Logo BeritaSatu

Pemalang Miliki 260 Hektare Tambak Udang Terintegrasi

Selasa, 5 Oktober 2021 | 23:24 WIB
Oleh : Willy Masaharu / WM

Pemalang, Beritasatu.com - Pemalang akan memiliki tambak udang vaname terintegrasi seluas 260 hektare. Tambak udang yang berada di Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Pemalang ini merupakan hasil kerja sama PTPN IX dan Foss Group yang akan menampung pekerja tambak lebih dari 2.000 orang. Diproyeksikan 70% dari total pekerja akan berasal dari anak yatim piatu dan santri yang akan dididik secara khusus melalui Manajemen Berkah.

Advertisement

Demikian ditegaskan Afo Lim dari Foss Group kepada media, Selasa (05/10/2021). Dua hari sebelumnya, yakni Minggu (03/10/2021), Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa melakukan ground breaking pembangunan tambak udang vaname terintegrasi yang dihadiri juga, antara lain, Wakil Ketua MPR H Arsul Sani, Anggota DPR Nurhayati, Bupati Pemalang Mukti Agung Wibowo, Wakil Bupati Pemalang Mansur Hidayat serta Forkompinda Kabupaten Pemalang.

Dalam sambutan saat ground breaking Suharso Monoarfa menjelaskan bahwa tambak terintegrasi ini harus dikelola dengan baik dan eksekusinya harus tepat. Tambak ini akan memproduksi ribuan ton udang yang artinya akan memiliki prospek cerah naiknya devisa negara melalui ekspor udang. Oleh karena itu, kepada pengelola, Suharso menegaskan untuk melakukan kordinasi dengan pemerintah pusat terkait akses masuk ke kawasan terintegrasi ini. Kordinasi ke pusat juga penting agar pengelola dan pemerintah daerah tidak mengambil kebijakan yang keliru.

Menurut Afo Lim, 260 hektare tersebut akan dikembangkan dengan teknologi tinggi terbaru. Dalam pelaksanaannya, akan diterapkan 3 sistem yang meliputi; Yang pertama adalah sistem bioflok dengan tebar padat yakni 1m² tebar 3.000 ekor benur. Kedua, sistem supra intensif (semi bioflok) dengan tebar padat 1m2 sebanyak 1.000 benur dan ketiga, sistem intensif yang merupakan penggabungan antara sistem tradisional dan teknologi baru dengan tebar padat 1m² tebar 300 ekor benur.

“Ini merupakan sistem operasional tambak yang pertama di Indonesia.,” ujar Afo.

Dari total keseluruhan lahan seluas 260 hektare, dijelaskan Afo, akan terdiri dari 750 kolam budidaya, pengendapan (waduk ) seluas 35 hektare yang akan memberi kesempatan kepada warga sekitar untuk ikut budi daya, dan hasil dari pembuangan limbah atau disebut (IPAL) sebesar 30 hektare, dari IPAL tersebut kita fungsikan untuk budidaya ikan bandeng dan ikan nila yang nantinya akan diberikan kepada masyarakat, serta 2 hektare untuk pembangunan pesantren dan diklat keahlian pertambakan.

“Dalam kawasan tambak integrasi ini akan dilakukan segala kegiatan dari hulu hingga hilir termasuk di dalamnya pembibitan benur, pakan, cold storage dan juga jeti untuk langsung ekspor,” ujar Afo, pria asal Bangka ini.

Pencetusan pembangunan tambak udang terintegrasi dengan 3 sistem ini direalisasikan setelah Foss Group melakukan studi perbandingan ke perbagai negara yang telah berhasil melakukan pembangunan tambak udang seperti Tiongkok, India, Thailand, dan Vietnam. Hasil dari studi banding itu menunjukkan bahwa Indonesia memiliki prospek cerah untuk tambak udang ini.

“Pengelolaan kawasan tambak terintegrasi ini benar - benar memperhatikan segala dampak akibat pengelolaan udang vaname termasuk berkenaan kebutuhan air laut. Pemenuhan kebutuhan air laut akan dilakukan dengan cara melakukan penormalan Kanalasisa dan Pengendapan yg terurai sebesar 35 hektare, dan pembuangan IPAL sebesar 30 hektare. Dalam IPAL tersebut akan dibudidayakan ikan bandeng dan nila, yang hasilnya akan diberikan kepada masyarakat,” tegas Afo.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Penuhi Kebutuhan Organisasi, OJK Angkat 268 Pegawai Baru

Pengangkatan 268 pegawai baru ini guna memenuhi kebutuhan OJK dalam menjalankan amanat undang-undang dan kewenangan tugas yang terus meningkat.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Sektor Properti Pulih, Anak Usaha Triputra Perkuat Ekspansi

Seiring membaiknya pasar properti dan daya beli masyarakat, PT Anugerah Magma Nanoteknologi (AMAN) memperkuat ekspansi pasar bahan pelapis atau waterproofing.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Airlangga: Pemerintah Inginkan Indonesia Jadi Pemain Global Komoditas

Pemerintah menargetkan Indonesia bisa menjadi global key player industri hilirisasi berbasis komoditas.

EKONOMI | 3 Februari 2023

OJK Sebut 11 Perusahaan Asuransi Masuk Pengawasan Khusus

Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Ogi Prastomiyono menyampaikan, sebanyak 11 perusahaan asuransi masuk dalam kategori pengawasan khusus OJK.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Masih Berkeliaran, Satgas Waspada Investasi Blokir 50 Pinjol Ilegal

Tongam menegaskan, Satgas Waspada Investasi terus menindaklanjuti pengaduan masyarakat korban pinjaman online atau pinjol ilegal.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Izin Bursa Kripto Tersendat

Pembentukan bursa kripto di Indonesia belum terwujud padahal dimulai sejak 2020 dan sempat ditargetkan terbentuk pada 2021.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Manajemen Kartu Prakerja Gelar Seleksi Lembaga Pelatihan

Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja menilai, semakin banyaknya penyedia pelatihan memungkinkan terjadinya persaingan sehat.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Good Ponsel Angels Perkuat Penetrasi Pemasaran Digital

Gebrakan pemasaran digital yang dilakukan Good Ponsel Angels ternyata sangat efektif, sehingga menjadi salah satu lini bisnis baru yang menjanjikan.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Ramai Peminat, Sukuk CIMB Niaga Finance Oversubscribed 4,6 Kali

Penawaran umum sukuk wakalah CIMB Niaga Finance mencatat kelebihan permintaan atau oversubscribed hingga 4,6 kali.

EKONOMI | 3 Februari 2023

Ini Alasan Kenapa Pemerintah Larang Ekspor Listrik EBT

Pemerintah akan melakukan penghentian ekspor listrik dengan Energi Baru Terbarukan (EBT) guna menjaga ketahanan energi di Indonesia.

EKONOMI | 3 Februari 2023


TAG POPULER

# Transmart


# Perayaan dan Sejarah Cap Go Meh


# Mutasi Perwira


# Kawasan Halal di Jakarta


# Eliezer


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Ahmad Birrul Minta Waktu untuk Adaptasi dengan Persija

Ahmad Birrul Minta Waktu untuk Adaptasi dengan Persija

BOLA | 17 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE