Pengenaan Pajak Karbon Harus Hati-hati dan Bertahap
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pengenaan Pajak Karbon Harus Hati-hati dan Bertahap

Jumat, 22 Oktober 2021 | 15:27 WIB
Oleh : Herman / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah akan mulai mengimplementasikan pengenaan pajak karbon pada 1 April 2022. Untuk tahap awal, pajak karbon akan diterapkan pada sektor pembangkit listrik tenaga uap atau PLTU batu bara dengan tarif sebesar Rp 30 per kilogram karbon dioksida ekuivalen (CO2e).

Kepala Peneliti Center of Food, Energy and Sustainable Development Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov menyampaikan, dalam menerapkan pajak karbon, prinsip kehati-hatian dan dilakukan secara bertahap harus menjadi perhatian pemerintah agar agar tidak menimbulkan gejolak. Sebab dalam pengenaan pajak karbon ini masih terdapat dilema.

Di satu sisi, pengenaan pajak karbon memberikan manfaat bagi penerimaan negara dan mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan. Namun di sisi lain, saat ini Indonesia masih sebagai negara berpenghasilan menengah, bahkan tahun lalu turun status menjadi lower middle income, sehingga pengenaan pajak karbon akan memberikan tantangan bagi dunia usaha dan masyarakat.

Mengutip teori kurva Kuznets, Abra mengatakan setiap negara akan mengalami masa memperhatikan lingkungan setelah negara tersebut sudah mencapai titik optimal di dalam pembangunan ekonomi ataupun industri yang juga mendukung konsep ramah lingkungan.

“Bila berkaca pada Indonesia, pertanyaannya apakah Indonesia sudah mencapai titik optimum dalam mendorong industri manufaktur kita? Justru yang kita lihat secara historis, pertumbuhan industri manufaktur dan porsi industri manufaktur kita terhadap PDB justru mengalami tren penurunan. Artinya kita belum mengalami titik optimum, tetapi di tengah jalan kita sudah diintrodusir pada pajak karbon yang juga punya tujuan mengurangi dampak lingkungan,” kata Abra Talattov dalam diskusi yang digelar Indef, Jumat (22/10/2021).

Abra menambahkan, saat ini Indonesia juga mengalami tantangan dalam hal persaingan dengan negara-negara lain. Misalnya total productivity indeks di Indonesia sejauh ini masih tertinggal dibandingkan negara-negara di Asean maupun Tiongkok.

“Pengenaan pajak karbon yang diawali pengenaan di PLTU dan akan diperluas ke sektor-sektor lain tentu juga harus memperhatikan bagaimana dampaknya terhadap kondisi daya saing industri di dalam negeri. Ini juga perlu kita perhatikan, jangan sampai malah menekan daya saing industri dalam negeri,” kata Abra.

Di sisi lain, pengenaan pajak karbon juga berbarengan dengan upaya pemulihan ekonomi setelah dihantam pandemi. Tren pemulihan yang sudah mulai terlihat menurutnya perlu dijaga. Jangan sampai pengenaan pajak karbon memberi dampak negatif pada upaya pemulihan ekonomi. Sehingga penting sekali implementasi pajak karbon ini dilakukan secara hati-hati dan bertahap.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

IHSG Dibuka Menguat, Pasar Cermati Varian Omicron

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,26% ke 6.625,4 pada awal perdagangan hari ini, Selasa (30/11/2021).

EKONOMI | 30 November 2021

IHSG Berpotensi Menguat, Ini Rekomendasi MNC Sekuritas

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini berpotensi upside.

EKONOMI | 30 November 2021

Bursa Asia Menguat, Investor Tunggu Data PMI Tiongkok

Bursa Asia Pasifik dibuka menguat pada perdagangan Selasa (30/11/2021) menjelang rilis data ekonomi Tiongkok November.

EKONOMI | 30 November 2021

Fokus Pasar: Inflasi Tahun Depan Diproyeksikan Lebih Tinggi

Tingkat inflasi pada tahun depan diproyeksikan lebih tinggi dibandingkan tahun ini. Kenaikan tersebut seiring dengan pemulihan ekonomi domestik.

EKONOMI | 30 November 2021

Kekhawatiran Omicron Mereda, Bursa Eropa Menguat

Bursa Eropa ditutup menguat pada perdagangan Senin (29/11/2021), setelah kekhawatiran Covid varian omicron mereda.

EKONOMI | 30 November 2021

Milad ke-9, Askrindo Syariah Gelar Tasyakuran

PT Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah) menggelar tasyakuran Milad ke 9 pada Senin (29/11/2021).

EKONOMI | 30 November 2021

The Federal Reserve Waspadai Dampak Omicron

Ketua the Federal Reserve, Jerome Powell, mengatakan Covid-19 varian omicron dan kenaikan kasus baru-baru ini merupakan ancaman terhadap pemulihan ekonomi AS.

EKONOMI | 30 November 2021

AS Tidak Akan Lockdown karena Omicron, Wall Street Rebound

Wall Street menguat setelah Presiden Joe Biden mengatakan tidak perlu melakukan lockdown dalam merespons Covid-19 varian omicron.

EKONOMI | 30 November 2021

Damri Perkuat Transportasi TOD di Koridor Timur Jakarta

Perusahaan Umum Damri menghadirkan transportasi publik terintegrasi untuk memperkuat TOD di koridor Timur Jakarta dengan berkolaborasi PT Jababeka.

EKONOMI | 30 November 2021

Cetak Eksportir, LPEI Gelar Pendampingan pada Pelaku Usaha

LPEI gelar program pelatihan bagi pelaku usaha khususnya UMKM berorientasi ekspor.

EKONOMI | 30 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
Siap IPO, Tays Bakers Incar Segmen Makanan Ringan Sehat

Siap IPO, Tays Bakers Incar Segmen Makanan Ringan Sehat

EKONOMI | 1 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings