Logo BeritaSatu

Pelindo Gencarkan Sosialisasi Merger BUMN Pelabuhan

Senin, 27 September 2021 | 19:43 WIB
Oleh : Thresa Sandra Desfika / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Rencana merger PT Pelindo I, II, III, dan IV disosialisasikan kepada berbagai perwakilan asosiasi dan instansi terkait pelabuhan pada Senin (27/9/2021). Kegiatan sosialisasi ini, bertujuan memberikan informasi terbaru sekaligus meminta dukungan agar proses merger Pelindo bisa berjalan lancar.

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung secara daring itu dihadiri oleh berbagai perwakilan asosiasi kepelabuhan di antaranya Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (GAFEKSI), Asosasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), Indonesian National Shipowner Association (INSA).

Selain itu, ikut serta pula Indonesia Shipping Agencies Association, Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (GPEI), Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI), Asosiasi Badan Usaha Pelabuhan Indonesia, Koperasi Tenaga Kerja Bongkat Muat, dan lainnya.

Beberapa perwakilan instansi pemerintah di wilayah pelabuhan juga turut hadir, yakni kantor syahbandar, kantor otoritas pelabuhan, kantor pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai, Kantor Bea Cukai, Kantor Imigrasi, Navigasi, KKP dan Karantina serta pihak Kepolisian.

Direktur Utama Pelindo I Prasetyo mengatakan, merger Pelindo I-IV merupakan milestone perjalanan pelabuhan di Indonesia dan juga rencana strategis dari pemerintah selaku pemegang saham untuk membuat layanan pelabuhan menjadi lebih baik.

"Rencana ini akan berperan besar dalam pengembangan kepelabuhan nasional untuk kita lebih bisa bersaing dengan kompetitor dari mancanegara,” ucap Prasetyo dalam pernyataan resminya, dikutip Beritasatu.com, Senin (27/9/2021).

Prasetyo menambahkan, selama ini pengelolaan pelabuhan di Indonesia dilakukan oleh empat entitas BUMN. Kapabilitas dari masing-masing BUMN ini bisa berbeda, baik dari sisi finansial, sumber daya manusia, maupun pengalaman. Hal itu berdampak pada perbedaan pelayanan yang diberikan.

Integrasi keempat BUMN menjadi satu BUMN layanan kepelabuhan ini adalah untuk meningkatkan konektivitas nasional dan standarisasi pelayanan pelabuhan dan layanan logistik yang terintegrasi.

“Kami tentunya berharap dan memerlukan dukungan dari teman-teman asosiasi sekalian. Karena, dengan dukungan teman-teman asosiasi dan stakeholders, proses integrasi ini akan berjalan lebih lancar,” jelas Direktur Utama Pelindo III Boy Robyanto.

Seiring dengan penggabungan itu, visi Pelindo ke depan adalah menjadi Pemimpin Ekosistem Maritim Terintegrasi dan Berkelas Dunia dengan misi Pelindo adalah mewujudkan jaringan ekosistem maritim nasional melalui peningkatan konektivitas jaringan dan integrasi pelayanan guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam proses merger ini, nantinya PT Pelindo II (Persero) akan bertindak sebagai surviving entity atau perusahaan penerima penggabungan. Setelah merger, nama perusahaan hasil penggabungan menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Direktur Utama Pelindo IV, Prasetyadi mengatakan, rencana proses merger Pelindo memang sudah didiskusikan sejak lama. Namun, baru dapat terealisasi sekarang dikarenakan dalam proses menggabungkan empat kekuatan besar operator bisnis pelabuhan di Indonesia, pemerintah selaku pemegang saham memerlukan waktu, pertimbangan, kajian yang cermat dan hati-hati untuk merealisasikan integrasi ini.

"Melalui proses merger ini, Pelindo terus berkomitmen untuk bisa menjadi lebih baik dalam setiap aspek," kata Prasetyadi.

Direktur Operasi dan Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto menjelaskan, ada atau tidak ada merger, sistem itu pasti akan berubah untuk bisa lebih baik. Misal, beberapa pelabuhan saat ini belum beroperasi 24 jam. Perubahan ke depannya adalah bisa melayani 24 jam.

“Jadi, tentunya akan ada perubahan teknologi, perubahan sistem, perubahan alat-alat, dan lainnya yang tentunya baik bagi kita semua dan logistic cost di Indonesia,” lanjut dia.

Pascamerger, Pelindo akan membentuk empat klaster bisnis atau subholding untuk anak perusahaan-anak perusahaan yang dimiliki oleh Pelindo I-IV. Subholding dibentuk berdasarkan kategori bisnis. Keempat subholding tersebut adalah peti kemas, non-peti kemas, logistik and hinterland development, marine equipment and port services.

"Fokus klaster-klaster bisnis akan meningkatkan kapabilitas dan keahlian yang akan berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan, melalui kualitas layanan yang lebih baik dan peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumber daya keuangan, aset, dan SDM,” tutur Putut.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BPJS Kesehatan Dukung Kemenkes Naikkan Tarif Layanan RS

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mendukung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk kenaikan tarif layanan kesehatan rumah sakit (RS).

EKONOMI | 7 Desember 2022

APSI: Jasa Unlock IMEI Rugikan Industri dan Negara

Asosiasi Pengusaha Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) menilai jasa unlock IMEI untuk ponsel ilegal di marketplace telah merugikan industri dan negara.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Beda dengan Kripto, Digital Rupiah Akan Jadi Alat Pembayaran Sah

Berbeda dengan kripto, digital rupiah akan diterapkan menjadi alat pembayaran yang sah.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Rayu Investor AS, Airlangga Pamer Kinerja Ciamik Indonesia

Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia terbukti sebagai negara yang bertahan dari krisis dengan tetap menjamin ketahanan ekonomi dan politik.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Prospek TOD 2023 Cerah, Adhi Commuter Bidik Kinerja Positif

Gema Goeyardi pendiri sekaligus CEO Astronacci International menjadi anggota Forbes Finance Council. 

EKONOMI | 7 Desember 2022

BKPM Sudah Terbitkan 2,9 Juta Nomor Induk Berusaha

BKPM menyampaikan bahwa total Nomor Induk Berusaha (NIB) yang telah diterbitkan mencapai 2,9 juta NIB per 5 Desember 2022.

EKONOMI | 7 Desember 2022

BI: Cadangan Devisa November Naik Jadi US$ 134 Miliar

BI melaporkan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada November 2022 naik jadi US$ 134 miliar dari Oktober 2022 senilai US$ 130,2 miliar.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Ini Bedanya Mata Uang Rupiah Digital dengan Uang Tunai

Bank Indonesia (BI) dalam waktu dekat akan mengimplementasikan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau rupiah digital.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Mayoritas Sektor Saham Merah, IHSG Ambles 67 Poin Sesi I

Selama sesi I, nilai perdagangan IHSG mencapai sekitar Rp 9,66 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 759.814 kali transaksi.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Aset Kripto Ceria Pekan lalu, ke Depan Investor Waspadai Ini

Secara keseluruhan pasar aset kripto relatif tenang dan berbagai bursa kripto di seluruh dunia termasuk Indonesia menunjukkan transparansi.

EKONOMI | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# Ferdy Sambo


# Gempa Cianjur


# Pernikahan Kaesang


# KKB Tembak Mati


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Film Dokumenter Sengal Kisahkan Korban Terdampak Polusi Udara

Film Dokumenter Sengal Kisahkan Korban Terdampak Polusi Udara

LIFESTYLE | kurang dari 1 detik yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE