Logo BeritaSatu

Terobosan Erick Thohir Gabungkan BUMN Pangan Dapat Dukungan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 12:14 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Guna memperkuat ekosistem pangan nasional, Menteri BUMN Erick Thohir melakukan penggabungan enam BUMN bidang pangan. Holding enam perusahaan juga bertujuan agar Indonesia segera keluar dari ketergantungan impor pangan.

Salah satu BUMN tersebut diantaranya adalah PT Pertani yang bergerak di bidang benih pertanian, PT Perikanan Indonesia, dan beberapa perusahaan logistik. Nantinya enam BUMN tersebut akan dilebur di bawah satu badan usaha yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Langkah merger salah satunya bertujuan memperkuat ekosistem pangan nasional. Melalui peleburan ini ditargetkan Indonesia sebagai negara agraris tidak lagi menggantungkan pangan pada impor.

Advertisement

Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) Said Abdullah mengatakan mendukung terobosan transformasi pada sektor pertanian guna memperkuat ekosistem pangan nasional.

“Kalau secara ide sih menurut saya sangat baik dan itu yang saya kira perlu terobosan-terobosan dilakukan, salah satunya sebagai terbosan (Klaster BUMN Pangan) yang baik itu dalam rangka memperkuat produksi dan cadangan pangan,” kata Said, melalui keterangan tertulis, Kamis (21/10/2021).

Said menambahkan, dalam rangka memperkuat pangan, BUMN bisa masuk mulai dari komoditas pangan yang masih mengalami defisit atau kekurangan. “Mulai dari misalnya penyediaan input, kemudian distribusi sampai ke pasar, terutama kan kalau selama ini, pada beberapa jenis pangan tertentu kita masih defisit dan keberadaan BUMN ini harusnya bisa menjawab tantangan itu, soal defisit itu,” ujar Said.

Lanjut Said, BUMN tidak perlu masuk ke wilayah pangan yang sudah memiliki tingkat produksi yang baik agar tidak menjadi pesaing bagi petani, tetapi dapat membantu dalam hal distribusi dan harga pasar.

“BUMN nggak perlu masuk ke wilayah produksinya, bisa jadi dia main pada wilayah distribusi sama pasarnya, karena kalau komoditas yang sudah baik dikelola oleh petani, (BUMN) masuk di on farm-nya kan jadi pesaingnya petani. Fungsinya (BUMN Pangan) memperkuat produksi dalam negeri bukan menjadi saingannya produsen dalam negeri,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Said, keberadaan BUMN Pangan harus menjadi mitra petani, supaya petani menjadi lebih kuat dalam melakukan produksi dan bisa memberikan kesejahteraan pada mereka.

“Maka BUMN harus membangun relasi dengan petani, bagaimana keberadaan BUMN ini tidak hanya menumbuhkan produksi penguatan, tapi juga menjadi partner petani untuk mereka lebih kuat berproduksi dan mereka juga bisa sejahtera petaninya,” harapnya.

Selain itu, Said meminta agar BUMN Pangan nantinya dapat dikelola secara akuntabel, bisa dikontrol oleh publik dan memiliki manajemen yang baik.

“BUMN ini harus cukup akuntable, bisa dikontrol oleh publik. karena bagaimanapun dia menjalankan dana publik kan, dana rakyat, ini harus betul-betul dikelola oleh orang yang kuat, oleh management yang bagus, itu yang menurut saya menjadi penting.” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bursa Asia Dibuka Positif Mengikuti Pergerakan Wall Street

Bursa Asia-Pasifik dibuka menguat pada hari Jumat (27/1/2023) menyusul penutupan Wall Street yang positif ditopang data PDB AS.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Tukang Becak Bobol BCA, Salah Bank atau Nasabah? Ini Kata OJK

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai awal pekan depan akan memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tukang becak bobol BCA senilai Rp 320 juta.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Harga Minyak Mentah Menguat 1% Ditopang Sentimen PDB AS

Harga minyak mentah dunia naik sekitar 1% didorong sentimen pembukaan kembali ekonomi Tiongkok dan pertumbuhan ekonomi AS.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Ini yang Perlu Dilakukan Pemerintah untuk Capai Target PDB

Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa mencapai angka 5,3% ditopang konsumsi, investasi, dan ekspor.

EKONOMI | 27 Januari 2023

PDB AS Tumbuh 2,9% Dorong Wall Street Menguat

Wall Street naik pada Kamis (26/1/2023). Produk domestik bruto AS kuartal keempat menguat 2,9%, di atas ekspektasi pasar.

EKONOMI | 27 Januari 2023

Green Tech Genjot Produksi Motor Listrik Tanah Air

Green Tech mampu memproduksi sebanyak 1.000 unit per hari, atau kira-kira sekitar 300.000 sampai 400.000 per tahun.

EKONOMI | 26 Januari 2023

Berdayakan Startup Digital, Telkomsel Hadirkan NextDev Academy

Telkomsel menghadirkan program pengembangan startup digital NextDev Academy ke-8 untuk membuka peluang perkembangan ekosistem pemberdayaan startup digital.

EKONOMI | 26 Januari 2023

Sri Mulyani: Anggaran Covid-19 Bisa Bangun 2 IKN

Sri Mulyani Indrawati mengatakan anggaran penanganan Covid-19 diperkirakan bisa digunakan untuk membangun dua ibu kota negara (IKN).

EKONOMI | 27 Januari 2023

Pengamat: Perppu Cipta Kerja Bawa Indonesia Siap Hadapi Tantangan Global

Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja

EKONOMI | 26 Januari 2023

Rupiah Hari Ini 26 Januari 2023 Ditutup Menguat ke Rp 14.947

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini Kamis (26/1/2023) ditutup menguat dibandingkan posisi kemarin.

EKONOMI | 26 Januari 2023


TAG POPULER

# Pleidoi Ferdy Sambo


# Serial Killer


# RUU Kesehatan


# Insiden Lion Air


# Biaya Haji 2023


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bursa Asia Dibuka Positif Mengikuti Pergerakan Wall Street

Bursa Asia Dibuka Positif Mengikuti Pergerakan Wall Street

EKONOMI | 2 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE