Menteri ESDM: ASEAN Power Grid Mampu Tingkatkan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Menteri ESDM: ASEAN Power Grid Mampu Tingkatkan Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan

Senin, 25 Oktober 2021 | 13:27 WIB
Oleh : FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri ESDM Arifin Tasrif mengharapkan pembangunan infrastruktur jaringan listrik di Asia Tenggara (ASEAN Power Grid) mampu meningkatkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) di kawasan regional tersebut.

Kebijakan ini akan mendorong pencapaian komponen EBT dengan target peningkatan kapasitas daya terpasang EBT di ASEAN hingga 35% pada 2025.

Dalam rilis Kementerian ESDM di Jakarta, Senin, Menteri Arifin Tasrif mengungkapkan pemenuhan target tersebut sesuai dengan Rencana Aksi Kerja Sama ASEAN (ASEAN Plan of Action of Energy Cooperation/APAEC).

"Target ini akan mudah dicapai melalui komitmen kuat dari anggota ASEAN untuk bersama-sama mengintegrasikan strategi dan inisiatif pengembangan energi bersih dan terbarukan karena ini adalah dasar yang kuat untuk kesuksesan transisi energi di masa depan yang lebih berkelanjutan, dan sangat penting bagi generasi kita berikutnya," kata Arifin pada acara Singapore International Energy Week (SIEW) di Singapura, Senin (25/10/2021).

Teknologi dan informasi teknologi energi, lanjutnya, dinilai menjadi aspek penting dalam mendukung pemanfaatan energi di kawasan ASEAN.

"Kami sangat berharap ke depan, negara-negara ASEAN dapat saling terhubung melalui ASEAN Power Grid untuk menciptakan kawasan ekonomi regional yang berdaya saing tinggi di bidang pembangunan infrastruktur, kerja sama energi, serta teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) serta menuju net zero emission," harapnya.

Hingga saat ini sudah ada beberapa proyek interkoneksi jaringan sebagai bagian dari mekanisme ekspor-impor listrik EBT di ASEAN, seperti antara Malaysia-Singapura (Plentong-Woodlands); Thailand-Malaysia (Sadao-Chupping dan Khiong Ngae-Gurun), Indonesia-Malaysia (Kalimantan Barat-Sarawak), dan Thailand-Laos.

"Saya yakin kerja sama di antara negara-negara anggota ASEAN akan meningkat dalam waktu dekat," ungkap Arifin.

Menurut dia, penerapan teknologi tepat guna diperlukan tidak hanya untuk menjaga dan meningkatkan keandalan dan efisiensi pasokan, tetapi juga untuk mengintegrasikan energi terbarukan dan mengantisipasi sifat intermiten energi terbarukan, seperti matahari dan angin.

"Selain smart grid, ada smart meter, dan battery energy storage system (BESS). Penerapan efisiensi energi ini punya pengaruh dalam efisiensi energi pembangkit," tambahnya.

Adanya inovasi smart grid mampu mengurai permasalahan sebagian besar dari pembangkit listrik. Penerapan sistem energi berkelanjutan pada smart grid akan mendukung penerapan EBT yang efisien dan andal karena mampu menganalisis beban dan produksi listrik.

"Saat ini terdapat sembilan proyek smart grid yang menggunakan berbagai teknologi smart grid seperti two-way communication, smart communication, smart microgrid, dan Advanced Metering Infrastructure (AMI)," ujarnya.

Arifin menyoroti rencana Indonesia mengembangkan smart grid yang disebut Nusantara Grid mulai 2025. Ide tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan dan perlu menyediakan akses energi bagi masyarakat lokal.

"Super grid juga dimaksudkan untuk mengatasi ketidaksesuaian antara sumber daya energi terbarukan dan lokasi daerah permintaan listrik yang tinggi," jelasnya.

Komitmen dan Solusi Indonesia
Indonesia berkomitmen mendorong negara-negara di ASEAN untuk mencari sumber EBT dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri. Termasuk, rencana ekspor listrik berbasis energi surya ke Singapura untuk memenuhi kebutuhan listrik di negara tetangga tersebut. "Indonesia akan terus mendukung anggota ASEAN lainnya memanfaatkan energi terbarukan atau energi lainnya untuk kebutuhan dalam negeri masing-masing negara," jelas Arifin.

Melalui kerja sama ini, Indonesia berharap mampu ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, dan keberlanjutan energi dapat tercapai melalui teknologi, bantuan keuangan serta peningkatan kapasitas.

"Kita bersama-sama harus bahu membahu, untuk menciptakan masa depan yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih hijau bagi generasi muda kita," harap Arifin.

PLTS diproyeksikan menjadi tulang punggung sistem kelistrikan nasional pada masa mendatang. Terkait isu intermitensi, Arifin memberikan solusi melalui kombinasi penyimpanan misalnya produksi hidrogen atau penyimpanan pompa selama kelebihan produksi solar PV akan membantu produksi listrik selama beban puncak.

Sistem ini lebih lebih efisien dibandingkan dengan yang menggunakan solar atau gas pada saat beban puncak.

"Salah satu teknologi untuk mengatasi masalah intermittency yang sedang diterapkan di Indonesia adalah mengembangkan floating solar PV yang berdampingan dengan pembangkit listrik tenaga air. Salah satunya PLTS Terapung Cirata sebesar 145 MW yang merupakan PLTS Terapung terbesar di ASEAN," jelas Arifin.

Keberhasilan pembangunan PLTS Terapung Cirata ini telah mendorong pemerintah Indonesia untuk mereplikasi pengembangan PLTS terapung di waduk dan danau lain dengan potensi total sekitar 28 gigawatt di 375 lokasi.

Guna mengimplementasikan proyek-proyek energi rendah karbon, Arifin memberikan solusi kebijakan jangka pendek ke negara-negara ASEAN demi menciptakan ketahanan energi yang kuat.

Pertama, memperbaiki sistem pembangkitan dengan menggunakan teknologi rendah emisi. Kedua, menghindari emisi dengan menggunakan teknologi CCS dan terakhir mendukung pengembangan energi terbarukan dan bersih.

Arifin juga mengharapkan keterlibatan sektor swasta selain lembaga keuangan, mampu mengurai permasalahan dari segi pembiayaan proyek EBT.

Di samping itu diperlukan kebijakan dan regulasi yang lebih baik untuk menciptakan iklim investasi yang baik. "Kami berusaha untuk mencapainya dengan menyederhanakan dan merampingkan kerangka peraturan," ungkapnya.

Di Indonesia, menurut Arifin, Peraturan Menteri ESDM tentang PLTS atap diterbitkan sebagai insentif bagi masyarakat yang memasang PLTS atap. Kebijakan pajak karbon dimaksudkan untuk mengendalikan peningkatan emisi GRK dan mengubah perilaku kegiatan ekonomi yang berpotensi menghasilkan emisi GRK.

"Pajak karbon (cap & tax) akan diterapkan secara terbatas untuk pembangkit listrik tenaga batu bara mulai 1 April 2022," jelasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Harga Emas Flat karena Penguatan Dolar dan Imbal Hasil AS

Harga emas cenderung mendatar (flat) karena penguatan dolar dan kenaikan imbal hasil obligasi.

EKONOMI | 8 Desember 2021

Kekhawatiran Omicron Redup, Harga Minyak Naik 3%

Minyak mentah berjangka Brent ditutup naik US$ 2,36, atau 3,2%, pada US$ 75,44 per barel.

EKONOMI | 8 Desember 2021

Perusahaan Migas Genjot Produksi Sekaligus Tekan Emisi

Sektor hulu migas menghadapi tantangan yakni mengejar target produksi sekaligus menekan emisi karbon.

EKONOMI | 8 Desember 2021

Wall Street Menghijau, Nasdaq Catat Hari Terbaik Sejak Maret

Bursa AS Wall Street menguat untuk hari kedua karena investor semakin tidak khawatir terhadap potensi dampak ekonomi dari omicron.

EKONOMI | 8 Desember 2021

Bursa Eropa Melonjak Ditopang Data Industri Jerman

Bursa Eropa ditutup menguat tajam karena perkembangan terbaru varian Covid-19 omicron serta data industri Jerman.

EKONOMI | 8 Desember 2021

Menlu: G-20 Sebagai Katalis Pemulihan Ekonomi Global

G-20 harus menjadi katalis bagi pemulihan ekonomi global yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

EKONOMI | 8 Desember 2021

Holding Danareksa Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

PT Danareksa (Persero) bersama 19 BUMN anggota holding bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana erupsi Gunung Semeru.

EKONOMI | 8 Desember 2021

BRI Gandeng Apkrindo Jatim Tingkatkan Transaksi Nontunai

Kerja sama BRI dan Apkrindo Jatim merupakan wujud kolaborasi perbankan dengan pengusaha kafe dan restoran di tengah kondisi pandemi Covid-19.

EKONOMI | 7 Desember 2021

Le Parc at Thamrin Nine, Apartemen Khusus Kalangan Sultan

Apartemen super mewah, Le Parc at Thamrin Nine, dibanderol dengan harga mulai dari puluhan miliar rupiah.

EKONOMI | 7 Desember 2021

Indonesia-Malaysia Sepakat Selesaikan Draft MoU PMI Domestik

Indonesia dan Malaysia sepakat untuk menyelesaikan draft nota MoU penempatan PMI sektor domestik ke Malaysia.

EKONOMI | 7 Desember 2021


TAG POPULER

# Semeru


# PPKM


# Moeldoko


# Cuaca Jakarta


# Angin Prayitno Aji



TERKINI
Harga Emas Flat karena Penguatan Dolar dan Imbal Hasil AS

Harga Emas Flat karena Penguatan Dolar dan Imbal Hasil AS

EKONOMI | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings