Logo BeritaSatu

Proyek Kereta Cepat Kantongi Komitmen PMN dan Pendanaan CDB

Senin, 1 November 2021 | 11:04 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Proyek pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung langsung tancap gas setelah mendapatkan persetujuan dari pemerintah terkait penyertaan modal negara (PMN) dan komitmen pendanaan dari China Development Bank (CDB).

"Masuknya investasi pemerintah melalui PMN kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) selaku leading konsorsium itu bakal mengakselerasi pengerjaan proyek setelah sempat tersendat akibat dampak pandemi Covid-19," kata Direktur Utama PT KCIC Dwiyana Slamet Riyadi dalam keterangan tertulis, Senin (1/11/2021).

Secara terperinci, struktur pembiayaan KCJB adalah 75% dari nilai proyek dibiayai oleh China Development Bank (CDB) dan 25% dibiayai dari ekuitas konsorsium. Dari 25% ekuitas, 60% berasal dari konsorsium Indonesia karena menjadi pemegang saham mayoritas. Sehingga pendanaan dari konsorsium Indonesia ini sekitar 15% dari proyek, sedangkan sisanya sebesar 85% dibiayai dari ekuitas dan pinjaman pihak Tiongkok, tanpa adanya jaminan pemerintah Indonesia.

Dwiyana mengatakan progres pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) kini sudah mencapai lebih 79%. Bahkan saat ini, rangkaian kereta atau electric multiple unit (EMU) untuk proyek tersebut sudah memasuki tahap produksi di pabrik China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Sifang di Qingdao, Tiongkok, dengan sistem manajemen mutu terstandarisasi internasional ISO 9001.

Kereta cepat Jakarta-Bandung masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun melalui kerja sama Indonesia dan Tiongkok. Pengerjaan proyek ini menggunakan teknologi tinggi sehingga bisa menjadi lompatan bagi Indonesia. Terlebih, kedua negara juga telah melakukan transfer knowledge sehingga para pekerja di Indonesia memiliki kesempatan meningkatkan kompetensinya.

Progres pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung cukup akseleratif. Sekadar membandingkan, proyek serupa juga dibangun di India oleh konsorsium perusahaan asal Jepang. Namun pengerjaan kereta cepat 508 kilometer itu macet. Dilansir Indian Express, macetnya kereta cepat itu akibat imbas pandemi Covid-19. Alhasil, pengerjaan proyek itu mundur dari rencana awal 2023 menjadi 2028.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

RUPS LB: Semua Direksi dan Komisaris Bank Banten Diganti

RUPS LB memutuskan mengganti semua jajaran direksi dan komisaris Bank Pembangunan Daerah (BPD) Banten yakni Bank Banten.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Gelar IndonesiaNext, Cara Telkomsel Siapkan Talenta Digital

Telkomsel kembali menggelar IndonesiaNext, program yang membuka peluang bagi pemuda Indonesia untuk menjadi talenta digital berkualitas.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Sri Mulyani Harap Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV di Atas 5%

"Kami berharap sampai akhir tahun pertumbuhan ekonomi di atas 5% tetap bisa dipertahankan," kata Sri Mulyani.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Tolak UMP DKI 2023, Apindo: Kami Butuh Kepastian Hukum

Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ikut menolak penetapan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta tahun 2023

EKONOMI | 2 Desember 2022

Daikin Bangun Pabrik AC Rp 3,3 Triliun di Cikarang

Pabrik AC Daikin yang berlokasi di kawasan Cikarang memiliki kapasitas produksi 1,5 juta unit setiap tahunnya.

EKONOMI | 2 Desember 2022

200 Bankir ASEAN Kumpul di Labuan Bajo Bahas Sistem Pembayaran

Interkoneksi sistem pembayaran tanpa batas di kawasan ASEAN berpotensi mendukung pengembangan ekonomi di Indonesia.

EKONOMI | 2 Desember 2022

OJK Sebut Investor Asing Antre Minati Bank di Indonesia

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menyampaikan, sektor perbankan nasional sangat menarik bagi para investor, khususnya dari luar negeri.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Airlangga Rayu Eksportir Simpan Duit di Dalam Negeri

Menko Airlangga mendorong perbankan memberikan kebijakan suku bunga khusus terhadap eksportir yang menempatkan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri.

EKONOMI | 2 Desember 2022

Bank Mandiri Catat Transaksi QRIS Tembus Rp 2,6 Triliun

Bank Mandiri mencatat volume transaksi layanan QRIS mencapai Rp 2,6 triliun hingga Oktober 2022, atau meningkat 520% dibandingkan periode tahun lalu.

EKONOMI | 2 Desember 2022

OJK Pede Penyaluran Kredit Perbankan Tetap Tumbuh di 2023

Selain penyaluran kredit, OJK meyakini kinerja industri perbankan tetap tumbuh di 2023 karena pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) menunjukkan tren peningkatan.

EKONOMI | 2 Desember 2022


TAG POPULER

# Penumpang Air Asia Diseret


# Tenda Sakinah


# Piala Dunia 2022


# Paspampres Perkosa Kostrad


# Sidang Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Soal Risiko Stadion Bubble Liga 1, Ini Penjelasan Polri

Soal Risiko Stadion Bubble Liga 1, Ini Penjelasan Polri

BOLA | 3 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE