Kebijakan Industri Beroperasi 100% Pacu Pasar Ekspor dan Penambahan Pekerja
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kebijakan Industri Beroperasi 100% Pacu Pasar Ekspor dan Penambahan Pekerja

Selasa, 28 September 2021 | 19:49 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) proaktif melakukan monitoring aktivitas sektor industri yang beroperasi 100 persen pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Upaya ini sekaligus untuk memastikan penerapan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

“Beberapa waktu lalu, kami telah melakukan kunjungan kerja di Jawa Tengah untuk memantau sejumlah sektor industri yang berkategori esensial,” kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Muhammad Khayam di Jakarta, Selasa (28/9/2021).

Dirjen IKFT menyampaikan, perusahaan yang ditinjau tersebut, yakni PT Globalindo Intimates (GI) di Kabupaten Klaten selaku industri garmen dan PT Selalu Cinta Indonesia (SCI) di Salatiga mewakili industri alas kaki.

“Pada saat itu, kami berdialog dengan pimpinan perusahaan tentang manfaat dan kendala implementasi kebijakan operasional industri 100 persen,” tuturnya.

Menurut Khayam, kedua perusahaan mengakui adanya kebijakan operasional industri 100 persen sangat tepat dan bermanfaat karena mereka sedang memacu produktivitasnya untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor khususnya wilayah Eropa dan Amerika Serikat (AS).

“Saat ini, PT GI dan PT SCI sedang mendapatkan limpahan order dari Vietnam dan negara kawasan lainnya yang sedang lockdown akibat pandemi Covid-19 gelombang kedua,” ungkapnya. Limpahan order tersebut menyebabkan PT GI dan PT SCI akan berproduksi full capacity hingga tahun 2023.

Oleh karena itu, kedua perusahaan akan menambah jumlah tenaga kerjanya. “Jumlah tenaga kerja PT GI saat ini sebanyak 3.800 orang, dan akan ditambah menjadi lebih dari 6000 orang. Sedangkan, PT SCI akan menambah tenaga kerja menjadi 9.000 orang dari jumlah existing 5.400 orang,” sebutnya.

Khayam menjelaskan, sebagaimana amanat Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 3 Tahun 2021 juncto Nomor 5 Tahun 2021 tentang Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19, industri yang beroperasi pada masa PPKM harus menerapkan protokol kesehatan pada operasional produksinya.

“PT GI dan PT SCI yang telah mendapatkan izin operasional produksi 100 persen telah melaksanakan protokol kesehatan dan mengimplementasikan aplikasi PeduliLindungi dengan baik,” tuturnya.

Kedua perusahaan ini memberlakukan protokol kesehatan yang mencakup 6M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, menjaga asupan makanan dan minuman sehat, serta menjauhi kerumunan), dan menerapkan 3T (testing, tracing, dan treatment) pada seluruh karyawan.

Sejauh ini, lanjut Khayam, tingkat vaksinasi karyawan di PT GI mencapai 95 persen untuk vaksin pertama dan 75 persen untuk vaksin kedua. Sedangkan tingkat vaksinasi karyawan di PT SCI sebesar 78 persen untuk vaksin pertama dan kedua. “Karyawan yang belum divaksin adalah penyintas Covid-19, ibu hamil, dan komorbid,” imbuhnya.

PT GI dan PT SCI telah menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada seluruh karyawan untuk pengendalian kasus Covid-19.

Dari hasil kunjungan tersebut, pimpinan perusahaan mengungkapkan beberapa kendala terkait aplikasi PeduliLindungi. Misalnya, yang terjadi pada karyawan, antara lain sertifikat vaksin belum muncul, meskipun karyawan yang bersangkutan telah divaksin. Selain itu, sulitnya menginput NIK dan tanggal lahir pada saat pembuatan akun, gagal check-in, dan aplikasi crash.

Perwakilan manajemen PT SCI, Hardiono Arron mengungkapkan bahwa industri di Salatiga membentuk grup media sosial untuk saling berkoordinasi terkait kendala aplikasi PeduliLindungi dan masalah lainnya terkait peraturan PPKM. “Grup tersebut saling memberi solusi demi kelancaran operasional industri,” ujarnya.

Pada kunjungan tersebut, tim Ditjen IKFT juga mendapatkan penjelasan tentang implementasi industri 4.0 di PT GI dan PT SCI. Teknologi 4.0 yang telah diadopsi oleh perusahaan tersebut adalah penggunaan IoT, sensor (RFID dan barcode), robotic, dan real-time controlling. Implementasi industri 4.0 ini memberikan manfaat efisiensi cost per minute, quick response deployment, peningkatan produktivitas, dan peningkatan kualitas.

“Menurut PT GI, teknologi industri 4.0 dan tenaga kerja terampil dapat menjadi komplemen satu sama lain yang menyebabkan produktivitas perusahaan meningkat. PT GI berharap Kemenperin dapat memfasilitasi peningkatan kompetensi tenaga kerja yang berwawasan industri 4.0 bagi industri padat karya untuk meningkatkan daya saingnya,” papar Khayam.

Sejak tahun 2018, Ditjen IKFT menyelenggarakan kegiatan pembinaan terkait Making Indonesia 4.0 untuk membantu percepatan implementasi industri 4.0 pada perusahaan binaan.

Pada tahun ini, PT GI akan menjadi salah satu perusahaan yang difasilitasi oleh Ditjen IKFT untuk meningkatkan kualitas proses bisnisnya pada kegiatan Bimbingan Teknis Lighthouse Industry 4.0.

PT GI akan mendapatkan bimbingan teknis transformasi manajer serta pengenalan dan asistensi adopsi teknologi 4.0 yang disesuaikan dengan kebutuhannya.

Dengan menjadi perusahaan peserta Bimbingan Teknis Lighthouse Industry 4.0, PT GI wajib bersedia menerima perusahaan lain yang ingin melakukan benchmark studi pembelajaran implementasi industri 4.0.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

ICS Gandeng Restock.ID Salurkan Pembiayaan untuk UMKM Ritel dan Kesehatan

Impact CredIt Solutions (ICS) bermitra dengan Restock.ID menawarkan pembiayaan terjangkau bagi pelaku UMKM ritel dan sektor kesehatan di Indonesia.

EKONOMI | 22 Oktober 2021

Berlaku Mulai 24 Oktober, Ini Aturan Lengkap Syarat Penerbangan

Novie memaparkan, ada sejumlah pengecualian untuk kewajiban menunjukkan kartu vaksin.

EKONOMI | 22 Oktober 2021

Erick Thohir: Santri Pilar Ekonomi Syariah

Menurut Erick Thohir, sejarah telah mencatat banyak santri yang kini sukses menjadi profesional maupun pejabat di pemerintahan.

EKONOMI | 22 Oktober 2021

Erick: MES Bertekad Jadi Lokomotif Pengembangan Ekonomi Syariah

MES bertekad menjadi lokomotif pengembangan ekonomi syariah nasional untuk menjadikan Indonesia sebagai gravitasi ekonomi syariah global.

EKONOMI | 22 Oktober 2021

DJKN Beri Keringanan Utang pada 1.292 Debitur Kecil dan Pelaku UMKM

Kemkeu telah keluarkan kebijakan yakni Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 15 Tahun 2021 untuk memberikan keringanan utang kepada para debitur kecil.

EKONOMI | 22 Oktober 2021

Kreasi Prima Nusantara Borong 2 Penghargaan Golden Property Awards 2021

Kreasi Prima Nusantara dikenal sebagai salah satu developer yang banyak membangun proyek rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

EKONOMI | 22 Oktober 2021

Kosme Gandeng Martha Tilaar Jajaki Kembangkan Industri Kosmetik

PT Kosmetika Global Indonesia (PT Kosme) menjajaki kerja sama Martha Tilaar Group untuk mengembangkan potensi bahan tradisional dijadikan industri kosmetika.

EKONOMI | 22 Oktober 2021

Kemenaker: Inkop Dapat Jadi Wadah Lindungi TKBM di Indonesia

Inkop Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) pada masa pandemi Covid-19 ini dapat terus menjadi wadah dalam melindungi para TKBM yang ada di Indonesia.

EKONOMI | 22 Oktober 2021

Pengenaan Pajak Karbon Harus Hati-hati dan Bertahap

Dalam menerapkan pajak karbon, prinsip kehati-hatian dan dilakukan secara bertahap harus menjadi perhatian pemerintah agar agar tidak menimbulkan gejolak.

EKONOMI | 22 Oktober 2021

Riset Sirclo dan KIC: 74,5% Konsumen Lebih Banyak Berbelanja Daring

Masyarakat semakin bergantung dengan produk dan layanan melalui platform digital, termasuk perilaku konsumen yang semakin mendorong ke berbelanja

EKONOMI | 22 Oktober 2021


TAG POPULER

# Aipda Ambarita


# WhatsApp


# Tes PCR


# Denmark Terbuka


# Antidoping



TERKINI
Jubir Presiden: Hasil Survei Jadi Bahan Evaluasi Jokowi

Jubir Presiden: Hasil Survei Jadi Bahan Evaluasi Jokowi

POLITIK | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings