Logo BeritaSatu

OJK Gali Potensi Pembiayaan Ekonomi Hijau

Kamis, 28 Oktober 2021 | 05:11 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / WBP

Jakarta, Beritasatu.com– Perubahan iklim telah mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menggali potensi pembiayaan ekonomi hijau (green economy). OJK terus mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap memastikan sumber daya alam lestari.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyatakan, dalam upaya menjaring potensi pembiayaan green economy terdapat empat aspek yang perlu diperhatikan. Pertama, green economy dan urgensi sektor keuangan untuk menerapkan sustainable finance. Kedua, mendorong sektor keuangan untuk berkontribusi besar terhadap penerapan green economy melalui program sustainable finance. Ketiga, mengimplementasikan roadmap sustainable finance. Keempat, menggali potensi green banking dan pembiayaan-pembiayaan lain yang tergolong kategori pembiayaan hijau di Indonesia.

Wimboh menjelaskan, green economy merupakan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan di masyarakat yang sejalan dengan upaya mengurangi risiko lingkungan dan memastikan SDA tetap lestari. Karena itu, strategi menjaga kelestarian alam ini menjadi perhatian semua pihak di antaranya transisi smooth antara ekonomi konvensional ke ekonomi kategori hijau dan berkelanjutan. “Dan bagaimana kita mencari sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berdasarkan pada aspek berkelanjutan,” papar Wimboh dalam kegiatan Bumee Summit 2021 yang diselenggaraka Berita Satu Media Holdings (BSMH) Rabu (27/10/2021).

Guna mewujudkan hal ini, akan didukung investasi pemerintah, swasta, dan berbagai infrastruktur serta sumber daya manusia (SDM) berupa keterampilan, pemahaman, keahlian dan kebijakan yang dibuat dari berbagai lintas sektor.

Apabila ditinjau dari sisi makro ekonomi, tutur Wimboh, transformasi kebijakan green economy juga akan berpengaruh pada perubahan struktur produksi dan pola konsumsi masyarakat. Perubahan signifikan tersebut sekaligus akan mendorong tumbuhnya strategi investasi baru dalam mendukung transformasi baik di sektor manufaktur maupun seluruh sektor ekonomi.

Untuk itu, kerangka kebijakan yang diambil pemerintah dan seluruh stakeholders adalah kebijakan yang mendorong sinergi investasi antara sektor publik (pemerintah) dan swasta dalam menghasilkan backward dan forward linkages pada seluruh sendi perekonomian.

Sayangnya, proses transisi menuju green economy ini tidak lepas dari beberapa tantangan di antaranya kurangnya pemahaman terkait aspek pertumbuhan ekonomi, pembangunan berbagai bidang produksi barang dan jasa, serta perilaku konsumen yang semuanya harus dilakukan dengan mindset dan pemahaman yang sama dan bahasa yang sama. “Karena kita semua belum mempertimbangkan aspek lingkungan hidup ini salah satunya perubahan iklim dalam kehidupan ekonomi dan sosial kita,” urai Wimboh.

Transparansi yang kurang dan lemahnya tata Kelola dalam penyusunan berbagai roadmap kebijakan oleh seluruh pemangku kepentingan juga masih menjadi tantangan. Termasuk masyarakat atau publik yang belum memiliki kultur yang sama.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hey Coco Ajak Pelanggan Jadi Mitra

Hey Coco, produsen air minum dengan bahan dasar air kelapa dari Thailand, mengajak pelanggan menjadi mitra bisnis.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Kredit Usaha Rakyat Diharapkan Menyentuh Petani Kecil

Kredit usaha rakyat (KUR) diharapkan menyentuh petani kecil. Pasalnya, selama ini KUR dinilai tidak menyentuh petani kecil.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

KHE Gandeng Sumitomo Garap Proyek PLTA Rp 270 T di Kaltara

PT Kayan Hydro Energy (KHE) menggandeng Sumitomo Corporation, pada proyek pembangunan PLTA di Kalimantan Utara (Kaltara) senilai US$ 17,8 miliar.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

OJK Perkuat Tiga Aspek Perlindungan Konsumen di Era Digital

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau pelaku usaha terus menjaga dan meningkatkan aspek perlindungan konsumen di era digital.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) Lakukan Buyback

Emiten sektor teknologi, PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) mengumumkan akan melakukan aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback) secara bertahap.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Bukit Asam Borong MTN PT Timah Senilai Rp 391,25 Miliar

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) membeli Medium Term Notes (MTN) I PT Timah TBK (TINS) Tahun 2022 sebanyak 25 lembar atau senilai Rp 391,25 miliar.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Mayoritas Masyarakat Puas dengan Pelayanan Petugas Pajak

Mayoritas responden yang memiliki NPWP merasa puas dengan pelayanan yang diberikan petugas pajak.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Telkom Dukung Digitalisasi Pendidikan di Daerah 3T

Telkom menyerahkan bantuan berupa perangkat device, network, application ke 321 sekolah di seluruh Indonesia terutama yang berada di wilayah 3T.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Survei Indikator: 80% Masyarakat Indonesia Belum Punya NPWP

Mayoritas responden dari survei Indikator Politik Indonesia menyatakan belum mempunyai nomor pajak wajib pajak (NPWP), yakni sekitar 80%.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

TransNusa Mulai Terbang Jakarta-Bali-Yogyakarta

TransNusa lepas landas pertamanya bersama penerbangan 8B 5532 pada pukul 08.20 WIB pagi dari Soekarno-Hatta dan mendarat di Yogyakarta pukul 09.25 WIB.

EKONOMI | 6 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Daftar Korban Meninggal Kanjuruhan


# Jilat Kue HUT TNI


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 6 Oktober 2022

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 6 Oktober 2022

NEWS | 8 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings