud, sesuai pasal 14 ayat (2) diajukan paling lambat tiga bulan sebelum berlakunya izin berakhir, yaitu tanggal 7 Juli 2021,” ujar Onny Widjanarko.

Meski perpanjangan izin sudah berakhir pada 7 Juli 2021, Onny mengungkapkan BI tetap menunggu KUPVA BB yang belum melakukan perpanjangan izin, dapat mengurus izin baru hingga 7 Oktober 2021.

“Jadi masih ada kesempatan bagi 156 KUPVA BB yang belum menyampaikan perpanjangan izin di 7 Juli, sebelum jatuh waktunya di 7 Oktober. Jadi ini kesempatan yang bagus, mereka masih boleh mengajukan perpanjangan izin,” terang Onny Widjanarko.

Dalam proses mengurus izin penyelenggara KUPVA BB, Onny mengungkapkan, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan BI. Beberapa di antaranya optimalisasi dan perkembangan kegiatan usaha, antara lain jumlah maupun nilai transaksi, pendapatan dan laba usaha.

Kemudian, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku baik dari sisi penyelenggara maupun kepatuhan pemegang saham, anggota direksi dan dewan komisaris serta penerapan prinsip perlindungan konsumen.

Onny menegaskan, BI tidak menginginkan ada KUPVA BB di Jakarta yang tidak berizin atau ilegal dalam menjalankan usahanya.

“Kita tidak ingin ada KUPVA BB yang tidak berizin. Kalau tidak berizin, itu illegal, tidak bagus untuk konsumen, kalau ada apa-apa nanti siapa yang mengurus kalau tidak berizin. Ini semua kita lakukan untuk melindungi konsumen dapat bertransaksi dengan aman, dan ada evaluasi mengenai performa, pendapatan kinerja serta kepatuhan terhadap aturan-aturan,” papar Onny Widjanarko.

Dalam acara yang sama, Deputi Kepala Perwakilan, Kepala Grup Implementasi Sistem Pembayaran dan Manajemen Intern BI DKI Suharman Tabrani mengatakan dari total jumlah KUPVA BB yang ada di Indonesia sebanyak 1.245 usaha, sebanyak 381 KUPVA BB berizin di Jakarta.

“Dari jumlah tersebut, yang sudah mengajukan izin sebanyak 225 KUPVA BB. Jadi kita menunggu masih ada 156 KUPVA yang belum mengajukan perpanjangan izin,” kata Suharman Tabrani.

Bagi Penyelenggara KUPVA BB yang belum mengajukan permohonan perpanjangan izin dengan batas waktu tanggal 7 Juli 2021, maka izin penyelenggaraan KUPVA BB yang dimiliki dinyatakan tidak berlaku lagi. Jika ingin tetap membuka usaha, maka penyelenggara KUPVA BB harus mengajukan izin baru kepada Bank Indonesia.

“Bagi yang mengurus izin baru, memang syaratnya agak berbeda dengan yang mengurus perpanjangan izin. Tetapi tenang saja, prosesnya tetap akan cepat, karena data-datanya sudah tersimpan di kami,” ujar Suharman Tabrani.

Bagi Penyelenggara KUPVA BB yang berada di Jabodebekkar, pengajuan izin disampaikan kepada Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, c.q Divisi Perizinan dan Implementasi Sistem Pembayaran sesuai persyaratan yang terdapat dalam PBI tanggal 3 Oktober 2016.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bursa Asia Melemah karena Ekonomi Tiongkok Tidak Sesuai Ekspektasi

Di Tiongkok daratan, komposit Shanghai turun 0,69%, sedangkan komponen Shenzhen melemah 0,954%.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

Deposit di Tokocrypto Kini Dikonversi ke BIDR

User Tokocrypto berkesempatan untuk mendapatkan cashback 100% dalam bentuk TKO dengan melakukan trading menggunakan pairing BIDR.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

Perajin Tenun Sasak Harap Superbike Geliatkan Usahanya

Perajin tenun Sasak berharap event Superbike di Sirkuit Mandalika akan menggeliatkan kembali usahanya yang mati suri karena pandemi.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

Awal Perdagangan, Rupiah Saat Mata Uang Asia Bervariasi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.056 - Rp 14.067 per dolar AS.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

Awali Perdagangan IHSG di Sekitar Garis Datar

Pukul 09.10 WIB, IHSG naik 1,0 poin (0,0%) menjadi 6.634.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

IHSG Diproyeksikan Menguat, Simak Daftar Saham Pilihan

Level support di 6.578 /6.522/6.471 dan resistance di 6.684/6.736/6.791.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

Raihan Kontrak Baru PP Presisi Tembus 130% dari Target 2021

PT PP Presisi Tbk (PPRE) mencatatkan raihan kontrak baru sebesar Rp 4,7 triliun hingga September 2021, atau tembus 130% dari target perseroan sepanjang 2021

EKONOMI | 18 Oktober 2021

IHSG Diprediksi Kembali Coba All Time High

IHSG pada perdagangan hari ini akan berada di kisaran 6.600-6.750.

EKONOMI | 18 Oktober 2021




TAG POPULER

# Kasus Covid-19


# Piala Thomas


# Kereta Cepat


# Merah Putih


# Formula E



TERKINI
Mengaku Masih Sakit, Anak Nia Daniaty Diperiksa di Polda Metro

Mengaku Masih Sakit, Anak Nia Daniaty Diperiksa di Polda Metro

MEGAPOLITAN | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings