Logo BeritaSatu

BSI Siap Wujudkan Visi Jokowi Jadikan Indonesia Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Senin, 25 Oktober 2021 | 09:01 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Hery Gunardi mengatakan banknya siap menjadi pemain utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Tanah Air. Upaya ini seiring dengan visi pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat gravitasi ekonomi syariah global di masa datang.

“Kesiapan kami menjadi pemain kunci tak terlepas dari potensi ekonomi syariah di dalam negeri yang sangat besar,” kata Hery melalui keterangan tertulis, pada Senin (25/10/2021).

Hery mengungkapkan, sebagai bank syariah terbesar di Tanah Air, BSI hadir sebagai hasil merger tiga bank syariah milik bank BUMN, yang memiliki kapabilitas mumpuni untuk menggarap potensi yang ada.

“Sebagai bank syariah terbesar, kami bukan hanya ingin handal dalam perbankan syariah saja. Kami ingin menjadi pelaku utama dalam mendorong dan menumbuhkan ekonomi syariah Indonesia. Sehingga potensi ekonomi syariah yang besar ini bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia secara merata. Dan Indonesia bisa menjadi tokoh utama dalam ekonomi syariah dunia,” ujarnya.

Hery, yang juga menjabat Bendahara Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), memaparkan prospek cerah bisnis ekonomi syariah tersebut. Pertama, Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia.

Jumlah penduduk muslim di Indonesia mencapai 229 juta jiwa atau sekitar 87,2% dari total populasi. Kedua, terdapat preferensi masyarakat yang kuat terhadap perbankan syariah sehingga pertumbuhannya sangat pesat dengan potensi pasar yang sangat besar.

Dari data yang dimiliki, CAGR lima tahun terakhir kinerja penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) di industri perbankan syariah Indonesia mencapai 13,8%. “Selain itu penetrasi aset keuangan syariah di Indonesia masih kecil yaitu sekitar 3% dari GDP. Dengan penetrasi ekonomi syariah yang rendah, berarti ada peluang yang sangat besar untuk terus digali,” ujarnya.

Ia mengatakan, ada potensi lebih dari 200 juta nasabah yang memanfaatkan jasa keuangan ritel, contohnya untuk keperluan perjalanan umrah, haji, hingga perawatan kesehatan, serta layanan transaksi sosial zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF).

Ketiga, potensi industri halal di Indonesia yang nilainya kurang lebih Rp4.375 triliun. Dari total nilai tersebut, industri makanan dan minuman halal menyedot porsi terbanyak yaitu senilai Rp2.088 triliun disusul aset keuangan syariah senilai Rp 1.438 triliun.

Hery yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) mengatakan, prospek keempat adalah pertumbuhan industri perbankan syariah yang sangat baik kendati laju ekonomi masih terganggu pandemi Covid-19.

Pada Juli 2021 aset perbankan syariah di Tanah Air tumbuh sekitar 16,35% dari Juni 2021, pembiayaan tumbuh 6,82% dan pendanaan tumbuh 17,98%. Sementara itu, untuk kinerja BSI pada semester I/2021 tak kalah gemilang, dengan mencatatkan pertumbuhan double digit.

BSI mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp1,48 triliun, atau naik sekitar 34,29% secara yoy. Kenaikan laba dipicu oleh pertumbuhan pembiayaan dan DPK yang berkualitas. Dengan kinerja yang positif itu, BSI berhasil mencatatkan total aset sebesar Rp247,3 triliun hingga Juni 2021.

Pertumbuhan aset tersebut naik sekitar 15,16% secara yoy. Untuk pembiayaan, BSI menyalurkan Rp161,5 triliun atau tumbuh sekitar 11,73% secara yoy. Dengan angka tersebut, BSI berhasil menguasai pangsa pasar industri perbankan syariah di Indonesia saat ini.

“Ini tanda yang positif, artinya masyarakat sudah melirik perbankan syariah karena cukup kompetitif. Diharapkan perbankan syariah dapat mengambil peran dan kontribusi yang strategis agar potensi besar ini memberikan manfaat lebih bagi masyarakat,” ujarnya.

Pusat Ekonomi Syariah Dunia
Harapan dan optimisme Hery tak terlepas dari cita-cita besar pemerintah yang ingin mewujudkan Indonesia sebagai sentral dari ekonomi syariah dunia. Pada peringatan Hari Santri Nasional 2021 dan Peluncuran Logo Baru Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (22/10/2021) Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, berdasarkan data The State of Global Islamic Economy Indicator Report, industri ekonomi syariah Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang pesat.

Pada 2018 ekonomi syariah Indonesia berada di peringkat 10 besar dunia. Setahun kemudian naik menjadi peringkat kelima. Adapun pada 2020 ekonomi syariah Indonesia sudah berada di peringkat keempat dunia.

“Saya sudah berkali-kali menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia harus menjadi pemain utama dalam ekonomi syariah dan industri halal di dunia. Indonesia harus menjadi pusat gravitasi ekonomi syariah dunia. Dan alhamdulillah perkembangan ekonomi syariah kita, cukup besar,” kata Presiden Jokowi.

Dalam acara yang sama Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina MES mengatakan saat ini ekonomi syari’ah tidak lagi sekadar menjadi pilihan bagi komunitas muslim saja, tetapi telah menjadi salah satu penopang kekuatan ekonomi nasional.

Mengutip laporan Islamic Finance Development Indicator (IFDI) 2020, Wapres mengungkapkan bahwa Indonesia masuk 5 besar dari 135 negara dengan nilai aset industri halal tertinggi, yang nilainya mencapai US$ 3 miliar setelah Persatuan Emirat Arab US$ 3 miliar, Malaysia US$ 10 miliar, Iran US$ 14 miliar, dan Arab Saudi US$ 17 miliar.

“Kita meyakini bahwa posisi Indonesia masih sangat mungkin untuk meningkat lagi. Harapan kita potensi ekonomi dan keuangan syariah Indonesia yang sangat menjanjikan dapat dioptimalkan demi kesejahteraan umat dan Indonesia menjadi pemain utama ekonomi dan keuangan syariah dunia,” katanya.

Menteri BUMN Erick Thohir yang juga menjabat Ketua Umum MES mengatakan, ekonomi syariah harus ditopang oleh industri jasa keuangan syariah yang harus terus ditingkatkan pertumbuhannya. Sehingga bisa bergerak cepat dan memajukan keseimbangan ekonomi untuk menekan ketimpangan.

Karena itu, Erick berharap BSI menjadi pemain utama dalam menopang perkembangan ekonomi syariah di Tanah Air. Sehingga ekonomi syariah tidak sekadar menjadi alternatif, tapi juga sebagai penyangga utama pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional.

“Tentu kita bisa lihat sekarang dengan adanya fokus pada perkembangan ekonomi syariah, salah satu indikasinya pertumbuhan daripada ekonomi syariah di bawah Bank Syariah Indonesia (BSI). Ini merupakan kesempatan yang luar biasa,” ujarnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dubes Heri Fasilitasi Penandatanganan MoU PT MRT Jakarta dan Perusahaan Jepang

Duta Besar untuk Jepang, Heri Akhmadi memfasilitasi penandatanganan empat MoU antara PT MRT Jakarta dengan perusahaan Jepang.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Perkuat Kolaborasi Startup dan Ekosistem, Telkomsel Hadir di NEX-BE Fest 2022

Tahun ini sebanyak 38 BUMN yang turut berpartisipasi di dalam agenda NEX-BE Fest 2022 di Bali bertemu dengan sekitar 41 startup dari berbagai sektor yang merupakan bagian dari ekosistem.  

EKONOMI | 1 Desember 2022

Bank INA Siap Right Issue Jumbo Rp 1,2 T untuk Perkuat Modal

PT Bank INA Perdana Tbk (BINA) bersiap kembali menggelar rights issue dengan mengincar dana Rp 1,2 triliun dalam rangka memperkuat struktur permodalan. 

EKONOMI | 1 Desember 2022

Menkeu Warning Kualitas Belanja Pusat dan Daerah Diperbaiki

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta kualitas belanja pusat dan daerah harus terus diperbaiki pada 2023.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Industri Asuransi Makin Baik, LPS Bisa Jamin Polis Lebih Cepat

LPS siap menjalankan program penjaminan polis dalam kurun 2 tahun sejak Undang-Undang ditetapkan, bukan 5 tahun seperti yang tengah dicanangkan.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Usai Lock Up Dibuka, GOTO Diproyeksi Terbang Saat Window Dressing

Harga saham emiten teknologi, PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada hari pertama pembukaan masa penguncian saham (lock up) tergerus 6,62%.

EKONOMI | 1 Desember 2022

IHSG Hilang 60 Poin, GOTO, AMAR dan BABP Paling Boncos

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/12/2022), ditutup anjlok sebanyak 60,51 poin (0,85%) menjadi 7.020,80.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Perkasa! Rupiah Menguat 169 Poin Jadi Rp 15.562 Per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini Kamis (1/12/2022) ditutup menguat dibandingkan posisi kemarin.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Inflasi Bulanan November Capai 0,09%, Ini Pemicunya

BPS menyatakan inflasi secara bulanan atau month to month (m-to-m) pada November 2022 sebesar 0,09% atau naik setelah sebelumnya terjadi deflasi 0,11%.

EKONOMI | 1 Desember 2022

KDTN Gandeng Swiss-Belhotel Kembangkan Hotel di Rest Area

Pengalaman Swiss-Bellhotel International sebagai operator hotel menjadikan KDTN bermitra dengan perusahaan global tersebut.

EKONOMI | 1 Desember 2022


TAG POPULER

# Sidang Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


# Pertumbuhan Ekonomi 2023


# One Championship


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Juara Dunia Tinju Minta Maaf karena Ancam Lionel Messi

Juara Dunia Tinju Minta Maaf karena Ancam Lionel Messi

SEMESTA BOLA 2022 | 12 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE