Industri Properti Berefek Positif untuk Pertumbuhan UKM
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Industri Properti Berefek Positif untuk Pertumbuhan UKM

Kamis, 14 Oktober 2021 | 16:36 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Industri properti memberikan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai sekitar 7-9%. Hal itu terjadi karena industri properti berhubungan dengan sektor perumahan, konstruksi, transportasi dan pergudangan, penyediaan akomodasi dan makan minum, pengadaan listrik dan gas, pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang, jasa keuangan hingga asuransi.

“Industri properti juga bisa menimbulkan efek berganda terhadap 175 industri dan 350 UKM terkait. Penggunaan material lokal bisa 90-100%, serta memperkerjakan sedikitnya hingga 30 juta tenaga kerja,” kata Kepala Badan Pengembangan Kawasan Properti Terpadu Kadin Indonesia, Budiarsa Sastrawinata dalam Indonesia Housing Forum yang digelar daring pada Kamis (14/10/2021).

Ia mengatakan, kualitas ekosistem industri properti dinilai cukup krusial tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan permukiman saja, tetapi juga untuk menggerakan ekonomi. Pasalnya, industri properti beririsan langsung dengan industri-industri ikutan di dalam lingkupnya, ataupun dengan industri penunjang yang berkaitan lainnya.

“Ekosistem industri properti peranannya sangat penting dan perlu dibenahi agar pemenuhan kebutuhan perumahan, permukiman bisa dilakukan secara efektif dan efisien,” ungkap Budiarsa.

Ia memaparkan cakupan industri properti sangat luas karena di dalamnya mencakup berbagai aspek seperti kawasan permukiman yang terdiri atas perumahan, ruko, apartemen. Lalu kawasan superblock yang terdiri atas pusat belanja dan perkantoran.

Kawasan Transit Oriented Development (TOD) yang terdiri atas bandara dan pelabuhan. Kawasan pariwisata yang terdiri atas resort, hotel dan eco tourism. Ada juga kawasan kota baru dan peremajaan kawasan kota, hingga kawasan industri khusus (KEK) dan export processing zone (EPZ).

Semuanya itu terkoneksi dengan kebutuhan jasa keuangan seperti perbankan, pajak, Tapera dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), serta terkoneksi dengan jasa penunjang lainnya seperti brokerage, konsultan, manajemen pengelola gedung dan perumahan.

“Industri properti memiliki keterkaitan dengan industri konstruksi, infrastruktur, pariwisata, manufaktur dan jasa keuangan,” ungkap Budiarsa.

Menurutnya, rantai pasok industri properti perlu diidentifikasi secara rinci untuk membenahi permasalahan dan kebijakan, mulai dari tata ruang, ketersediaan lahan dan kepastian hukum pertanahan, kemudahan perizinan, bahan bangunan, insentif, pemasaran, pembiayaan dan tata kelola operasional.

“Bila ekosistem industri propertinya baik, supply chain (rantai pasok) nya juga baik, maka akan mempermudah akselarasi pengembangan kebutuhan di sektor ini,” tandas Budiarsa.

Ia pun optimistis, dengan ekosistem yang berkualitas dan rantai pasok yang baik dapat menjadi jawaban atas permasalahan yang ditemui di sektor properti, tanpa terkecuali menjawab tantangan di saat ini yaitu menurunkan kesenjangan antara ketersediaan dan kebutuhan (backlog) perumahan.

Direktur Nasional Habitat Indonesia, Susanto yang juga merupakan Ketua Penyelenggara Indonesia Housing Forum mengatakan, Habitat Indonesia sebagai organisasi non-profit yang fokus pada penyediaan hunian layak di Indonesia juga terus berupaya melakukan advokasi mengenai perumahan terjangkau bagi keluarga-keluarga berpenghasilan rendah.

Berdiri sejak 24 tahun lalu, Habitat Indonesia telah melayani lebih dari 168 keluarga memperoleh rumah, sanitasi, dan akses
air.

Habitat Indonesia memiliki visi yang sama dengan pemerintah dalam upaya mencari solusi atas masalah perumahan di Indonesia, dimulai dari permasalahan lebih dari 7 juta backlog dan lebih dari 2 juta rumah tidak layak bahkan hingga masalah desain rumah yang memadai untuk mengantisipasi perubahan iklim dan new normal.

“Melihat kepada masih jutaan keluarga yang harus dibantu mendapatkan hunian layak terlebih di masa pandemi, Habitat berharap melalui Indonesia Housing Forum setiap peserta yang hadir dapat ditempatkan secara inklusif dengan memposisikan dirinya sebagai pemangku kepentingan sehingga setiap orang lebih mengerti masalah-masalah dan tantangan dalam mewujudkan hunian layak,” tambah Susanto.

Bidang akademisi juga tak luput memberikan kontribusi terkait permasalahan rumah di Indonesia. Sejak pelaksanaan Indonesia Housing Forum pertama 2017, akademisi turut memberikan kajian yang mendalam terkait pengembangan perumahan di Indonesia.

Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Universitas Trisakti, Hadi Prabowo, menuturkan, program lanjutan yang dikerjakan oleh Trisakti terkait perumahan dan permukiman berupa program pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penyuluhan, pelatihan, konsultasi desain serta percontohan terkait perumahan dan permukiman.

Penyedian perumahan yang layak huni dan terjangkau merupakan isu nasional, oleh karena itu diperlukan kerjasama antar pemangku kepentingan.

“Institusi pendidikan termasuk FTSP Universitas Trisakti dan organisasi non-pemerintah Habitat untuk kemanusiaan di Indonesia perlu melakukan kerja sama untuk berpartisipasi dalam mengatasi kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui penelitian, workshop, dan pengabdian pada masyarakat,” kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Presiden Diminta Evaluasi Pelaksanaan Inpres tentang Optimalisasi Pelaksanaan Jamsostek

Jokowi diminta mengevaluasi pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Pelasaksanaan Program Jamsostek.

EKONOMI | 16 Oktober 2021

Perusahaan Publik Bertanggung Jawab Tingkatkan Shareholders Value

Perusahaan publik di BEI memiliki tanggung jawab menjaga agar nilai perusahaan tidak turun.

EKONOMI | 15 Oktober 2021

Aspebindo Dorong Pemerintah Manfaatkan Kenaikan Harga Batu Bara

"Dunia saat ini sedang sangat membutuhkan pasokan energi, ini bisa Indonesia maksimalkan," kata Anggawira

EKONOMI | 15 Oktober 2021


Holding BUMN Jasa Survei Bidik Pendapatan Konsolidasi Tumbuh 15%

Pembentukan Holding BUMN Jasa Survei akan meningkatkan peluang bisnis dan efisiensi melalui sinergisitas, kolaborasi, dan integrasi.

EKONOMI | 15 Oktober 2021

Mulai Dipasarkan, Synthesis Huis Tawarkan Peluang Investasi Tinggi

Synthesis Development akan melakukan penjualan perdana Synthesis Huis tahap pertama pada 16–17 Oktober 2021.

EKONOMI | 15 Oktober 2021

Hilangkan Kemiskinan Ekstrem, Kemenaker Lakukan Dua Strategi

Pemerintah hilangkan kemiskinan ekstrem di tujuh provinsi sampai 2024.

EKONOMI | 15 Oktober 2021

Cetak Rekor, Beban Puncak Listrik Jawa-Bali Sentuh Angka 28 Giga Watt

PLN mencatatkan rekor konsumsi listrik Jawa, Madura dan Bali telah melewati 28 Giga Watt (GW).

EKONOMI | 15 Oktober 2021

Presiden Jokowi Resmikan Hotel Meruorah di Labuan Bajo

Hotel Meruorah merupakan bagian dari Kawasan Terpadu Labuan Bajo yang dimiliki dan dikelola oleh PT Indonesia Ferry Properti (IFPRO).

EKONOMI | 15 Oktober 2021

SSB Dukung Milenial Songsong Era Industri 4.0 di Masa Pandemi

Wujud Komitmen berkelanjutan SSB dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) guna memastikan kualitas kompetensi generasi mendatang.

EKONOMI | 15 Oktober 2021


TAG POPULER

# Hoegeng Iman Santoso


# Dodi Reza Alex Noerdin


# Direktur TV Penyebar Hoax


# Pinjol Ilegal


# Anthony Ginting



TERKINI
Mantan Kabais Kecam Konten YouTube Sudutkan TNI-AL

Mantan Kabais Kecam Konten YouTube Sudutkan TNI-AL

DIGITAL | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings