Potensi Pasar Tanaman Hias di Dunia Capai Rp 3.000 Triliun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Potensi Pasar Tanaman Hias di Dunia Capai Rp 3.000 Triliun

Rabu, 20 Oktober 2021 | 00:14 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Bogor, Beritasatu.com - Tanaman hias memiliki potensi besar dikembangkan di Indonesia. Pasalnya, global market value atau potensi pasar tanaman hias di dunia mencapai nilai Rp 3.000 triliun, lebih tinggi dibandingkan kopi dan teh. Namun, Indonesia baru memenuhi ceruk pasar dunia sebesar 0,01 persen.

Hal itu diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, saat meninjau Green House milik Minaqu Indonesia, sekaligus penandatanganan MoU antara Minaqu Home Nature (Minaqu Indonesia) dengan Koperasi Agro Tora Wajasakti (Sukabumi) di Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Bogor, Jawa Barat, Selasa (19/10/2021).

Sebelum kerja sama dengan Koperasi Agro Tora Wajasakti, Minaqu Indonesia sudah bermitra dengan koperasi lainnya yaitu Koperasi Pelita Desa (Ciseeng, Bogor), Koperasi Kowinas (Karawang, Subang, Cianjur, Bali, Lombok, Bangka Belitung, Batam, Yogyakarta, dan Solo), serta Koperasi Produsen Maja Flora (Mojokerto, Jawa Timur).

"Saya sangat mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan Minaqu Indonesia sebagai off taker produk tanaman hias yang telah menggandeng kurang lebih 1.000 petani di Jawa Barat dan telah bermitra dengan 4 koperasi," kata Teten di acara yang juga dihadiri Deputi Bidang Perkoperasian Kemkop dan UKM, Ahmad Zabadi, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, dan CEO Minaqu Indonesia Ade Wardhana Adinata.

Para petani, lanjut Teten, harus dikonsolidasi, jangan biarkan mereka hanya menggarap di lahan yang sempit. Lebih baik terkonsolidasi melalui koperasi.

“Kalau sudah ada koperasi, para petani dapat fokus untuk berproduksi di lahan yang juga dikonsolidasikan menjadi skala ekonomi," kata Teten.

Menurut Teten, yang berperan menjadi off taker pertama adalah koperasi sebagai agregator, melakukan pengolahan hasil panen, dan berhadapan dengan pembeli sehingga harga tidak dipermainkan buyer.

"Koperasi sebagai badan usaha yang berbadan hukum juga dapat melakukan kerja sama dengan berbagai pihak. Mulai dari akses terhadap sumber-sumber pembiayaan dan kerja sama dengan perguruan tinggi untuk teknologi tepat guna, sampai pada hilirisasi produk (pemasaran) baik secara offline dan online," papar Teten.

Bagi Teten, apa yang dilakukan Minaqu telah mencerminkan terjadinya proses inclusive close loop, di mana telah tercipta sebuah ekosistem terintegrasi dari hulu hingga hilir.

"Minaqu tidak hanya bertindak sebagai off taker dari hasil produksi petani, namun juga memberikan pendampingan mulai dari pembibitan, proses produksi, hingga pemasarannya untuk pasar ekspor," tukas Teten.

Mengingat masih sangat besarnya peluang permintaan tanaman hias dari mitra luar negeri yang telah bekerja sama dengan Minaqu, Teten berharap koperasi-koperasi lainnya yang telah mengkonsolidasikan lahan anggotanya, juga dapat memanfaatkan peluang ini dan menjalin kemitraan.

Selain itu, Teten juga mendukung pemanfaatan teknologi informasi melalui web based sistem e-commerce platform minaquindonesia.com untuk akselerasi menuju go digital dan go global.

"Sudah sangat tepat sebagai platform yang menjadi gerbang pemasaran global tanaman hias yang selanjutnya akan dikembangkan bagi komoditas agriculture lainnya, yang saat ini sudah dijangkau lebih dari 50 negara di dunia," imbuh Teten.

Platform Digital

Dalam kesempatan yang sama, CEO Minaqu Indonesia Ade Wardhana Adinata, menjelaskan, untuk memenuhi florikultura dengan standarisasi pasar global, Minaqu Home Nature telah memiliki cabang di beberapa daerah di Indonesia mulai dari Merauke, Makassar, Tomohon, Solok, Padang Panjang, Ungaran, Banyuwangi, Bali, dan masih banyak lagi kota lainnya.

Di samping itu, Minaqu juga membangun kampung-kampung flori berbasis ekspor dengan menggaet petani milenial yang memiliki ketertarikan pasar florikultura.

“Kami bekerja sama dengan Provinsi Jawa Barat dengan program Petani Milenial Jabar Juara, ada 580 petani milenial di bisnis florikultura dan Minaqu menjadi offtaker dan pembina dan tenaga ahli,” kata Ade.

Dalam pemasaran produk florikultura, Minaqu mengoptimalkan pasar global secara melalui pemasaran digital. Di antaranya menggunakan sarana media sosial Facebook, Instagram, Linkedin, dan Whatsapp Bussiness.

Lebih dari itu, Minaqu membuat platform digital untuk petani mitra. Sehingga, mereka bisa mengunggah sendiri tanaman hias yang dimiliki dan diakses secara real time oleh 7 distributor Minaqu Home Nature yang ada di enam negara yang telah bermitra.

Untuk lebih agresif menggarap pasar nasional dan ekspor, Minaqu pada 28 Oktober 2021, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, akan meluncurkan laman e-commerce Minaqu Indonesia. Minaqu juga telah bekerja sama dengan IPC Logistics untuk membantu logistik ekspor produk tersebut.

Minaquindonesia.com adalah bagian dari strategi pemasaran yang ditujukan untuk menyampaikan peluang besar bagi petani dalam meraih potensi pasar global dan peluang membawa produk pertanian Indonesia go global.

Ade mengungkapkan, fokus pasar ekspor potted plant dari Minaqu Home Nature antara lain Jerman, Belanda, Inggris (United Kingdom/UK), Korea Selatan, Kanada, Polandia, Florida, Seattle, California (Amerika Serikat), Belgia, Norwegia, Perancis, Nigeria, Hongkong, Malaysia, Singapura, dan Australia.

"Kami juga sudah mengakuisisi 3 green house di Cyprus menjadi hub Minaqu untuk membanjiri Benua Afrika, Timur Tengah dan Turki,” jelas Ade.

Minaqu pun terus mengembangkan pasar ke wilayah Timur Tengah, Afrika, Kuwait, yang selama ini mereka datangkan tanaman tropis dari Belanda karena Belanda menguasai 40% pasar tanaman global.

Untuk pasar lokal, Ade menggunakan e-commerce marketplace melalui Tokopedia dan Shopee. Di samping itu juga membangun dan mengakomodir petani mitra Minaqu Home Nature di kawasan strategis pasar tanaman hias di Jungle Fest, Bogor.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rekomendasi Saham Hari Ini: EXCL, MPPA, BWPT dan LPKR

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (1/12/2021) diproyeksi melanjutkan pelemahan.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Rebound dari Koreksi Kemarin, IHSG Dibuka Menguat 0,66%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,66% ke 6.577 pada awal perdagangan hari ini, Rabu (1/12/2021).

EKONOMI | 1 Desember 2021

Bursa Asia Dibuka Bervariasi, Pasar Pantau Varian Omicron

Bursa Asia Pasifik dibuka bervariasi pada perdagangan Rabu (1/12/2021). Sebelumnya, Wall Street ditutup melemah akibat sentimen omicron.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Di Bawah Rp 1 M, Cendana Cove Lippo Cocok untuk Milenial

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) meluncurkan klaster Cendana Cove yang terletak di exclusive enclave Lippo Village Central.

EKONOMI | 1 Desember 2021

CEO Moderna Ragukan Keampuhan Vaksin, Bursa Eropa Melemah

Bursa Eropa ditutup melemah pada perdagangan Selasa (30/11/2021) akibat rencana the Federal Reserve mempercepat stimulus dan kekhawatiran omicron.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Fokus Pasar: Kenaikan Tarif Listrik dan PPN

Pelaku pasar cermati rencana pemerintah untuk meningkatkan tarif dasar listrik pada tahun 2022 mendatang dan PPN.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Harga Minyak Turun 4% Akibat Omicron, OPEC Tahan Produksi

Harga minyak mentah dunia pada perdagangan Selasa (30/11/2021) terkoreksi lebih dari 3% akibat kekhawatiran pasar akan varian omicron.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Wall Street Terjungkal Akibat Sentimen Omicron

Indeks-indeks acuan Wall Street ditutup melemah pada penutupan perdagangan Selasa (30/11/2021) akibat sentimen Covid varian omicron.

EKONOMI | 1 Desember 2021

3 Jenis Konten Ini Paling Diminati Investor Ritel

Mandiri Sekuritas melihat 3 jenis konten yang paling diminati investor ritel, yaitu informasi produk dan emiten, riset pasar, dan edukasi pasar modal.

EKONOMI | 30 November 2021

Perkuat Silaturahmi, Komunitas ME2000C Serentak Gelar Kopdar

Bagi sebuah komunitas, ajang kopdar jadi momen yang penting untuk meningkatkan kekompakan dan saling bertukar informasi atau pengalaman di antaranggota.

EKONOMI | 30 November 2021


TAG POPULER

# Aturan Perjalanan Dalam Negeri


# Fadel Muhammad


# Umrah


# Reuni 212


# Omicron



TERKINI
BPS: Inflasi Tinggi Tanda Perbaikan Ekonomi

BPS: Inflasi Tinggi Tanda Perbaikan Ekonomi

EKONOMI | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings