Logo BeritaSatu

Gobel Sarankan Proyek Kereta Cepat Tidak Recoki APBN

Sabtu, 30 Oktober 2021 | 18:14 WIB
Oleh : HA

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel berpendapat sebaiknya APBN difokuskan untuk pemulihan ekonomi, pembangunan infrastruktur dasar, dan untuk pembangunan ibu kota negara yang baru, daripada dipakai membiayai proyek kereta cepat.

“Soal kereta cepat biar kita serahkan ke investornya. Ini sesuai dengan ide awal yang berprinsip business-to-business,” kata Gobel dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (30/10/2021).

Pernyataan itu ia sampaikan untuk menanggapi kebijakan pemerintah yang akhirnya akan menggelontorkan dana APBN bagi pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Tiongkok memenangkan persaingan dengan Jepang dalam pembangunan kereta cepat sepanjang 142,3 km tersebut. Saat itu Jepang mengajukan proposal dengan nilai US$ 6,2 miliar, sedangkan Tiongkok mengajukan harga US$ 5,5 miliar.

Menurut Gobel, Tiongkok juga menang karena tidak meminta jaminan pemerintah, tidak ada keterlibatan APBN, dan skema business-to-business.

Namun kemudian, biayanya membengkak menjadi US$ 6,07 miliar dan kini meningkat lagi menjadi US$ 7,97 miliar, imbuhnya.

Di pihak lain, Jepang yang sudah teruji dengan kualitas kereta cepat Shinkazen dan melakukan studi kelayakan jalur Jakarta-Bandung sejak 2012 itu akhirnya dikalahkan oleh proposal Tiongkok, tulis Gobel.

“Kita tidak tahu apakah akan ada kenaikan lagi atau tidak. Yang pasti hingga kini [anggarannya] sudah bengkak dua kali. Kondisi ini sudah berkebalikan dengan tiga janji semula serta sudah lebih mahal dari proposal Jepang. Padahal dari segi kualitas pasti Jepang jauh lebih baik,” kata Gobel.

Gobel mengatakan, akibat pandemi Covid-19, Indonesia dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

“Banyak anggaran yang kurang prioritas dipotong karena terkena refocusing. Karena kita fokus untuk menghadapi Covid-19, memulihkan perekonomian yang menghantam rakyat kecil, dan juga kita tak boleh mundur untuk membangun IKN [ibu kota negara]. Kita fokus saja pada hal-hal yang menjadi prioritas kita,” katanya.

Agar Indonesia konsisten dengan skema business-to-business, kata Gobel, maka pembengkakan biaya itu sebaiknya diserahkan ke perusahaan konsorsium Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Konsorsium ini melibatkan sembilan perusahaan. Dari Indonesia ada empat BUMN, yaitu Wijaya Karya, Jasamarga, Perkebunan Nusantara VIII, dan KAI. Sedangkan konsorsium Tiongkok meliputi China Railway International Company Limited, China Railway Group Limited, Sinohydro Corporation Limited, CRRC Corporation Limited, dan China Railway Signal and Communication Corp.

Indonesia lalu membentuk badan usaha PT Pilar Sinergi BUMN dan Tiongkok membentuk China Railway. Lalu keduanya membentuk KCIC.

“Jadi jika terjadi pembengkakan biaya maka diserahkan kepada perusahaan-perusahaan tersebut. Dan jika ada perusahaan yang tak mampu menyetorkan biaya tambahan maka sahamnya terdelusi dengan sendirinya. Ini proses bisnis yang biasa saja. Ini namanya business-to-business. Jangan memaksakan diri dengan meminta dana dari APBN,” katanya.

Pertanyakan Studi Kelayakan
Merujuk keterangan dari sejumlah pihak terkait, Gobel mempertanyakan keandalan studi kelayakan Tiongkok.

“Pertama, pada pembengkakan pertama katanya karena faktor asuransi. Kedua, pada pembengkakan kedua katanya karena faktor geologi dan geografi. Ketiga, banjir yang menggenangi jalan tol Jakarta-Cikampek terjadi akibat tersumbatnya saluran air karena pembangunan kereta cepat. Semua itu mestinya sudah bisa dihitung di dalam studi kelayakan. Nyatanya kan tidak. Karena itu saya mempertanyakan kualitas studi kelayakan tersebut. Ini persoalan serius,” katanya.

Berdasarkan semua itu, Gobel meminta agar pihak KCIC berlaku transparan dan jujur.

“Buka saja sebetulnya bagaimana dengan perhitungan konsultan sehingga kita tahu bagaimana masa depan pembiayaan pembangunan kereta cepat ini. Jangan sampai nanti minta tambahan duit lagi. Seolah bangsa ini diakali pelan-pelan,” katanya.

Selain itu, Gobel juga khawatir dengan biaya operasional KCIC nanti serta pada kualitas keretanya yang berdampak pada pembiayaan juga.

Gobel mengatakan, pembangunan kereta cepat ini merupakan perwujudan visi Presiden Jokowi yang harus didukung semua pihak. Namun, ia mengingatkan jangan sampai visi Presiden tersebut tidak bisa diwujudkan para pembantu dengan benar dan bertanggung jawab.

“Saya senang sekarang Pak Luhut Pandjaitan mengambil alih kereta cepat ini. Saya percaya beliau orang yang tegas dan terang,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

RUPS LB: Semua Direksi dan Komisaris Bank Banten Diganti

RUPS LB memutuskan mengganti semua jajaran direksi dan komisaris Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten yakni Bank Banten.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Gelar IndonesiaNext, Cara Telkomsel Siapkan Talenta Digital

Telkomsel kembali menggelar IndonesiaNext, program yang membuka peluang bagi pemuda Indonesia untuk menjadi talenta digital berkualitas.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Sri Mulyani Harap Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV di Atas 5%

"Kami berharap sampai akhir tahun pertumbuhan ekonomi di atas 5% tetap bisa dipertahankan," kata Sri Mulyani.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Tolak UMP DKI 2023, Apindo: Kami Butuh Kepastian Hukum

Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ikut menolak penetapan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta tahun 2023

EKONOMI | 2 Desember 2022

Daikin Bangun Pabrik AC Rp 3,3 Triliun di Cikarang

Pabrik AC Daikin yang berlokasi di kawasan Cikarang memiliki kapasitas produksi 1,5 juta unit setiap tahunnya.

EKONOMI | 2 Desember 2022

200 Bankir ASEAN Kumpul di Labuan Bajo Bahas Sistem Pembayaran

Interkoneksi sistem pembayaran tanpa batas di kawasan ASEAN berpotensi mendukung pengembangan ekonomi di Indonesia.

EKONOMI | 2 Desember 2022

OJK Sebut Investor Asing Antre Minati Bank di Indonesia

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menyampaikan, sektor perbankan nasional sangat menarik bagi para investor, khususnya dari luar negeri.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Airlangga Rayu Eksportir Simpan Duit di Dalam Negeri

Menko Airlangga mendorong perbankan memberikan kebijakan suku bunga khusus terhadap eksportir yang menempatkan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Bank Mandiri Catat Transaksi QRIS Tembus Rp 2,6 Triliun

Bank Mandiri mencatat volume transaksi layanan QRIS mencapai Rp 2,6 triliun hingga Oktober 2022, atau meningkat 520% dibandingkan periode tahun lalu.

EKONOMI | 2 Desember 2022

OJK Pede Penyaluran Kredit Perbankan Tetap Tumbuh di 2023

Selain penyaluran kredit, OJK meyakini kinerja industri perbankan tetap tumbuh di 2023 karena pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) menunjukkan tren peningkatan.

EKONOMI | 2 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Soal Risiko Stadion Bubble Liga 1, Ini Penjelasan Polri

Soal Risiko Stadion Bubble Liga 1, Ini Penjelasan Polri

BOLA | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE