Ekspor Laku Keras, Laba Integra Indocabinet Melesat 88%
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ekspor Laku Keras, Laba Integra Indocabinet Melesat 88%

Selasa, 9 November 2021 | 13:57 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) membukukan peningkatan laba bersih sebesar 88,08% menjadi Rp 355,99 miliar pada akhir kuartal-III 2021. Periode yang sama tahun sebelumnya untung perseroan hanya Rp 189,28 miliar. Kinerja positif sebagian besar ditopang oleh sektor manufaktur.

Dalam laporan keuangan yang dikutip oleh Investor Daily terungkap, segmen penjualan ekspor pada produk-produk building component menyumbang sebanyak Rp 2,08 triliun terhadap total pendapatan. Jumlah itu melesat hingga 99,73% dari akhir September 2020 Rp 774,48 miliar.

Masih dalam segmen ekspor, pertumbuhan juga dicatatkan pada dua sektor yakni set up dan knock down, masing-masing berkontribusi sebanyak Rp 617,74 miliar dan 678,49 miliar. Turut meningkat 35,88% dan 91,36%.

Berbalik, penjualan lokal perseroan justru mengalami penurunan. Tercatat segmen building component, set up dan knock down masing-masing berjumlah Rp 63,61 miliar, Rp 41,99 miliar dan Rp 5,04 miliar. Kontribusinya turun 24,54%, 43,03% dan 55,44%. Terakhir, pemasukan dari sektor kehutanan juga alami hal yang sama, turun 71,13% menjadi Rp 30,03 miliar.

Dengan demikian jumlah penjualan bersih selama kuartal-III 2021 Integra Indocabinet mencapai Rp 3,52 triliun, melesat 90,27% dari sebelumnya Rp 1,85 triliun di periode yang sama tahun lalu.

Meningkatnya penjualan itu, otomatis membuat beban pokok penjualan terkerek 90,32% menjadi Rp 2,36 triliun dari Rp 1,24 triliun. Sehingga laba bruto yang diperoleh berjumlah Rp 1,15 triliun.

Sementara itu, total aset tercatat sebanyak Rp 6,48 triliun, meningkat 10,77% yang terdiri dari aset lancar Rp 4,04 triliun dan aset tidak lancar Rp 2,44 triliun. Sedangkan liabilitas berjumlah Rp 3.04 triliun, juga naik 5,19% bila dibandingkan dengan liabilitas akhir Desember 2020 yaitu Rp 2,89 triliun.

Kinerja positif dari Integra Indocabinet, terutama dari penjualan pasar ekspor ini, sejalan dengan sentimen anti-dumping yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap produk-produk dari Tiongkok. Bahkan, perseroan menaikkan target penjualan menjadi Rp 3,7 triliun pada akhir tahun 2021, dari sebelumnya Rp 3,6 triliun.

Berdasarkan arsip Investor Daily, Direktur integra Indocabinet Wang Sutrisno menjelaskan, penjualan furnitur perseroan pada pasar ekspor seperti Amerika Serikat (AS) akan ditopang oleh sentimen perang dagang yang sedang terjadi antara AS dan Tiongkok. Semisal, kebijakan anti dumping yang dilakukan As terhadap produk-produk dari Tiongkok.

“Hal ini, kami manfaatkan dengan memperbesar penetrasi produk di AS, dengan memproduksi substitusi untuk produk-produk dari Tiongkok yang terkena anti-dumping,” jelasnya kepada Investor Daily.

Selain itu, adanya kebijakan work from home (WFH) juga menjadi salah satu faktor perseroan melakukan revisi naik target penjualan. Adanya WFH membuat masyarakat cenderung untuk menyisihkan pendapatan untuk memperbarui furnitur rumah, sehingga akan berimbas pada meningkatnya penjualan perseroan.

“Di sisi lain, potensi dari industri kayu juga masih potensial, sejalan dengan material kayu yang baik dan juga harga bahan baku yang terbilang lebih stabil dibanding negara lainya,” ujarnya.

Menurut Wang, setelah sebelumnya pasar furnitur AS dikuasai oleh Tiongkok, kini dengan adanya kebijakan yang sebelumnya disebutkan, mengurangi jumlah negara pesaing bisnis dari perseroan. Beberapa hari perayaan AS seperti Thanksgiving, Black Friday yang akan datang pada semester kedua diharapkan menumbuhkan pembelian produk dari perseroan.

Selain itu, perseroan juga berupaya meningkatkan efisiensi dengan memperbesar ekspor produk knock-down karena volume yang bisa dikirim bisa lebih banyak dari produk fully assembly. Lalu, untuk menjaga ketepatan waktu distribusi, perseroan juga menjalin hubungan yang baik dengan perusahaan shipping line agar kontainer yang dibutuhkan selalu tersedia.

“Kami juga tetap melakukan diversifikasi pasar. Selain ke Amerika juga ke Jerman dan Inggris. Namun pasar di Jerman masih jauh dibanding dengan Amerika, atau 5-6 kalinya pasar Jerman,” tuturnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Moduit Siapkan Produk Investasi Alternatif pada 2022

Moduit pada 2022 ini akan memperluas pilihan produk-produk investasi di platformnya.

EKONOMI | 27 Januari 2022

Jokowi Buka B20 Inception Meeting 2022

Jokowi membuka penyelenggaraan B20 Inception Meeting 2022 secara daring dari Istana Kepresidenan Bogor.

EKONOMI | 27 Januari 2022

B20 Dorong Pemulihan Ekonomi dan Pertumbuhan Kolaboratif

Ketua B20 Indonesia Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan, dalam forum Business of Twenty atau B20 Indonesia Summit 2022, ada tiga pilar yang diusung.

EKONOMI | 27 Januari 2022

Investasi Rp 1,8 Triliun, Tjufoo Siap Bantu UMKM Naik Kelas

Tjufoo resmi hadir di Indonesia untuk membantu pelaku UMKM dan brand lokal meningkatkan performa kinerjanya.

EKONOMI | 27 Januari 2022

Mulai 1 Februari, Minyak Goreng Curah Rp 11.500 Per Liter

Mendag Muhammad Lutfi menyampaikan, pemerintah akan diberlakukan penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng mulai 1 Februari 2022.

EKONOMI | 27 Januari 2022

Mulai Hari Ini, Mendag Tetapkan DMO dan DPO Minyak Goreng

Kemendag menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) minyak goreng mulai hari ini.

EKONOMI | 27 Januari 2022

Nenilai Ditunjuk Jadi Penyelenggara V20 Summit 2022 di Indonesia

Nenilai dipercaya sebagai penyelenggara V20 Summit 2022 yang akan diadakan pada 20-21 Oktober 2022 di Bali.

EKONOMI | 27 Januari 2022

Kadin Usung Tiga Agenda Prioritas di Forum B20

Kadin akan mengusung tiga prioritas utama, yakni global health, transisi energi, dan transformasi digital.

EKONOMI | 27 Januari 2022

Dapat Guyuran PMN 2022 Rp 1,57 Triliun, Ini Rencana Perumnas

Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,57 triliun, akan dikelola dan dimanfaatkan bagi keberlangsungan bisnis Perumnas.

EKONOMI | 27 Januari 2022

Aset Kripto dan Saham Dinilai Makin Mirip, Kok Bisa?

Korelasi antara aset kripto dan saham dinilai makin mirip.

EKONOMI | 27 Januari 2022


TAG POPULER

# Edy Mulyadi


# JKN-KIS


# Presidential Threshold


# Omicron


# Wiyanto Halim



TERKINI
Universitas Harus Cetak SDM Cerdas di Era Transformasi Digital

Universitas Harus Cetak SDM Cerdas di Era Transformasi Digital

NASIONAL | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings