Saranacentral Bajatama Balikkan Rugi Jadi Untung
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Saranacentral Bajatama Balikkan Rugi Jadi Untung

Selasa, 26 Oktober 2021 | 15:01 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) berhasil balikkan rugi menjadi untung sebanyak Rp 122,10 miliar pada akhir September 2021. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, perseroan menanggung rugi Rp 738,46 juta.

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip oleh Investor Daily terungkap, keberhasilan perseroan tersebut ditopang oleh meningkatnya pendapatan yakni berjumlah Rp 1,17 triliun, naik 99,87% dari Rp 916,14 miliar.

Secara rinci, sepanjang Januari hingga September 2021, perseroan berhasil menjual produk Saranalum mencapai Rp 1,06 triliun, meningkat 99,85% dari Rp 717,88 miliar di periode sebelumnya. Meski demikian, penjualan produk Galvanis malah menurun hingga 73,89% menjadi Rp 49,10 miliar, padahal sebelumnya perseroan mampu mengantongi untung hingga Rp 188,02 miliar dari penjualan ini.

Sedangkan sisanya disumbang oleh segmen coloring sebanyak Rp 34,89 miliar, turut bertumbuh 194,18% dari Rp 11,86 miliar. Perseroan juga mendapatkan pemasukan tambahan dari segmen nonproduksi yang berkontribusi Rp 29,47 miliar.

Adapun, beban pokok pendapatan yang ditanggung perseroan pada periode ini, berjumlah Rp 993,09 miliar, terangkat 15,42% dari periode yang sama tahun lalu yaitu Rp 860,44 miliar. Sehingga, laba kotor yang diperoleh pada akhir September 2021 sebesar Rp 186,88 miliar.

Selain pendapatan, meningkatnya laba bersih Saranacentral Bajatama juga berkat kemampuan perseroan menekan sejumlah beban kerugian. Seperti, kerugian dari selisih kurs mata uang asing-bersih yang menurun 83,79% menjadi Rp 6,10 miliar dari sebelumnya kerugian yang ditanggung mencapai Rp 37,62 miliar. Beban bunga dan keuangan tercatat sebanyak Rp 12,12 miliar, berhasil ditekan 5,16% dari Rp 12,78 miliar.

Sementara itu, total aset BAJA saat pada September berjumlah Rp 861,07 miliar yang terdiri atas aset lancar Rp 674,81 miliar dan aset tidak lancar Rp 186,25 miliar. Tak ketinggalan, kinerja positif juga terlihat pada segmen total utang yang menurun 3,07% menjadi Rp 613,15 miliar dari Rp 632,58 miliar di Desember 2020.

Incar Lonjakan Laba Bersih
Pada tahun ini, Saranacentral Bajatama menargetkan lonjakan laba bersih lebih dari 200% menjadi Rp 200 miliar. Bahkan, pada awal semester pertama 2021, perseroan telah membukukan laba bersih sebanyak Rp 100 miliar, melampaui target awal perseroan yakni Rp 80 miliar.

Direktur Utama Handaja Susanto menjelaskan, target baru ini akan dicapai dengan peningkatan kinerja melalui optimalisasi produksi. Lantaran, menurut perseroan saat ini kapasitas produksi yang terpakai baru mencapai 60-70%, dan akan ditingkatkan hingga 90-10%.

“Berkaca dari realisasi laba bersih pada semester pertama sebanyak Rp 100 miliar. Apabila efisiensi berjalan dengan baik dan kondisi pasar mendukung, laba bersih yang dapat diraih pada akhir tahun 2021 nanti diperkirakan mencapai Rp 200 miliar. Naik dua kali lipat,” jelasnya kepada Investor Daily.

Menurut Handaja, prospek industri baja Indonesia masih cerah meski di tengah pandemi. Lantaran, pemerintah menjadi lebih memperhatikan industri lokal, yang sebelumnya terhantam oleh baja impor. Selain itu, pasar baja domestik sendiri masih besar, sejalan dengan statusnya sebagai negara berkembang yang membutuhkan baja dalam jumlah besar.

“Untuk harga baja saat ini, menurut kami sudah cukup tinggi dan agak sulit untuk kembali meningkat. Tahun ini harga baja diproyeksikan lebih stabil, minim fluktuasi karena cost produksinya saja sudah cukup tinggi,” pungkas Handaja.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bank NTT Maksimalkan Peran Agen Pembangunan Pasca Pandemi

Bank NTT sejak Juni 2021 dinyatakan berstatus sehat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

EKONOMI | 28 November 2021

Asosiasi Apresiasi Permendag Nomor 23 Tahun 2021 Dijalankan

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan mengungkapkan, Permendag nomor 23 tahun 2021 sudah aman untuk dijalankan dan tidak ada revisi pada pasal 11.

EKONOMI | 28 November 2021

Pemerintah Revitalisasi Koperasi Berbasis Sektor Produksi

Pemerintah akan melakukan revitalisasi koperasi berbasis sektor produksi yang memiliki komoditas unggulan.

EKONOMI | 28 November 2021

Kinerja Industri Pengolahan Kakao Kian Manis

Kemenperin berupaya meningkatkan daya saing industri pengolahan kakao di kancah global dan menjadi sektor yang berkelanjutan.

EKONOMI | 28 November 2021

Arrayan Group Merambah Pasar Properti Komersial

Sukses bangun ribuan rumah MBR, Arrayan Group merambah pasar properti komersial dengan mengembangkan proyek rumah toko (Ruko) Grand Cikarang City 2.

EKONOMI | 28 November 2021

Terapkan Prokes Ketat, PHRI Harap Tidak Ada Larangan Liburan

- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cianjur, Jawa Barat, berharap tidak ada larangan bagi tamu yang akan menghabiskan libur panjang Nataru.

EKONOMI | 28 November 2021

Anak Usaha GEMS Bayar di Muka Pinjaman ke GenBV

Anak usaha PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), PT DSI, menandatangani perjanjian pembayaran di muka atas fasilitas pinjaman kepada GMR Energy BV (GENBV).

EKONOMI | 28 November 2021

Stafsus Menteri: BUMN Jangan Hindari Media

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan transparansi informasi dibutuhkan oleh kementerian dan BUMN.

EKONOMI | 28 November 2021

Kementerian PUPR Percepat Pengembangan Kawasan Perbatasan

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan, jalan akses perbatasan merupakan infrastruktur yang bernilai strategis.

EKONOMI | 28 November 2021

Ekspansi Bisnis, OHM Buka Hotel Baru di Solo dan Palembang

Sebagai operator hotel, Omega Hotel Management (OHM) telah membuka 2 hotel baru di kota Solo dan Palembang dalam dua bulan terakhir.

EKONOMI | 28 November 2021


TAG POPULER

# Indonesia Terbuka


# Penghinaan Etnis


# Sembunyi di Roda Pesawat


# Razia Vaksinasi Covid-19


# Omicron



TERKINI
Akhir Pekan, Jumlah Pengunjung Ancol Naik Lima Kali Lipat

Akhir Pekan, Jumlah Pengunjung Ancol Naik Lima Kali Lipat

MEGAPOLITAN | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings