BPOM: Paparan BPA AMDK Galon Aman untuk Bayi dan Ibu Hamil
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BPOM: Paparan BPA AMDK Galon Aman untuk Bayi dan Ibu Hamil

Kamis, 7 Oktober 2021 | 22:28 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan bahwa paparan Bisfenol A (BPA) di Indonesia masih aman, termasuk untuk bayi, anak-anak dan ibu hamil.

BPOM sudah membandingkan dengan melihat standar yang disusun Otoritas Keamanan Makanan Eropa atau European Food Safety Authority (EFSA) dan dengan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 28 tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM, Rita Endang dalam diskusi virtual bertajuk “Keamanan Kemasan Bahan Pangan Berbahan Baku Plastik yang Mengandung Unsur BPA”, Kamis (6/10/2021). “Kami selalu membuat kajian paparan BPA dari kemasan makanan, termasuk di dalam air minum kemasan itu secara berkala,” ujarnya.

Rita mengatakan BPOM juga telah membandingkan dengan melihat standar BPA yang disusun EFSA. Menurutnya, ESFA menetapkan tolerable daily intake (TDI) BPA ini adalah 4 miligram per kilogram berat badan individu perhari dari konsumsinya. “Artinya, BPA yang ditoleransi oleh tubuh manusia sebanyak itu jumlahnya,” tuturnya.

Tidak hanya itu, menurut Rita, BPOM juga mengecek berapa angka kecukupan gizi dari setiap individu yang mengonsumsi AMDK yang sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 28 tahun 2019 tentang angka kecukupan gizi. “Jadi, berapa konsumsi air minum, katakanlah untuk bayi itu sebesar 0,9 liter, itu kami hitung,” tukasnya.

Tidak hanya itu, BPOM juga menguji cemaran BPA dalam produk air minum dalam kemasan (AMDK) di dalam tubuh orang dewasa. Cemarannya itu, kata Rita, dibandingkan dengan standar EFSA, dan ditemukan dalam tubuh orang dewasa hanya 2,920% paparannya, ibu hamil 3,316%, anak-anak 6,199%, dan bayi 7,008%.

“Artinya apa ? Dari data ini terlihat memang persentase paparannya itu dibandingkan dengan standar dari tolerable daily intake yang ditoleransi masih sangat kecil. Jadi dari sini terlihat paparan BPA di Indonesia masih aman, termasuk untuk bayi, anak-anak dan ibu hamil. Ini masih ditoleransi,” katanya.

Dia menegaskan BPOM selalu mengawal keamanan pangan yang beredar di masyarakat, termasuk dalam hal mutu dan gizinya. Hal itu juga sesuai dengan yang diamanatkan dalam UU Nomor 18 Tahun 2012, bahwa kemasan pangan yang beredar pun harus yang tidak berbahaya. Ini juga sejalan dengan PP 86 tahun 2019 tentang Keamanan Pangan.

Dia mengutarakan dalam hal pengawasan terkait dengan kemasan AMDK, BPOM juga mengacu kepada Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 96 tahun 2011 tentang Persyaratan Teknis Industri Air Minum Dalam Kemasan. Sebelumnya, Kemenperin merilis bahwa produk AMDK galon berbahan PC aman bagi konsumen.

Hal itu karena telah melalui proses pengujian parameter Standar Nasional Indonesia (SNI) di laboratorium yang telah ditunjuk dan mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).

“Jadi, ketika industri AMDK itu ingin meregistrasikan, menerbitkan izin edar, untuk semua produk AMDK-nya, dia harus sudah tara pangan. Setelah itu, kami punya aturan food grade sebagaimana diatur dalam Peraturan BPOM nomor 20 tahun 2019 tentang Kemasan Pangan,” tutur Rita.

Menurut Rita, semua kemasan plastik yang digunakan untuk AMDK, baik dari PET, PP, PC, itu sesuai dengan aturannya. “Itu sudah ada, kemasan plastiknya pun sudah diatur,” ucapnya.

Pada tahun 2021 ini BPOM juga melakukan uji laboratorium terhadap sampling kemasan galon air minum dalam kemasan (AMDK) jenis polikarbonat (PC).

Hasilnya, ditemukan adanya migrasi BPA dari kemasan galon sebesar rata-rata 0,033 bpj. “Nilai ini jauh di bawah batas maksimal migrasi yang telah ditetapkan BPOM, yaitu sebesar 0,6 bpj,” ucap Rita.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia, Aru Wisaksono Sudoyo, yang juga menjadi narasumber dalam acara itu menegaskan bahwa belum ada bukti bahwa plastic yang dipakai sehari-hari itu menjadi penyebab dari penyakit kanker.

Dia mengatakan hanya mengetahui kemasan stereofoam saja yang sudah terbukti bias memindahkan molekul-molekul plastiknya.

Itu juga jika kemasan stereofoam itu dipanaskan atau dibuat untuk membungkus makanan berlemak. Selain itu juga makanan kaleng yang jika dipanaskan berikut dengan kalengnya akan menyebabkan berpindahnya BPA ke makanan yang di dalamnya. “Tapi belum cukup kuat mengatakan kalau air dalam kemasan itu bias menyebabkan kanker,” katanya.

Ketua Pengurus Harian Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan terkait dengan keamanan pangan ini sudah diatur, baik di level Undang-Undang atau PP atau peraturan teknis lainnya. Namun, katanya, kehadiran kemasan plastik membuat dampak yang signifikan, baik itu untuk lingkungan global atau bahkan untuk kesehatan manusia sebagai penggunanya.

“Dari satu sisi, kemasan plastik itu punya nilai plus tapi di sisi lain juga harus ada aspek-aspek yang kita perhatikan, baik untuk lingkungan global maupun pada sisi kesehatan. Apalagi saat ini kita lagi terfokus pada perubahan iklim global, dimana sampah plastik punya kontribusi yang signifikan dalam hal ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Koordinator Pengaduan dan Hukum YLKI, Sularsi mengakui belum pernah menerima pengaduan dari konsumen terkait bahaya penggunaan kemasan pangan. Yang ada itu, konsumen mengadu karena adanya makanan yang rusak yang ada dalam kemasannya.

“Kalau untuk pengaduan khusus untuk wadahnya atau kemasannya, kami belum pernah menerima pengaduan dari konsumen hingga saat ini. Tapi kalau produknya, isinya, misalnya makanannya atau minumannya rusak, itu ada,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ditopang Pracetak, Waskita Beton Raup Pendapatan Rp 743 M

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 743,9 miliar pada sembilan bulan pertama 2021.

EKONOMI | 1 Desember 2021

BPS: Penumpang Pesawat Domestik Naik 48,45% di Oktober 2021

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Oktober 2021, penumpang angkutan udara domestik yang diberangkatkan mencapai 2,92 juta orang.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Kemenperin Dorong SDM Berdaya Saing Global

SDM berdaya saing global jadi kunci utama mendorong kembali bergeraknya sektor industri.

EKONOMI | 1 Desember 2021

IHSG Melemah, SWAT Cuan Sementara

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I, Rabu (1/12) ditutup menurun 21,09 poin atau 0,32% ke level 6.512,83.

EKONOMI | 1 Desember 2021

BPS: Kunjungan Wisman Mulai Naik Ditopang Perjalanan Bisnis

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia secara bulanan mulai menunjukkan adanya tren kenaikan.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Antisipasi Kenaikan Permintaan, TRJA Siapkan 100 Kendaraan

Perusahaan penyewaan mobil PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) menyediakan 100 unit kendaraan sebagai persediaan.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Alkindo Naratama Incar Rights Issue Rp 157,22 M

PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) mengincar dana sebesar Rp 157,22 miliar melalui rights issue.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Nilai Tukar Petani November 2021 Naik Tipis 0,49%

Nilai tukar petani (NTP) nasional pada November 2021 sebesar 107,18.

EKONOMI | 1 Desember 2021

BPS: Inflasi Tinggi Tanda Perbaikan Ekonomi

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pada November 2021 terjadi inflasi sebesar 0,37% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,05.

EKONOMI | 1 Desember 2021

UBS Gold Raih Penghargaan Primaniyarta 2021

UBS Gold raih Penghargaan Primaniyarta atas kinerja baik sebagai pelaku usaha eksportir perhiasan emas di Indonesia.

EKONOMI | 1 Desember 2021


TAG POPULER

# Aturan Perjalanan Dalam Negeri


# Fadel Muhammad


# Umrah


# Reuni 212


# Omicron



TERKINI
Ditopang Pracetak, Waskita Beton Raup Pendapatan Rp 743 M

Ditopang Pracetak, Waskita Beton Raup Pendapatan Rp 743 M

EKONOMI | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings