OJK Targetkan Restrukturisasi Kredit di Atas Rp 720 T
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

OJK Targetkan Restrukturisasi Kredit di Atas Rp 720 T

Kamis, 14 Oktober 2021 | 13:32 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan restrukturisasi kredit hingga akhir 2021 melampaui posisi Rp 720 triliun. Target tersebut dipatok seiring dengan keberhasilan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjelaskan, sinyal keberhasilan penanganan pandemi terlihat dari menurunnya kasus positif harian Covid-19 dan percepatan vaksinasi nasional.

"Dengan berbagai upaya percepatan tersebut didukung OJK dan seluruh pelaku industri keuangan dan masyarakat, kami yakin, fase perbaikan agar segera terwujud sehingga perekonomian nasional kembali normal seperti pra-covid," kata Wimboh dalam pembukaan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2021, Kamis (14/10/2021).

Menurut dia, keberhasilan penanganan pandemi merupakan monentum bagi pertumbuhan ekonomi domestik. Tercermin dari catatan pertumbuhan kuartal II-2021 lalu yang naik 7,07% secara YoY atau 3,31% QoQ. Hingga akhir 2021, Wimboh memperkirakan tren pertumbuhan terus positif dan berlanjut sampai 2022.

"Kami mengapresiasi sinergi kebijakan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan selama pandemi khsususnya melalui penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 atau UU Nomor 2 Tahun 2020 di mana itu merupakan pilot bagi kita semua dalam menangani covid bagi perekonimian dan sektor keuangan," kata dia.

Dalam UU tersebut, OJK juga melakukan pengembangan stimulus atau Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada 2021 melalui restrukturisasi kredit yang posisi terakhir mencapai Rp 744,75 triliun.

Wimboh ingin, tren restrukturisasi kredit terus melandai dan diharapkan angka terakhir yang kini di posisi Rp 720 triliun bisa terlampaui. Di samping itu, OJK juga terus menjaga likuiditas pasar solid dan berbagai indikator keuangan sehingga semuanya dapat menunjang kembali IHSG ke posisi prapandemi.

"Pada 8 Oktober 2021, IHSG tercatat pada level 6.481,77 atau tumbuh signifikan 8,41% secara ytd dengan aliran dana masuk sebesar Rp 28,38 triliun ytd seiring dengan perkembangan yang menggembirakan," sebutnya.

Bukan hanya itu, catatan serapan investor asing dari surat berhagra negara juga mengindikasikan bukan hanya secara domestik, tetapi juga global sudah memberikan sinyal positif terhadap Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan penghimpunan melalui pasar modal hingga 5 Oktober 2021 telah mencapai Rp 266,82 triliun dari 35 emiten baru yang melakukan penawaran umum perdana.

Capaian ini, lanjut Wimboh, melampaui perolehan pada 2020 yang hanya Rp 118 triliun. Selain itu, pasar modal juga mencatat lonjakan pertumbuhan terutama dari investor ritel yang pada september 2021 mencapai 6,4 juta investor atau tumbuh sekitar 100,51% secara yoy.

OJK Fokus Pulihkan Mobilitas dan Konsumsi
Di tengah fluktuasi global, OJK terus mengamati kondisi domestik khususnya terkait pemulihan mobilitas dan konsumsi masyarakat.

"PDB kita 55,07% berasal dari konsumsi rumah tangga. Sehingga strategi percepatan ekonomi kita ke depan adalah kami fokus pada beberapa hal pertama keberhasilan penandangan pandemi emlakui akselserasi nasional dan kesiapan fasilitas kesehata sebagai langkah preventif dan antisipatif dan ini akan terus dilakukan," jelas Wimboh.

Selanjutnya, OJK juga akan mengarahkan kebijakan fiskal dan moneter. Termasuk memperhatikan negara-negara maju yang melakukan normalisasi. Sehingga OJK mampu memitigasi dampak potensi negatif agar Indonesia tetap tangguh meski terjadi normalisasi pariwisata di negara-negara maju.

Strategi ketiga adalah mendorong peningkatan permintaan domestik. Menurut Wimboh, hal itu penting sejalan dengan adanya pelonggaran mobilitas. "Kami harapkan, hal ini menjadi sumber pertumbuhan yang paling besar dalam perekobomian kita," tuturnya.

Tidak berhenti di situ, OJK juga akan mendorong produktivitas produk-produk yang beroritensi eskpor. Permintaan terhadap tekstil saat ini cukup besar di pasar global. Karena itu, ia ingin, produksi tekstil di Indonedia tidak terganggu agar potensi besar tersebut baik dari sisi pembiayaan maupun kebijakan perlu diarahkan agar Indonesia mempunyai competitive advantages dari permintaan global yang tinggi.

Keempat, strategi OJK ke depan akan difokuskan pada pemulihan ekonomi di sektor yang terdampak langsung pandemi dengan memberikan pinjaman kepada sektor-sektor tersebut. Ketika sektor pariwisata bergerak normal, Indonesia siap untuk melayani berbagai transformasi hotel, kafe, dan servis-servis lain.

"Jangan sampai, begitu pariwisata nornal. Ternyata, kita tidak siap untuk melayani adanya potensi besar pariwisata," ujarnya.

Denga demikian, akselerasi digitlisasi juga penting terutama di sektor keuangan agar bisa memberikan servis cepat, murah, dan berkualitas.

Di samping itu, bukan hanya di sektor perbankan, digitalisasi juga harus terjadi di sektor pasar modal sehingga hal ini menjadi potensi besar bagi start up-start up di Indonesia untuk masuk ke area ini.

Wimboh tak menampik, start up akan menjadi potensi di pasar modal dan petumbuhan ekonomi baru harus menjadi fokus berdama terutama menyangkut bagaimana memanfaatkan hadirnya agenda green economy yang harus patuh pada climate changes.

"Seluruh dunia fokus pada green economy dan Indonesia bisa memanfaatkan agenda ini. Adanya insentif emisi karbon diharapkan kita dapat mengoptimalkan insentif tersebut untuk menjadi hal positif bagi perushaan-perusahaan kita dan kita tetap harus mempunyai transisi yang smooth mengenai perubahan dr fosil energi ke energi baru dan terbarukan (EBT)," tambahnya.

Untuk itu, sektor keuangan mempunyai peran penting untuk mendorong digitalisasi dan memahami climate risk dan mempersiapkan seluruh komponen dan memanfaatkan hadirnya agenda climate change.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BCA Terus Perkuat Fundamental Capai Market Cap Rp 1.000 Triliun

Sejarah kenaikan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) diyakini akan kembali terulang seiring kokohnya fundamental.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

Jeda Siang, IHSG Menguat 33 Poin Capai 6.666

Sedangkan indeks LQ45 naik 5,9 poin (0,61%) ke level 978,1.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

Bursa Asia Melemah karena Ekonomi Tiongkok Tidak Sesuai Ekspektasi

Di Tiongkok daratan, komposit Shanghai turun 0,69%, sedangkan komponen Shenzhen melemah 0,954%.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

Deposit di Tokocrypto Kini Dikonversi ke BIDR

User Tokocrypto berkesempatan untuk mendapatkan cashback 100% dalam bentuk TKO dengan melakukan trading menggunakan pairing BIDR.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

Perajin Tenun Sasak Harap Superbike Geliatkan Usahanya

Perajin tenun Sasak berharap event Superbike di Sirkuit Mandalika akan menggeliatkan kembali usahanya yang mati suri karena pandemi.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

Awal Perdagangan, Rupiah Saat Mata Uang Asia Bervariasi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.056 - Rp 14.067 per dolar AS.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

Awali Perdagangan IHSG di Sekitar Garis Datar

Pukul 09.10 WIB, IHSG naik 1,0 poin (0,0%) menjadi 6.634.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

IHSG Diproyeksikan Menguat, Simak Daftar Saham Pilihan

Level support di 6.578 /6.522/6.471 dan resistance di 6.684/6.736/6.791.

EKONOMI | 18 Oktober 2021

Raihan Kontrak Baru PP Presisi Tembus 130% dari Target 2021

PT PP Presisi Tbk (PPRE) mencatatkan raihan kontrak baru sebesar Rp 4,7 triliun hingga September 2021, atau tembus 130% dari target perseroan sepanjang 2021

EKONOMI | 18 Oktober 2021

IHSG Diprediksi Kembali Coba All Time High

IHSG pada perdagangan hari ini akan berada di kisaran 6.600-6.750.

EKONOMI | 18 Oktober 2021


TAG POPULER

# Kasus Covid-19


# Piala Thomas


# Kereta Cepat


# Merah Putih


# Formula E



TERKINI
Insiden di Piala Thomas, Menpora Minta Maaf dan Siap Seret ke Jalur Hukum

Insiden di Piala Thomas, Menpora Minta Maaf dan Siap Seret ke Jalur Hukum

OLAHRAGA | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings