Bank Sentral Tiongkok: Risiko Evergrande Terkendali
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bank Sentral Tiongkok: Risiko Evergrande Terkendali

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 11:48 WIB
Oleh : Grace Eldora Sinaga / FMB

Beijing, Beritasatu.com - Bank sentral Tiongkok (PBoC) mengatakan pada Jumat (15/10/2021) bahwa risiko limpahan dari krisis utang raksasa properti China Evergrande Group ke sektor keuangan dapat dikendalikan. Pernyataan ini memecah kebisuan bank sentral.

Kekhawatiran semakin meningkat terkait krisis uang tunai di Evergrande, yang dililit utang US$ 300 miliar. Keruntuhan perusahaan ini dikhawatirkan dapat menularkan dampak buruk bagi perekonomian Tiongkok dan dunia.

"Pihak yang berwenang meminimalisir risiko dan menyelesaikan masalah sesuai dengan prinsip-prinsip hukum dan pasar," kata pejabat PBoC Zou Lan, menurut laporan kantor berita negara Xinhua, Jumat (15/10/2021).

Zou melanjutkan dengan mengatakan bahwa perusahaan telah dikelola dengan buruk dan tidak beroperasi dengan hati-hati, kata laporan Shanghai Securities News.

"Sebaliknya, perusahaan mendiversifikasi dan melakukan ekspansi secara membabi buta, sehingga indikator operasi maupun keuangan merosot tajan, dan akhirnya menimbulkan ledakan risiko," jelas Zou, yang mengepalai departemen pasar keuangan PBoC.

Zou menambahkan bahwa secara keseluruhan, risiko limpahan ke sektor keuangan dapat dikendalikan.

Pihak berwenang juga akan membantu memastikan dukungan keuangan diberikan untuk dimulainya kembali pekerjaan di proyek properti Evergrande. Zou juga menekankan bahwa sektor properti secara umum tetap sehat.

Krisis likuiditas Evergrande dimulai ketika Pemerintah Tiongkok memperketat pengawasan sektor properti melalui kebijakan tiga rasio utang atau skema yang dijuluki tiga garis merah.

Perusahaan dilaporkan telat melakukan tiga pembayaran obligasi luar negeri senilai hampir US$ 150 juta pada Senin (11/10/2021), memicupenurunan peringkat untuk dua pengembang properti Tiongkok lainnya.

Unit Evergrande yang terdaftar di Shenzhen, Hengda Real Estate, memiliki pembayaran obligasi domestik senilai 121,8 juta yuan yang akan jatuh tempo Selasa depan. Terpisah, Evergrande memiliki obligasi internasional senilai US$ 14,25 juta yang jatuh tempo pada 30 Oktober.

Sebelumnya, Evergrande melewatkan dua pembayaran obligasi internasional pada September 2021, tetapi membayar bunga obligasi domestik pada bulan yang sama.

Penularan yang Lebih Luas
Kekhawatiran atas sektor properti Tiongkok telah meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya pengembang properti Tiongkok lainnya, Fantasia Holdings, melewatkan pembayaran utang. Sementara Sinic memperingatkan ada kemungkinan melakukan gagal bayar utang perusahaan.

Akibatnya, lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings menurunkan peringkat Fantasia menjadi CCC-, sebuah langkah yang menunjukkan kemungkinan gagal bayar (default). Sementara S&P Global Ratings menurunkan peringkat perusahaan menengah ke SD atau default selektif.

Pekan lalu, Evergrande menangguhkan perdagangan sahamnya di bursa saham Hong Kong sambil menunggu keputusan pengumuman tentang adanya rencana transaksi besar.

Laporan menunjukkan bahwa perusahaan real estate dari Hopson Development Holdings berencana untuk membeli 51% saham di unit jasa properti Evergrande. Tetapi kesepakatan itu belum terwujud.

Pada Agustus 2021, PBoC mengatakan telah memanggil eksekutif Evergrande dan memperingatkan bahwa perusahaan perlu mengurangi risiko utangnya.

Dalam sebuah pernyataan bulan lalu, PBoC mengatakan bahwa sektor keuangan Tiongkok harus memenuhi tujuan menstabilkan harga tanah dan perumahan. "Dan bersikeras untuk tidak menggunakan sektor properti sebagai stimulus ekonomi jangka pendek," tegasnya.

Kesulitan Evergrande telah memicu kemarahan publik dan protes di mana investor dan pemasok menuntut uang mereka kembali.

Perusahaan telah mengakui menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan memperingatkan bahwa mereka mungkin tidak dapat memenuhi kewajiban-kewajibannya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Subholding Gas Pertamina Sepakati Perjanjian Jual-Beli Gas

PGN sebagai Subholding Gas Pertamina, menyepakati sembilan perjanjian jual-beli gas bumi (PJBG) untuk menjaga ketahanan pasokan gas bumi.

EKONOMI | 1 Desember 2021

PLN Percepat Terbentuknya Ekosistem Kendaraan Listrik

PLN bekerja sama dengan Agen Pemegang Merek (APM) otomotif untuk memberi kemudahan bagi pengguna baru kendaraan listrik.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Hadapi Libur Nataru, 11 Ruas Tol Baru Siap Digunakan

Kementerian PUPR memastikan kesiapan ruas jalan tol dan jalan nasional menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

EKONOMI | 1 Desember 2021

UMK 2022 Naik 1,75%, Kadin Jatim: Memberatkan 

Pengusaha yang tergabung dalam Kadin Jatim merasa keberatan dengan penetapan kenaikan UMK 2022 rata-rata sebesar Rp 75.000 atau 1,75%.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Kemenperin Anugerahi 16 Perusahaan Pencetus Teknologi

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan anugerah penghargaan Rintisan Teknologi Industri (Rintek) 2021 kepada 16 perusahaan

EKONOMI | 1 Desember 2021

Nataru, Pemerintah Pertimbangkan Syarat Stiker Perjalanan

Stiker itu sebagai bentuk pengawasan pemerintah dalam memastikan warga yang melakukan perjalanan sudah memenuhi persyaratan.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Privy Hadirkan Layanan Identitas Digital PrivyPass

PrivyPass menghadirkan proses registrasi yang nyaman, cepat, dan aman, serta terintegrasi dengan basis data kependudukan.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Penuhi Janji, LRT City Ciracas Tutup Atap Tower Azure

Seremoni tutup atap atau topping off menjadi milestone penting untuk tahapan pengembangan proyek LRT City Ciracas.

EKONOMI | 1 Desember 2021

IHSG Turun, Volume Perdagangan MLPL Paling Besar

Saham yang paling aktif ditransaksikan berdasarkan volume di antaranya saham PT Multipolar Tbk (MLPL).

EKONOMI | 1 Desember 2021

IHSG di Zona Merah, Asing Koleksi TLKM dan Jual BUKA

TLKM  jadi saham favorit asing pasca-dikoleksi sebanyak Rp 114,7 miliar.

EKONOMI | 1 Desember 2021


TAG POPULER

# Reshuffle Kabinet


# Reuni 212


# Kota Termahal di Dunia


# Ganjil Genap di Tol


# Militer Inggris



TERKINI
DPRD Tetapkan APBD Kabupaten Bekasi Rp 6,3 Triliun

DPRD Tetapkan APBD Kabupaten Bekasi Rp 6,3 Triliun

MEGAPOLITAN | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings