Logo BeritaSatu

Pameran ITAP Bakal Kembali Digelar

Senin, 8 November 2021 | 07:37 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Bersamaan dengan pulihnya berbagai negara dari pandemi, penguatan ketahanan industri tetap menjadi kunci untuk membangun dunia yang lebih baik di masa endemik Covid-19. Demikian tema dari pameran “Industrial Transformation ASIA-PACIFIC (ITAP) ke-4” yang kembali digelar dari 22 hingga 24 November 2021 dalam format hibrida untuk memaksimalkan jangkauan regional dan mendorong keterlibatan dalam industri manufaktur dan industri terkait.

Industri 4.0 sebagai bagian penting bagi ketahanan industri regional. Dua pilar utama ITAP 2021 adalah SDM dan teknologi yang memberdayakan. Dua hal tersebut adalah kunci untuk membangun ketahanan dan kelangsungan dunia yang tahan terhadap Covid-19.

“Covid-19 masih menjadi masalah besar bagi perusahaan manufaktur yang melakukan produksi secara fisik dan aktivitas lapangan. Teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Virtual Reality (VR), dan Augmented Reality (AR) dapat membantu mengurangi masalah ini dengan memungkinkan produsen bekerja dengan aman, mengurangi risiko terpapar sekaligus meningkatkan produktivitas," Chua Wee Phong, Chief Executive (Markets), Constellar Holdings, selaku penyelenggara pameran.

"Kami mengajak perusahaan-perusahaan untuk memanfaatkan kesempatan ini guna mengevaluasi proses bisnis mereka, meningkatkan keterampilan pekerja mereka dan membekalinya dengan keahlian yang tepat untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi. ITAP senantiasa menjadi platform industri di kawasan untuk mengeksplorasi solusi inovatif, memperluas jaringan kemitraan dan membangun gudang alat mereka untuk pengembangan kemampuan,” imbuhnya.

“Digitasi, keberlanjutan, dan rantai pasokan yang efektif adalah kunci daya saing produksi. Pandemi dengan jelas menunjukkan seberapa cepat proses produksi dapat ditantang. Implementasi dan perluasan produksi yang berkesinambungan dalam Industri 4.0 menjadi komponen yang semakin penting dalam pengembangan produksi. Kawasan Asia Pasifik dengan cepat berkembang menjadi hub bagi perusahaan teknologi yang terkait dengan Industri 4.0. ITAP memberikan kesempatan bertemu secara langsung dengan perusahaan-perusahaan tersebut, merasakan inovasi teknologi dan menjalin kerja sama bisnis,” ujar Dr. Jochen Köckler, Chief Executive, Deutsche Messe, mitra internasional ITAP.

Fokus tahun ini pada sumber daya manusia dan teknologi adalah hasil dari pengamatan mendalam terhadap negara-negara tetangga seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, yang memiliki sentimen kuat seputar tantangan tenaga kerja yang timbul akibat protokol jaga jarak.

“Situasi ini akan terus berlanjut dan menciptakan kenormalan baru di mana perusahaan harus menyesuaikan pola kerja dan proses produksi. Ini akan menjadi kekuatan pendorong Industri 4.0 dan kita perlu mengembangkan secara sistematis di semua dimensi untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan,” ujar Siriwat Waiyanit, Wakil Ketua (Manufacturing Automation and Robot Center) Thai-German Institute, organisasi perdagangan pendukung ITAP di Thailand yang berfokus pada transfer teknologi manufaktur maju ke industri Thailand.

“Begitu Malaysia pulih dari pandemi, penting bagi industri untuk mengadopsi teknologi Industri 4.0 melebihi sebelumnya guna memungkinkan pemulihan bisnis dan sektoral, bagi pengembangan sosial ekonomi masyarakat dan bangsa, serta mencapai ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” kata Jaffri Ibrahim, CEO CREST Malaysia.

CREST adalah kepanjangan dari Collaborative Research in Engineering, Science and Technology Centre di Malaysia, yang berfokus pada Penelitian & Pengembangan, Pengembangan Bakat, dan Komersialisasi Industri E&E untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. CREST bekerjasama dengan pemerintah, pelaku industri, dan berbagai universitas di seluruh Malaysia untuk mengembangkan teknologi Industri 4.0, seperti Virtual Manufacturing Flow dan Predictive Maintenance dengan Augmented Reality, dan lain-lain.

Indonesia di Ajang ITAP

Situasi pandemi Covid-19 tahun lalu tidak menyurutkan semangat negara-negara di kawasan Asia Tenggara untuk menghadiri pameran Industrial Transformation Asia-Pacific (ITAP) 2020. ITAP 2020 yang digelar selama tiga hari dan dikemas secara hybrid berhasil menghadirkan lebih dari 5000 pengunjung dimana 40% pengunjungnya adalah pengambil keputusan perusahaan.

Dengan penyebaran Covid-19 yang melambat, ITAP 2021 diikuti oleh lebih banyak peserta dan diprediksi dihadiri oleh lebih banyak pengunjung. Tahun ini lebih dari 100 peserta pameran di 8 paviliun akan hadir memamerkan produk terbaru mereka secara fisik. Sejumlah nama besar akan kembali hadir antara lain Siemens, Bosch, SAP, Trumpf, EOS, Dehn, Delta, Microsoft, TUV SUD, Beckhoff, Honeywell, Glee Trees, ABB, Fraunhofer, Rockwell, dan-lain-lain.

Constellar menargetkan lebih dari 15.000 pengunjung menghadiri pameran tahun ini. “Tahun lalu jumlah pengunjung digital dari Indonesia berada di peringkat kedua terbanyak mencapai 8% dari total pengunjung. Tahun ini dengan dibukanya paviliun Indonesia oleh Kementerian Perindustrian RI di pameran fisik ITAP 2021 di Singapore EXPO, akan semakin mengundang banyak para petinggi perusahaan Indonesia untuk hadir secara fisik di ITAP 2021,” tutup Chua Wee Phong, Chief Executive (Markets), Constellar Holdings.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Sasar Milenial, Sanex Lakukan Sejumlah Perubahan Strategi

Selain logo baru, perubahan dilakukan Sanex pada tahun 2022 ini di antaranya  pembaruan manajemen hingga memperluas distribusi produk,

EKONOMI | 8 Desember 2022

Kurs Rupiah Cenderung Stabil di Kisaran Rp 15.600

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Kamis (8/12/2022) terpantau menguat ke kisaran Rp 15.600.

EKONOMI | 8 Desember 2022

IHSG Sempat Anjlok ke Level Terendah 2022, Ini Penyebabnya

IHSG terjun bebas hingga sempat sentuh 6.690, level intraday terendah dalam 11 bulan sebelum akhirnya kembali ke kisaran 6.752.

EKONOMI | 8 Desember 2022

Bulog Subang Pastikan Stok Beras Aman hingga Maret 2023

Harga beras di Jawa Barat kini masih tinggi. Di Pasar Tradisional Terminal Subang, harga beras mengalami kenaikan Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per kilogram.

EKONOMI | 8 Desember 2022

Saham Telkom Rebound, Bukti Fundamental Bisnis Kuat

Hadapi tantangan bisnis tahun 2023, Telkom terus memperkuat fundamental di segala lini dengan lima strategi utama.

EKONOMI | 8 Desember 2022

APSI Minta Jasa Unlock IMEI Ditindak Tegas

Jasa unlock International Mobile Equipment Identity (IMEI) belakangan ini ramai ditawarkan melalui media sosial dan sejumlah marketplace.

EKONOMI | 8 Desember 2022

Jangan Coba-coba Unlock IMEI Ponsel, Cuma Bertahan 3 Bulan

Jasa unlock IMEI lewat aplikasi pendaftaran wisatawan asing hanya berlaku beberapa bulan saja. Selain itu, garansi hangus.

EKONOMI | 8 Desember 2022

Lanjutkan Pelemahan, IHSG Dibuka Terkoreksi ke 6.783

IHSG dibuka melemah 35,24 poin (0,52%) di posisi 6.783,51 pada perdagangan sesi I hari ini, Kamis (8/12/2022).

EKONOMI | 8 Desember 2022

Sektor Transportasi Online Resilien, Gojek jadi Pemimpin Pasar

Riset dilakukan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) di 5 kota besar Indonesia kepada 2.310 pengguna dan 1.155 pengusaha. 

EKONOMI | 8 Desember 2022

Wall Street Ditutup Melemah, Investor Tunggu Data Inflasi

Wall Street menutup sesi volatil dengan sebagian besar indeks utama terkoreksi pada perdagangan Rabu (7/12/2022) waktu setempat.

EKONOMI | 8 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# UU KUHP


# Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Sukabumi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Eko Yuli Raih Perak Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2022

Eko Yuli Raih Perak Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2022

SPORT | 29 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE