Logo BeritaSatu

Ekspor Laku Keras, Laba Integra Indocabinet Melesat 88%

Selasa, 9 November 2021 | 13:57 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) membukukan peningkatan laba bersih sebesar 88,08% menjadi Rp 355,99 miliar pada akhir kuartal-III 2021. Periode yang sama tahun sebelumnya untung perseroan hanya Rp 189,28 miliar. Kinerja positif sebagian besar ditopang oleh sektor manufaktur.

Dalam laporan keuangan yang dikutip oleh Investor Daily terungkap, segmen penjualan ekspor pada produk-produk building component menyumbang sebanyak Rp 2,08 triliun terhadap total pendapatan. Jumlah itu melesat hingga 99,73% dari akhir September 2020 Rp 774,48 miliar.

Advertisement

Masih dalam segmen ekspor, pertumbuhan juga dicatatkan pada dua sektor yakni set up dan knock down, masing-masing berkontribusi sebanyak Rp 617,74 miliar dan 678,49 miliar. Turut meningkat 35,88% dan 91,36%.

Berbalik, penjualan lokal perseroan justru mengalami penurunan. Tercatat segmen building component, set up dan knock down masing-masing berjumlah Rp 63,61 miliar, Rp 41,99 miliar dan Rp 5,04 miliar. Kontribusinya turun 24,54%, 43,03% dan 55,44%. Terakhir, pemasukan dari sektor kehutanan juga alami hal yang sama, turun 71,13% menjadi Rp 30,03 miliar.

Dengan demikian jumlah penjualan bersih selama kuartal-III 2021 Integra Indocabinet mencapai Rp 3,52 triliun, melesat 90,27% dari sebelumnya Rp 1,85 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Meningkatnya penjualan itu, otomatis membuat beban pokok penjualan terkerek 90,32% menjadi Rp 2,36 triliun dari Rp 1,24 triliun. Sehingga laba bruto yang diperoleh berjumlah Rp 1,15 triliun.

Sementara itu, total aset tercatat sebanyak Rp 6,48 triliun, meningkat 10,77% yang terdiri dari aset lancar Rp 4,04 triliun dan aset tidak lancar Rp 2,44 triliun. Sedangkan liabilitas berjumlah Rp 3.04 triliun, juga naik 5,19% bila dibandingkan dengan liabilitas akhir Desember 2020 yaitu Rp 2,89 triliun.

Kinerja positif dari Integra Indocabinet, terutama dari penjualan pasar ekspor ini, sejalan dengan sentimen anti-dumping yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap produk-produk dari Tiongkok. Bahkan, perseroan menaikkan target penjualan menjadi Rp 3,7 triliun pada akhir tahun 2021, dari sebelumnya Rp 3,6 triliun.

Berdasarkan arsip Investor Daily, Direktur integra Indocabinet Wang Sutrisno menjelaskan, penjualan furnitur perseroan pada pasar ekspor seperti Amerika Serikat (AS) akan ditopang oleh sentimen perang dagang yang sedang terjadi antara AS dan Tiongkok. Semisal, kebijakan anti dumping yang dilakukan As terhadap produk-produk dari Tiongkok.

“Hal ini, kami manfaatkan dengan memperbesar penetrasi produk di AS, dengan memproduksi substitusi untuk produk-produk dari Tiongkok yang terkena anti-dumping,” jelasnya kepada Investor Daily.

Selain itu, adanya kebijakan work from home (WFH) juga menjadi salah satu faktor perseroan melakukan revisi naik target penjualan. Adanya WFH membuat masyarakat cenderung untuk menyisihkan pendapatan untuk memperbarui furnitur rumah, sehingga akan berimbas pada meningkatnya penjualan perseroan.

“Di sisi lain, potensi dari industri kayu juga masih potensial, sejalan dengan material kayu yang baik dan juga harga bahan baku yang terbilang lebih stabil dibanding negara lainya,” ujarnya.

Menurut Wang, setelah sebelumnya pasar furnitur AS dikuasai oleh Tiongkok, kini dengan adanya kebijakan yang sebelumnya disebutkan, mengurangi jumlah negara pesaing bisnis dari perseroan. Beberapa hari perayaan AS seperti Thanksgiving, Black Friday yang akan datang pada semester kedua diharapkan menumbuhkan pembelian produk dari perseroan.

Selain itu, perseroan juga berupaya meningkatkan efisiensi dengan memperbesar ekspor produk knock-down karena volume yang bisa dikirim bisa lebih banyak dari produk fully assembly. Lalu, untuk menjaga ketepatan waktu distribusi, perseroan juga menjalin hubungan yang baik dengan perusahaan shipping line agar kontainer yang dibutuhkan selalu tersedia.

“Kami juga tetap melakukan diversifikasi pasar. Selain ke Amerika juga ke Jerman dan Inggris. Namun pasar di Jerman masih jauh dibanding dengan Amerika, atau 5-6 kalinya pasar Jerman,” tuturnya.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Keketuaan ASEAN 2023 Jaga Stabilitas Episentrum Ekonomi

ASEAN dapat menjadi episentrum atau pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan sekitar dan level global.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Minyak Goreng Minyakita Sudah Mulai Menghilang di Pasaran

Sejumlah pedagang pun mulai mengeluhkan hilangnya Minyakita di pasaran, lantaran minyak goreng murah program pemerintah itu laris diburu masyarakat.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Bahaya Vape Mengincar, Mendag Kendalikan Impor Alat Pendukungnya

Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan pengendalian impor vape dan alat penunjang lainnya.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Minyakita dan Curah di Makassar Langka Sepekan Terakhir

Minyak goreng (migor) subsidi dengan merek Minyakita, mulai langka di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) sepekan terakhir.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Jobubu Jarum Minahasa Bidik Laba & Pendapatan Naik 50%

PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) optimistis pada 2023 pendapatan dan laba tumbuh hingga 50%.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Waskita Catat Kontrak Baru Rp 20 Triliun, Mayoritas dari IKN

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) membukukan nilai kontrak baru (NKB) sebesar Rp 20,23 triliun sampai akhir tahun 2022.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Sandiaga Uno Dorong UMKM Manfaatkan TikTok untuk Jualan

Menurut Sandiaga, saat ini banyak platform digital atau media sosial yang mampu mendorong produk pelaku ekraf dan UMKM naik kelas. Salah satunya TikTok

EKONOMI | 29 Januari 2023

Dituduh Manipulasi Saham, Orang Terkaya Asia Ini Kehilangan Rp 700 T

Aset orang terkaya di Asia Gautam Adani jatuh lebih dari US$ 50 miliar setelah dituduh memanipulasi saham oleh Hindenburg Research.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Simak, Tips Main Aman Investasi Kripto

Pasar kripto terpantau terus menunjukkan performa positif di sepanjang Januari 2023 ini, setelah sempat turun beberapa waktu lalu.

EKONOMI | 29 Januari 2023

Minyakita Langka, Mendag Janji Perbaiki Jalur Distribusi

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan berjanji akan memperbaiki sistem distribusi sehingga Minyakita tidak mahal.

EKONOMI | 28 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Keketuaan ASEAN 2023 Jaga Stabilitas Episentrum Ekonomi

Keketuaan ASEAN 2023 Jaga Stabilitas Episentrum Ekonomi

EKONOMI | 20 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE