Ekosistem Digital Membantu dalam Mengurangi Kesenjangan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ekosistem Digital Membantu dalam Mengurangi Kesenjangan

Jumat, 22 Oktober 2021 | 07:11 WIB
Oleh : Abdul Muslim / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Akses ke pendanaan menjadi salah satu cara untuk membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk tumbuh secara berkelanjutan. Namun, tanpa ekosistem digital, masih sulit bagi perbankan untuk menjangkau mereka. Sebaliknya, ekosistem digital menawarkan solusi yang dapat membantu para pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kesejahteraannya.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi panel bertajuk Inklusi Finansial Digital dalam mengurangi Kesenjangan, dalam webinar World Business Angel Investors Week (WBAW) pertama di Indonesia dengan tema besar Diplomasi Bisnis untuk Kewirausahaan Internasional (Business Diplomacy for International Entrepreneurship) di Jakarta pada Kamis, 21 Oktober 2021.

Diskusi pada sesi ketiga atau terakhir ini dipandu oleh Anthony Wonsono, deputi CEO Beritasatu Media Holdings (BSMH) selaku mitra media acara tersebut.

Anthony saat membuka diskusi mengatakan bahwa tidak ada solusi yang one size fits all atau one magic bullet untuk memerangi kesenjangan dan kemiskinan. Inklusi finansial sering dianggap sebagai salah satu batu lompatan yang sangat penting dalam mengatasi itu di negara-negara berkembang maupun negara-negara maju.

“Maraknya ekosistem digital, ekonomi, dan teknologi ini telah membawa lebih jauh, khsususnya Indonesia, dalam menyediakan akses layanan perbankan kepada jutaan warga yang sebelumnya belum terlayani. Dengan dompet digital, akses ke modal, dan jasa finansial,” tutur Anthony.

Dan tentunya, lanjut dia, kelompok masyarakat tersebut adalah pasar yang sangat besar yang dapat digarap dan dikomersialisasikan. Ia mengutip dua data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dirilis pada 2019 dan menunjukkan posisi Indonesia saat ini terkait inklusi finansial. Pada 2019, Indonesia baru mencapai 76% inklusi finansial. Dan, 10% penduduk belum terlayani oleh bank.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah baru 38% penduduk yang memiliki literasi finansial. “Jadi, peluang sangat besar, hambatan juga masih ada,” katanya.

Pendiri dan CEO Alami Dima Djani menjelaskan, akses ke pendanaan adalah salah satu cara untuk membantu bagian terbawah piramida bisnis, atau sebagian usaha kecil untuk tumbuh secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraannya.

Tanpa ekosistem digital, kata dia, sangat sulit bagi lembaga keuangan untuk menjangkau mereka yang tidak terjamah perbankan. Khususnya, bila mereka tinggal di daerah perdesaan.

“Dan ini hanya dapat dilakukan dengan ekosistem digital yang sudah berjalan. Dan sekarang, banyak lembaga keuangan digital, atau tekfin yang memiliki solusi finansial yang embedded untuk membantu mereka ini,” kata Dima.

Salah satu inisiatif yang dilakukan oleh Alami bersama mitranya adalah menyediakan solusi buy now pay later kepada para peternak ikan untuk membeli pakan ikan.

Selama ini, ketika mereka membutuhkan dana tunai akan kesulitan mengakses pendanaan. Atau pun, kalau pun ada, sangat mahal biayanya melalui rentenir.

“Sekarang, mereka memiliki solusi melalui ekosistem digital dengan pendanaan yang persyaratannya lebih membantu untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Jadi, saya pikir ini bagian dari inovasi yang dapat mengurangi kesenjangan pendapatan di masyarakat yang masih banyak tidak terjangkau perbankan,” tutur Dima.

Alami, tutur dia, platform pinjaman antarteman yang sesuai syariah yang menyediakan kredit untuk UMKM yang membutuhkan modal kerja. Alami juga terbuka kepada individu atau lembaga yang mau memberikan pinjaman dan mengambil imbal hasil yang sesuai syariah.

Dukungan Infrastruktur
Dalam diskusi itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate yang diwakili Staf Khusus Menkominfo Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia Dedy Permadi mengatakan, dalam mengupayakan transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan, Indonesia dalam proses penggelaran infrastruktur digital di seluruh Indonesia, khususnya di perdesaan dan daerah-daerah tertinggal.

Tujuannya untuk menjembatani kesenjangan digital dan menyedikan teknologi digital kepada masyarakat.

“Ini semua tidak hanya untuk revolusi industri 4.0, tapi juga meningkatkan transformasi digital dengan meningkatkan utilisasi data dan teknologi-teknologi baru, sehingga dapat menjadi momentum bagi inovasi dan utilisasi data,” kata Dedy.

Dukungan Start-up
Nicko Widjaya, CEO BRI Ventures mengatakan, pihaknya fokus ke inovasi layanan digital dan investasi start-up yang sudah masuk tahap pertumbuhan dan memiliki lisensi dari OJK. Ia mengatakan, sudah cukup banyak memiliki perusahaan dimaksud dan sudah ada dua yang unicorn.

“Kami juga meluncurkan venture fund berlisensi OJK yang pertama di Indonesia. Selama ini, sebagian besar dana yang masuk ke Indonesia itu established-nya di Singapura,” kata dia.

Ia menjelaskan, menengok kembali ke periode 2010-2011, ketika perusahaan Jepang masuk ke sebuah perusahaan start-up lokal yang sekarang sudah unicorn, berlandaskan pada gagasan bahwa Indonesia akan memiliki bonus demografi dan Indonesia memiliki ekonomi digital yang berkembang.

“Jadi, dana asing adalah pihak pertama yang percaya dengan Indonesia. Dalam tempo 10 tahun, kita masih memiliki gap dalam pendanaan yang lebih fokus ke pendanaan mikro dan kecil. Belum banyak yang masuk ke perusahaan yang dalam tahap pertumbuhan atau tahap lebih lanjut,” tutur Nic



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pemerintah Janji Tingkatkan Efisiensi Sistem Logistik

Kemendag mendukung kinerja logistik nasional Indonesia sesuai UU No.7 Tahun 2014 tentang Perdagangan yang memandatkan pemerintah mengatur kegiatan perdagangan

EKONOMI | 29 November 2021

Penjualan Online MPPA Tumbuh 167% di Kuartal III 2021

Bisnis e-commerce MPPA terus melanjutkan pertumbuhan sebesar 167% dan mewakili 11% dari total penjualan reguler di kuartal ketiga 2021.

EKONOMI | 29 November 2021

OJK Gelar Pelatihan Wirausaha bagi Penyandang Disabilitas

Puluhan penyandang disabilitas mengikuti pelatihan barista dan menjahit di Kampus Kita Setara dalam rangka HUT Satu Dasawarsa OJK.

EKONOMI | 29 November 2021

Emdeki Utama Catat Penjualan Ekspor Naik 10%

Produsen kalsium karbida atau karbit, PT Emdeki Utama Tbk (MDKI) optimistis penjualan ekspor hingga akhir 2021 mencapai 5.700 ton.

EKONOMI | 29 November 2021

Garuda Layani Penerbangan ke Singapura Tanpa Karantina

Garuda menjadi maskapai penerbangan pertama di Indonesia yang melayani penerbangan jalur perjalanan vaksinasi (vaccinated travel lane/VTL) Indonesia-Singapura.

EKONOMI | 29 November 2021

Ralali.com Percepat Digitalisasi UMKM Surakarta

Ralali.com menandatangani pokok perjanjian kerja sama (signing ceremonial) dengan Pemerintah Kota Surakarta dalam rangka meningkatkan kesejahteraan UMKM.

EKONOMI | 29 November 2021

Kontribusi Ekonomi Digital Diprediksi Capai 18% di 2030

Ekonomi digital Indonesia diprediksi akan tumbuh delapan kali lipat dari US$ 44,4 miliar di 2020, menjadi US$ 319 miliar di 2030.

EKONOMI | 29 November 2021

Kemenhub: Penerapan Inaportnet Butuh Komitmen Bersama

Penerapan Inaportnet diharapkan menjadi rujukan utama dalam pelaksanaan digitalisasi pelabuhan.

EKONOMI | 29 November 2021

IHSG Zona Hijau, Saham JAYA Pimpin Top Gainers

Harga saham PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) melesat 34,18% pada perdagangan, Senin (29/11/2021).

EKONOMI | 29 November 2021

Perlu Langkah Nyata Mewujudkan Net-Zero Emission

Diperlukan langkah-langkah nyata melalui penerapan teknologi tinggi untuk mencapai ketahanan energi dan net-zero emissions.

EKONOMI | 29 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
4 Pemain Siap Berebut Gelar Master Speed Chess MPL

4 Pemain Siap Berebut Gelar Master Speed Chess MPL

DIGITAL | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings