MES Dorong Bank Syariah Indonesia Jadi Bank BUMN
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

MES Dorong Bank Syariah Indonesia Jadi Bank BUMN

Kamis, 21 Oktober 2021 | 16:40 WIB
Oleh : Gita Rossiana / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) mendorong PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI untuk menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tidak sekedar anak usaha dari bank BUMN. Pasalnya, hal ini bisa mengakselerasi pengembangan keuangan syariah nasional.

Sekretaris Jenderal MES Iggi H Achsien menjelaskan, merger bank syariah milik bank BUMN di bawah payung Bank Syariah Indonesia menjadi salah satu terobosan yang dilakukan pemerintah dalam keuangan syariah.

"Ketika bank syariah merger ini harus diapresiasi dan mungkin impact secara internasional dan nasional akan mulai terasa di tahun mendatang," kata dia dalam acara Financial Innovation, "Prospek Cerah Bisnis Syariah" yang digelar BeritaSatu TV, Kamis, (21/10/2021).

Menurut Iggi, tahun ini mungkin akan menjadi tahun konsolidasi bagi BSI. Namun pada tahun mendatang, BSI akan mulai melakukan aksi korporasi. Aksi korporasi BSI ini, menurut Iggi akan berdampak terhadap industri syariah yang lain, seperti asuransi syariah dan pasar modal melalui reksa dana dan penerbitan sukuk.

Namun di balik peran BSI ini, Iggi berharap BSI bisa membawa nama Indonesia di tingkat global dan domestik. Ini bisa dilakukan dengan menjadikan BSI sebagai perusahaan milik negara melalui penempatan saham pemerintah atau saham dwiwarna di BSI.

"Sekarang kan masih milik bank BUMN, namun harapannya ada saham merah putih atau dwiwarna di BSI yang bisa direalisasikan di tahun mendatang," kata dia.

Dengan menjadi perusahaan BUMN, BSI bisa mendapatkan dukungan pemerintah dan juga meningkatkan kepercayaan publik. Selain itu, pemerintah juga bisa memiliki flagship di perbankan syariah.

"BSI juga bisa menjadi anggota Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) kelima," ucap dia.

Setelah BSI menjadi bank milik negara, BSI bisa membangun konglomerasi keuangan syariah. Menurut Iggi, saat ini belum ada asuransi syariah yang besar di Indonesia, namun BSI bisa melahirkan asuransi yang hebat tersebut karena captive market ada di BSI.

"Setelah BSI menjadi perusahaan negara, BSI bisa menjadi konglomerasi keuangan syariah di Indonesia. Jadi bisa dibayangkan, seperti Bank Mandiri yang memiliki AXA Mandiri atau BRI yang memiliki BRI Life. BSI bisa memiliki asuransi syariah yang juga solid seperti BSI sekarang," terang dia.

Iggi juga berharap dengan berkembangnya BSI bisa menghilangkan ironi di industri keuangan syariah global. Iggi mengungkapkan, dengan penduduk yang besar, Indonesia masih tertinggal di bawah Malaysia, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dalam hal ekonomi syariah. Padahal, Malaysia dan negara lain tidak memiliki penduduk muslim sebesar Indonesia.

Global Islamic Economic Indicator juga mencatat, Indonesia tertinggal dalam hal fashion yakni berada di urutan ketiga, untuk makanan halal di urutan keempat, di media syariah berada di urutan lima, wisata muslim di urutan delapan, keuangan syariah di posisi keenam serta industri obat dan kosmetik di urutan ketujuh.

Ironi lainnya adalah dari sisi defisit perdagangan. Ekonomi syariah menyumbang defisit terhadap neraca perdagangan karena impor yang cukup banyak, meskipun untuk fashion sudah diekspor.

Karenanya, Iggi berharap adanya akselerasi di ekonomi syariah. Misalnya, melalui terobosan yang dilakukan oleh BSI sehingga bisa mengangkat sektor keuangan syariah dan bisa bertumbuh lebih kuat lagi dalam tiga tahun mendatang. Harapan lainnya adalah terhadap pelaku industri lain dan juga organisasi kemasyarakat.

Pemerintah dalam hal ini, menurut Iggi bisa ambil bagian untuk mendorong Indonesia menjadi pusat supply chain halal food di tingkat global. Iggi mengungkapkan, dengan belum menjadi pusat supply chain, Indonesia harus gigit jari melihat Brasil menjadi pengekspor ayam terbesar ke Arab Saudi. Begitu juga dengan ekspor daging, saat ini Australia dan Selandia Baru yang menjadi pemimpin pasar ekspor.

Padahal Indonesia seharusnya memiliki potensi yang sama. Cara meningkatkan potensinya juga relatif sederhana melalui penerbitan sertifikat halal untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Iggi melihat, saat ini pelaku UKM enggan mengurus sertifikat halal karena terkesan lama prosesnya dan mahal.

"KNKES bisa mendorong penerbitan sertfifikat halal secara cepat dan murah. Implementasinya bisa dilakukan bersama dengan MES melalui pendampingan pelaku UKM," kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Surplus Rp 39,45 Triliun, Aset Bersih DJS Kesehatan Masuk Kategori Sehat

Setelah berjalan selama 8 tahun, kondisi keuangan Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan kini tak lagi mengalami defisit dan mulai terus berangsur sehat.

EKONOMI | 19 Januari 2022

Gantikan Premium, Harga Pertalite Masih Dikaji Kementerian ESDM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengkalkulasi besaran harga eceran bahan bakar minyak (BBM) Pertalite.

EKONOMI | 19 Januari 2022

Erick Thohir: Transformasi PLN Bukan Proses Liberalisasi Sektor Kelistrikan

Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan, transformasi yang dilakukan di tubuh PLN bukan berarti pemerintah ingin meliberalisasi kelistrikan nasional.

EKONOMI | 19 Januari 2022

Bangun 3.000 Rumah, Anak Usaha Berkah Beton Sadaya Raih Kontrak Rp 1,3 T

Anak usaha dari PT Berkah Beton Sadaya Tbk, Berkah Global Development, mendapatkan kontrak senilai Rp 1,3 triliun untuk pembangunan 3000 unit rumah.

EKONOMI | 19 Januari 2022

Erick Thohir Targetkan Subholding PLN Rampung Tahun Ini

Menteri BUMN Erick Thohir mengumumkan akan membentuk subholding di bawah PT PLN (Persero).

EKONOMI | 19 Januari 2022

Perpanjangan Insentif PPN Diharapkan Dongkrak Penjualan Properti

Perpanjangan insentif ini diharapkan bisa meningkatkan tren pertumbuhan pasar properti yang sudah cukup membaik selama setahun terakhir.

EKONOMI | 19 Januari 2022

Sesi I, IHSG Melemah 52 Poin Jadi 6.609

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 112,7 miliar saham senilai Rp 5,7 triliun.

EKONOMI | 19 Januari 2022

Hari Ini Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter Mulai Dijual

Kebijakan minyak goreng satu harga ini merupakan upaya pemerintah menjamin ketersediaan komoditas itu dengan harga terjangkau.

EKONOMI | 19 Januari 2022

PGN Mulai Konversi 33 PLTD di Indonesia Timur

PGN telah mempercepat proses lelang pengadaan barang untuk menerapkan gasifikasi PLTD di 33 titik di Indonesia Timur.

EKONOMI | 19 Januari 2022

56 Menit Perdagangan, Rupiah Turun ke Rp 14.363

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.355- Rp 14.370 per dolar AS.

EKONOMI | 19 Januari 2022


TAG POPULER

# IKN


# Nia Ramadhani


# Omicron


# Rahmat Effendi


# Sanksi Antidoping



TERKINI
Usut Dugaan Korupsi Garuda, Kejagung Koordinasi dengan KPK

Usut Dugaan Korupsi Garuda, Kejagung Koordinasi dengan KPK

NASIONAL | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings