Logo BeritaSatu

Pemulihan Ekonomi Dorong Kinerja Emiten Lippo Group

Senin, 1 November 2021 | 14:40 WIB
Oleh : Novy Lumanauw, Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kinerja sejumlah emiten Lippo Group menunjukkan tren yang positif dan bertumbuh seiring dengan pemulihan ekonomi nasional. Torehan cemerlang itu tak terlepas dari transformasi yang dilakukan grup usaha milik keluarga Mochtar Riady tersebut.

Transformasi usaha Lippo Group perlahan tapi pasti membuahkan hasil. Kesuksesan itu juga berkat tangan dingin sang generasi ketiga, John Riady, yang turun langsung dalam tataran manajemen Lippo Group.

Terkait transformasi John yang menjabat sebagai salah satu direktur di Lippo Group mengatakan ada beberapa hal yang ditempuh pihaknya. Pertama, selama 3 tahun terakhir Lippo Group terus mendorong usaha-usaha di dalam konglomerasi tersebut untuk bekerja dengan prinsip operational excellence.

"Jadi kami percaya bahwa perusahaan semakin besar perlu juga dibagi dengan tata kelola yang semakin baik. Kalau perusahaan startup misalnya, yang tech startup itu kan fokusnya growth. Seiring dengan bertumbuhnya sebuah perusahaan, perlu juga mengimbangi dengan tata kelola. Jadi ini juga menjadi fokus selama 2-3 tahun terakhir ini,” kata CEO PT Lippo Karawaci Tbk yang juga Chairman Siloam Hospital, John Riady melalui pernyataan tertulis, Senin (1/11/2021).

Menurut John, operational excellence perlu ditonjolkan karena semua bisnis di bawah Lippo Group sifatnya melayani masyarakat, dan berupaya memenuhi kebutuhan dasar dari masyarakat Indonesia.

Kedua adalah perihal tata kelola. Ketiga, yang tak kalah penting transformasi yang dilakukan Lippo Group terus mengarah pada sustainability yaitu dengan penerapan prinsip ESG (environmental, social, and corporate governance).

Menurutnya, prinsip tersebut kini menjadi tuntutan dunia bisnis secara global. Mengacu pada prinsip keadilan untuk bersama-sama menciptakan kehidupan lebih baik di dunia.

"Kalau dulu orang ngomongnya CSR. Sekarang ini kita bicaranya sustainability, jadi harus ada kesinambungan. Bisnis-bisnis kami ini harus membawa berkah, melayani masyarakat, mementingkan stakeholders,” tegasnya.

John menyebut trasnformasi itu merembet pada torehan kinerja positif emiten-emiten milik Lippo Group. Salah satunya PT Lippo Karawaci Tbk. Emiten bersandi LPKR itu mencatatkan peningkatan marketing sales per akhir September 2021 yang mencapai Rp3,9 triliun atau naik 70% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun pada periode yang sama tahun lalu capaiannya Rp1,24 triliun. Melalui raihan pada kuartal ketiga tersebut, secara akumulasi marketing sales LPKR periode Januari-September 2021 meningkat 71% secara year-on-year (yoy) menjadi Rp3,9 triliun.

Penjualan dari rumah tapak dengan harga terjangkau berkontribusi 59% dari total penjualan pada kuartal ketiga 2021. Hal ini pun membuktikan sektor mulai properti bangkit di masa pemulihan ekonomi saat pandemi Covid-19.

Melihat hal itu, manajemen memproyeksikan angka prapenjualan untuk tahun ini sebesar Rp700 miliar menjadi Rp4,2 triliun. Proyeksi tersebut tentunya akan mudah diraih LPKR bahkan dilampaui karena hingga September saja sekitar 93% dari target telah tercapai.

"Ini lah jadi selama dua tahun terakhir, Lippo Karawaci sudah berhasil melakukan inovasi. Jadi mendesain rumah ini dengan harga terjangkau, dengan desain yang modern, atau disebut tropical modern, very beautiful, dengan hal-hal cross ventilation dengan mengurangi energi dan lain sebagainya dan juga untuk menyesuaikan dengan pola kehidupan dan kebutuhan kita yang sekarang ini post Covid ini. Jadi dengan kita melakukan ini kita melihat penjualan itu luar biasa,” ujarnya.

Tak hanya di sektor properti, kinerja usaha Lippo Group di bidang layanan jaringan komunikasi broadband termasuk di dalamnya program televisi yaitu PT Link Net Tbk (LINK) pun menunjukkan kinerja yang moncer.

Pendapatan LINK tumbuh 11,7% secara yoy menjadi Rp2,15 triliun pada semester pertama 2021. Seiring itu, Ebitda perseroan tumbuh 17,1% secara yoy menjadi Rp1,24 triliun. Adapun pada periode Januari-September 2021, Link Net telah menambahkan total sekitar 21.000 pelanggan baru sehingga kini memiliki total basis pelanggan mencapai 861.000.

Dengan pencapaian optimal tersebut, Presiden Direktur Link Net Marlo Budiman mengatakan di tengah kondisi yang menantang karena masalah pandemi, manajemen secara konsisten mampu menorehkan raihan positif.

“Kami tetap mampu berkembang dengan kondisi yang berubah. Kinerja Link Net terus menguat mengalami percepatan pertumbuhan pendapatan. Migrasi terus maju dan kami telah menyelesaikan hampir setengah dari keseluruhan proyek pada akhir September,” ujarnya.

Pun demikian di sektor kesehatan. Dalam laporan keuangannya PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) mencatatkan kinerja apik dalam sembilan bulan pada 2021. SILO membukukan pertumbuhan pendapatan secara yoy sekitar 42,83% menjadi Rp 7,14 triliun dari Rp 5 triliun.

Hal itu pun diiringi pertumbuhan lana laba periode berjalan menjadi Rp 531,95 miliar. Catatan positif tersebut membalikan keadaan, karena para periode yang sama tahun lalu SILO rugi Rp 48,79 miliar.

Dalam hasil riset yang dipublikasikan Trimegah Securities, analis emiten Heribertus Ariando dan Ignatius Samon memproyeksikan pertumbuhan SILO akan terjaga di masa datang.

Pendapatan SILO tahun ini diperkirakan akan mencapai Rp 7,8 triliun dengan laba bersih Rp 584 miliar. Sedangkan tahun lalu Rp 7,11 triliun dengan laba bersih Rp 116 miliar.

Pada tahun depan, SILO akan melakukan berbagai investasi di bidang digital sehingga diperkirakan mengurangi pendapatan menjadi Rp 7,7 triliun dengan laba bersih Rp 535 miliar. Namun pada 2023 raihan pendapatan SILO akan melonjak mencapai Rp 8,34 triliun dengan laba bersih diperkirakan mencapai Rp 630 miliar.

"Investasi digital menjadi fokus untuk mengembangkan cabang teknologi kesehatannya. Ekspansi kapasitas di sekitar 2 rumah sakit baru per tahun organik dan anorganik (akan memacu pertumbuhan),” tulis kedua periset tersebut.

Trimegah Securities pun merekomendasikan beli saham SILO dengan target price dipertahankan di Rp 12.000. Optimisme senada datang pula dari analis saham di CGS CIMB Patricia Gabriela dan Marcella Regina. Mereka memproyeksikan pendapatan SILO 2021 sebesar Rp 7,6 triliun dengan laba bersih Rp 636 miliar.

Adapun tahun depan pendapatan SILO diperkirakan mencapai Rp 8,2 triliun dengan laba bersih Rp 685 miliar. Sedangkan pada 2023 pendapatan SILO bisa mencapai Rp 9,16 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 848 miliar.

"Kinerja SILO terus menunjukan hasil di atas ekspektasi. SILO meningkatkan layanan sehingga masyarakat percaya akan layanan kesehatan SILO terutama di saat pandemi. SILO terus memasukkan inisiatif ESG dalam kegiatan operasionalnya. Perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) PBB yaitu baik kesehatan dan kesejahteraan, industri, inovasi dan infrastruktur, dan kemitraan untuk mencapai tujuan. Kinerja ESG SILO adalah yang terbaik dari rumah sakit lain di Indonesia,” tulis kedua analis CGS CIMN itu dalam hasil risetnya.

Adapun target harga untuk saham Lippo dari CGC CIMB adalah Rp12.300. Adapun saat ini harga saham SILO ada di kisaran Rp8.500.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Baru Dibuka, IHSG Langsung Terjun 0,6%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,63% ke 6.751,5 pada awal perdagangan hari ini, Senin (4/7/2022).

EKONOMI | 4 Juli 2022

Minim Sentimen Penggerak, Bursa Asia Dibuka Bervariasi

Bursa Asia Pasifik dibuka bervariasi pada awal perdagangan hari ini. Investor menantikan keputusan bank sentral Australia dan Malaysia pekan ini.

EKONOMI | 4 Juli 2022

Air New Zealand Siapkan Tempat Tidur untuk Kelas Ekonomi

Air New Zealand baru-baru ini mengumumkan “pod” pertama di dunia untuk penerbangan kelas ekonomi, yang akan diluncurkan pada tahun 2024.

EKONOMI | 4 Juli 2022

Phintraco Sekuritas: IHSG Potensi Rebound, Cermati BCA dan PGAS

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG hari ini bergerak fluktuatif. IHSG diperkirakan akan bergerak pada resistance 6.910, pivot 6.830, dan support 6.730.

EKONOMI | 4 Juli 2022

Mei, Premi Mandiri Inhealth Capai Rp 1,75 Triliun

PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia (Mandiri Inhealth) membukukan pendapatan premi sebesar Rp 1,75 miliar hingga Mei 2022.

EKONOMI | 4 Juli 2022

Kemenhub Akan Tata Pelabuhan-pelabihan di Bangka

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan penataan pelabuhan-pelabuhan yang ada di Provinsi Bangka Belitung.

EKONOMI | 4 Juli 2022

Pemegang Saham Pradiksi Gunatama Setujui Perubahan Direksi

Para pemegang saham Pradiksi Gunatama menyetujui pengunduran Indra Irawan selaku direktur utama dan mengangkat Jooyoung Lee.

EKONOMI | 4 Juli 2022

Anis Byarwati Dorong Edukasi Keuangan dan Ekonomi Syariah

Anis Byarwati meminta pelaku industri keuangan syariah komitmen dalam mendorong edukasi keuangan dan ekonomi syariah.

EKONOMI | 3 Juli 2022

Paulus Waterpauw: Laporan Keuangan Bukan Ukuran Pembangunan

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw menegaskan laporan realisasi keuangan bukan ukuran pembangunan.

EKONOMI | 3 Juli 2022

Wanaartha: Progres Negosiasi dengan Calon Investor Capai 50%

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life) menyatakan progres negosiasi dengan calon investor sudah lebih 50%.

EKONOMI | 3 Juli 2022


TAG POPULER

# Apriyani/Fadia Juara


# Elon Musk


# Yusuf Mansur


# Ahmad Dhani


# KM Setia Makmur


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Baru Dibuka, IHSG Langsung Terjun 0,6%

Baru Dibuka, IHSG Langsung Terjun 0,6%

EKONOMI | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings