Logo BeritaSatu

Investasi dan Pendanaan Jadi Tantangan Utama Industri Migas Nasional

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 15:10 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Praktisi energi yang juga mantan Dirut Pertamina Ari Soemarno mengakui keberlangsungan industri minyak dan gas (migas) nasional di masa depan masih mendapat tantangan investasi dan pendanaan.

Dia menekankan bahwa pemerintah perlu fokus untuk masalah pendanaan mengingat Indonesia masih dinilai sebagai negara yang tidak menarik bagi investor luar negeri terkait tujuan investasi sektor migas.

"Tantangannya cuma investasi dan pendanaan. Ini yang menjadi tantangan utama kita. Di sektor migas, itu negara kita sudah sejak beberapa tahun dinilai sebagai negara yang termasuk yang paling tidak menarik untuk melakukan investasi migas, dan berbagai institusi-institusi internasional sudah menyatakan itu," kata Ari dalam webinar bertema Energi Bersih untuk Indonesia yang digelar mulai 21-23 Oktober ini, Sabtu (23/10/2021).

Hingga September 2021, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan realisasi investasi hulu migas mencapai USD7,9 miliar, masih 64 % dari target Work Program and Budget (WP&B) 2021 senilai USD12,38 miliar.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan investasi migas pada 2021 mencapai USD17,59 miliar, mencakup kontribusi dari hulu sebesar USD12,38 miliar dan hilir USD5,2 miliar. Rencana tersebut meningkat 45% dibandingkan tahun 2020. Pemerintah Indonesia juga terus berupaya menggalakkan iklim investasi migas dengan meluncurkan aneka insentif untuk menarik minat pendanaan. Optimisme ini, dipandang Ari sebagai hal yang perlu segera diimplementasikan.

"Cukup kita dengan perencanaan-perencanaan, semuanya sudah bagus, kita harus fokus terhadap implementasi. Kita tidak bisa mendapatkan uang dari sumber dalam negeri saja, tak mungkin mampu, kita butuh investasi dari luar," katanya.

Ari memahami bahwa ketat dan lesunya investasi masih menjadi hambatan besar. Namun, dirinya memandang masih ada peluang bagi sumber daya energi tersebut hingga 2050.

"Investasi di sektor migas itu sangat ketat, dan masih diperlukan, bahkan sampai tahun 2050 pun secara absolut masih signifikan, meskipun sudah menurun dibandingkan hari ini. Inilah tantangan dan hambatan yang perlu kita atasi," katanya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Perusahaan Migas Nasional Moshe Rizal Husin menyatakan perlu adanya alternatif energi yang harus diterapkan pemerintah. Salah satunya peralihan dari kompor gas LPG ke kompor listrik untuk kebutuhan rumah tangga.

"Upaya ini dilakukan untuk menekan angka impor yang terus meningkat sejak tahun 2017 hingga 2019. Itu adalah rencana cukup bagus, mungkin perlu adanya dorongan dari pemerintah misalnya dorongan insentif, subsidi dan sebagainya agar biaya yang mereka keluarkan untuk kompor listrik dibandingkan dengan harga yang mereka beli LPG bisa lebih rendah atau sama,” ungkap Rizal.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Terapkan Teknologi AI, Sicepat Ekspres Diapresiasi

Penerapan teknologi IVR dan AI pada sistem contact center membawa perusahaan ekspedisi SiCepat Ekspres meraih The Best Technology Innovation.

EKONOMI | 27 September 2022

S&P 500 Catat Level Terendah di 2022, Bursa AS Terkapar

S&P 500 mencatat penutupan terendah baru untuk 2022 dan Dow Jones Industrial Average tergelincir ke pasar bearish (pelemahan).

EKONOMI | 27 September 2022

Khofifah Tegaskan Pentingnya Satu Data Pembangunan

Menurut Khofifah, dengan adanya satu data, maka pengambilan kebijakan pembangunan di Jawa Timur lebih tepat sasaran.

EKONOMI | 27 September 2022

Bursa Eropa Turun, Sterling ke Level Terendah Bersejarah

Pan-European Stoxx 600 di bursa Eropa turun 0,4%, setelah sebelumnya jatuh lebih dari 0,8%.

EKONOMI | 27 September 2022

Hingga Agustus, Belanja Kompensasi dan Subsidi Rp 244,6 T

Kemenkeu mengungkapkan realisasi belanja kompensasi dan subsidi hingga akhir Agustus 2022 mencapai Rp 244,6 triliun.

EKONOMI | 27 September 2022

Harga Right Issue Garuda Indonesia Rp 50-Rp 150 Per Saham

Garuda Indonesia siap melepas sebanyak 225 miliar saham baru atau setara 871,44% dengan harga pelaksanaan antara Rp 50-Rp 150 per saham.

EKONOMI | 27 September 2022

Pemerintah Diminta Masifkan Uji Coba Kompor Listrik Induksi

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah meminta pemerintah memasifkan uji coba kompor listrik.

EKONOMI | 26 September 2022

Karabha Digdaya Komitmen Fasilitasi Kemajuan Pelaku UMKM

PT Karabha Digdaya bersama-sama stakeholders meresmikan gerai UMKM di wilayah Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Kota Depok.

EKONOMI | 26 September 2022

Green Pramuka City Optimistis Pemerintah Mampu Atasi Pandemi

Green Pramuka City turut merasakan pandemi Covid-19 telah membentuk suatu ketidakpastian dan mendorong turunnya indeks demand properti.

EKONOMI | 26 September 2022

Multifinance Bidik Peluang Pembiayaan Kendaraan Listrik

Inpres 7/2022 terkait Percepatan Penggunaan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai, menjadi angin segar untuk industri multifinance.

EKONOMI | 26 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Hari Ini Jakarta Akan Diguyur Hujan dari Siang hingga Malam

Hari Ini Jakarta Akan Diguyur Hujan dari Siang hingga Malam

NEWS | 5 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings