Peserta PBI Berkurang, BPJS Kesehatan: Cashflow Kami Cukup Aman
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Peserta PBI Berkurang, BPJS Kesehatan: Cashflow Kami Cukup Aman

Selasa, 24 Agustus 2021 | 20:18 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Humas Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan M Iqbal Anas Ma'ruf menegaskan kondisi keuangan BPJS Kesehatan dalam keadaan cukup untuk membayar klaim pelayanan kesehatan yang ditagihkan oleh fasilitas kesehatan. Pernyataan ini disampaikan menyusul adanya pengurangan jumlah peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Itu artinya, iuran peserta PBI yang dibayarkan pemerintah kepada BPJS Kesehatan juga berkurang.

“Secara umum, cashflow BPJS Kesehatan cukup aman untuk melakukan kewajiban-kewajiban kepada fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” kata Iqbal Anas saat dikonfirmasi Beritasatu.com, Selasa (26/10/2021).

Dijelaskan Iqbal, selama ini BPJS Kesehatan menerima pembayaran iuran peserta PBI APBN sesuai dengan jumlah peserta yang didaftarkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos), bukan sejumlah 96,8 juta peserta sesuai kuota nasional.

Dari data per 30 September 2021, jumlah peserta PBI APBN mencapai 96.159.448. Kemudian setelah dilakukan pemutakhiran data, di mana Kemensos melakukan pemadanan data penerima bantuan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang terdaftar di Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (dukcapil), jumlah peserta PBI APBN per 8 Oktober 2021 berkurang menjadi 83.548.401. Untuk setiap peserta PBI APBN, iuran yang dibayarkan pemerintah senilai Rp 42.000 per bulan. “Kita menerima iuran sesuai dengan jumlah peserta yang didaftarkan oleh Kementerian Sosial. Per 8 Oktober 2021, jumlah peserta PBI APBN sebanyak 83.548.401,” terang Iqbal.

Di kesempatan sebelumnya, Menteri Sosial Tri Rismaharini menjelaskan, pemadanan data pada DTKS dengan NIK merupakan temuan dan rekomendasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemadanan data dengan NIK di dukcapil untuk memastikan bantuan sosial salur tepat sasaran dan memenuhi prinsip-prinsip akuntabilitas.

“Data yang tidak padan dengan NIK di dukcapil, tidak bisa diberikan bantuan. Data yang belum padan ini harus dikeluarkan. Sebabnya bisa karena pindah segmen, meninggal dunia, data ganda, atau mungkin sudah tidak lagi termasuk kategori miskin,” jelas Risma, baru-baru ini.

Untuk penetapan data per 15 September 2021, dari data PBI sebelumnya, setelah dilakukan pemadanan terdapat data yang padan DTKS sebanyak 74.420.345, dan ada 12.633.338 yang tidak masuk DTKS, tetapi sudah padan dukcapil. Data yang belum ada di DTKS inilah yang kemudian diverifikasi status miskin atau tidak mampu oleh daerah. Bila hasil verifikasi dinyatakan layak, mereka dapat masuk DTKS. Sedangkan untuk mencapai kuota nasional sebanyak 96,8 juta, masyarakat miskin atau tidak mampu yang belum menerima bantuan dapat diusulkan melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next generation (SIKS-NG) oleh pemerintah daerah.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Askrindo Syariah Gelar Literasi Penjaminan Syariah

Askrindo Syariah menggelar acara Literasi Penjaminan Syariah di Pekanbaru, Riau, Rabu (1/12/2021).

EKONOMI | 2 Desember 2021

AS Temukan Kasus Omicron Pertama, Wall Street Tumbang

Indeks-indeks acuan Wall Street tumbang pada perdagangan Rabu (1/12/2021) setelah ditemukannya varian omicron di AS.

EKONOMI | 2 Desember 2021

Anak Usaha PT PPI Resmi Ganti Nama Jadi PT BLI

Anak perusahaan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT Trisari Veem (TSV) telah resmi berganti nama menjadi PT BGR Logistik Indonesia (BLI).

EKONOMI | 2 Desember 2021

Anak Usaha Darma Henwa Bentuk Perusahaan Logistik

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mendirikan perusahaan baru di bidang jasa logistik.

EKONOMI | 2 Desember 2021

Subholding Gas Pertamina Sepakati Perjanjian Jual-Beli Gas

PGN sebagai Subholding Gas Pertamina, menyepakati sembilan perjanjian jual-beli gas bumi (PJBG) untuk menjaga ketahanan pasokan gas bumi.

EKONOMI | 1 Desember 2021

PLN Percepat Terbentuknya Ekosistem Kendaraan Listrik

PLN bekerja sama dengan Agen Pemegang Merek (APM) otomotif untuk memberi kemudahan bagi pengguna baru kendaraan listrik.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Hadapi Libur Nataru, 11 Ruas Tol Baru Siap Digunakan

Kementerian PUPR memastikan kesiapan ruas jalan tol dan jalan nasional menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

EKONOMI | 1 Desember 2021

UMK 2022 Naik 1,75%, Kadin Jatim: Memberatkan 

Pengusaha yang tergabung dalam Kadin Jatim merasa keberatan dengan penetapan kenaikan UMK 2022 rata-rata sebesar Rp 75.000 atau 1,75%.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Kemenperin Anugerahi 16 Perusahaan Pencetus Teknologi

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan anugerah penghargaan Rintisan Teknologi Industri (Rintek) 2021 kepada 16 perusahaan

EKONOMI | 1 Desember 2021

Nataru, Pemerintah Pertimbangkan Syarat Stiker Perjalanan

Stiker itu sebagai bentuk pengawasan pemerintah dalam memastikan warga yang melakukan perjalanan sudah memenuhi persyaratan.

EKONOMI | 1 Desember 2021


TAG POPULER

# Reshuffle Kabinet


# Reuni 212


# Kota Termahal di Dunia


# Ganjil Genap di Tol


# Militer Inggris



TERKINI
Anak Usaha PT PPI Resmi Ganti Nama Jadi PT BLI

Anak Usaha PT PPI Resmi Ganti Nama Jadi PT BLI

EKONOMI | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings