Logo BeritaSatu

Fokus Pasar: Komoditas Meningkat, Neraca Perdagangan Surplus

Selasa, 19 Oktober 2021 | 08:58 WIB
Oleh : Nabil Syarifudin Al Faruq / WBP

Jakarta, Beritasatu.com— Strategi pemerintah untuk menjaga pasokan ekspor komoditas yakni batu bara dan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dinilai dapat berdampak pada kinerja neraca perdagangan menjelang akhir tahun 2021.

PT Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Selasa (19/10/2021) mengatakan surplusnya neraca dagang pada bulan September 2021 memperpanjang tren kenaikan surplus sejak Mei 2020. Kinerja surplus yang signifikan ditopang terjaganya kinerja impor dan ekspor dimana kenaikan ekspor tercatat 47,64% year on year (YoY). Surplus terutama disebabkan kinerja komoditas ekspor andalan Indonesia yakni batu bara naik sebesar 36,35% month to month (MoM) dan CPO sebesar 16,43% MoM.

“Kami melihat strategi kebijakan pemerintah selama pandemi dalam menjaga pasokan ekspor kedua komoditas tersebut serta menjamin ketersediaan pasokan dalam negeri, menjadi kunci menjaga momentum ekspor di tengah kenaikan harga,” jelas Pilarmas Sekuritas.

Sebagai produsen terbesar batu bara dan CPO, peranan Indonesia terhadap dua produk komoditas tersebut sangat menentukan pasokan dunia. Sehingga segala keputusan dinilai dapat berdampak pada pergerakan harga di tengah permintaan dunia yang saat ini cukup tinggi.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyusun strategi kebijakan dalam mengelola kinerja ekspor yang lebih optimal dengan tetap menjaga stabilitas persediaan domestik melalui DMO baik untuk batu bara maupun CPO.

Kebijakan itu memiliki dampak positif dalam menjaga momentum tren kenaikan harga global komoditas tersebut. Di sisi lain, DMO juga diindikasi mampu mendorong pengembangan produk hilir batu bara melalui ketersediaan bahan baku domestik untuk pengembangan produk gasifikasi, liquifikasi, briketisasi dan berbagai pengembangan produk lainnya.

Sementara pada komoditas minyak kelapa sawit, strategi kebijakan pemerintah melalui penetapan tarif progresif pada pungutan ekspor (PE) komoditas sawit juga diindikasi menjadi faktor kunci dalam manajemen pasokan dunia dan menjaga tren momentum kenaikan harga komoditas tersebut.

Di sisi lain, skema PE progresif mampu mendorong ekspor komoditas turunan CPO yang lebih bernilai tambah dengan menjamin ketersediaan stok minyak sawit mentah dalam negeri. Dengan demikian, produsen hilir domestik mendapatkan keunggulan karena harga bahan baku yang relatif lebih murah dibandingkan produsen dari luar negeri.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

BPJS Kesehatan Dukung Kemenkes Naikkan Tarif Layanan RS

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mendukung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk kenaikan tarif layanan kesehatan rumah sakit (RS).

EKONOMI | 7 Desember 2022

APSI: Jasa Unlock IMEI Rugikan Industri dan Negara

Asosiasi Pengusaha Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) menilai jasa unlock IMEI untuk ponsel ilegal di marketplace telah merugikan industri dan negara.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Beda dengan Kripto, Digital Rupiah Akan Jadi Alat Pembayaran Sah

Berbeda dengan kripto, digital rupiah akan diterapkan menjadi alat pembayaran yang sah.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Rayu Investor AS, Airlangga Pamer Kinerja Ciamik Indonesia

Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia terbukti sebagai negara yang bertahan dari krisis dengan tetap menjamin ketahanan ekonomi dan politik.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Prospek TOD 2023 Cerah, Adhi Commuter Bidik Kinerja Positif

Gema Goeyardi pendiri sekaligus CEO Astronacci International menjadi anggota Forbes Finance Council. 

EKONOMI | 7 Desember 2022

BKPM Sudah Terbitkan 2,9 Juta Nomor Induk Berusaha

BKPM menyampaikan bahwa total Nomor Induk Berusaha (NIB) yang telah diterbitkan mencapai 2,9 juta NIB per 5 Desember 2022.

EKONOMI | 7 Desember 2022

BI: Cadangan Devisa November Naik Jadi US$ 134 Miliar

BI melaporkan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada November 2022 naik jadi US$ 134 miliar dari Oktober 2022 senilai US$ 130,2 miliar.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Ini Bedanya Mata Uang Rupiah Digital dengan Uang Tunai

Bank Indonesia (BI) dalam waktu dekat akan mengimplementasikan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau rupiah digital.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Mayoritas Sektor Saham Merah, IHSG Ambles 67 Poin Sesi I

Selama sesi I, nilai perdagangan IHSG mencapai sekitar Rp 9,66 triliun dan frekuensi perdagangan mencapai 759.814 kali transaksi.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Aset Kripto Ceria Pekan lalu, ke Depan Investor Waspadai Ini

Secara keseluruhan pasar aset kripto relatif tenang dan berbagai bursa kripto di seluruh dunia termasuk Indonesia menunjukkan transparansi.

EKONOMI | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# Ferdy Sambo


# Gempa Cianjur


# Pernikahan Kaesang


# KKB Tembak Mati


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Efek Bom Bandung, Pengamanan Pernikahan Kaesang Dipertebal

Efek Bom Bandung, Pengamanan Pernikahan Kaesang Dipertebal

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE