Logo BeritaSatu

Merger Indosat Tri Direstui, Pemangkasan Frekuensi Dipertanyakan

Selasa, 9 November 2021 | 16:14 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyetujui merger yang dilakukan dua operator telekomunikasi yakni PT Indosat Ooredoo Tbk dan PT Hutchison 3 Indonesia. Namun, frekuensi kedua operator telekomunikasi tersebut harus dipangkas dan dikembalikan ke pemerintah.

Head of Research Praus Capital, Alfred Nainggolan, menilai realisasi merger tersebut tentu di luar ekspektasi, jika melihat telah berlakunya Undang-undang (UU) Ciptaker mengenai kerja sama penggunaan spektrum antar operator.

“Hal ini bisa menjadi preseden yang buruk bagi industri telekomunikasi Tanah Air, terkhusus dalam upaya penguatan perusahaan telekomunikasi di Indonesia melalui konsolidasi operator telekomunikasi. Lahir dan berlakunya UU Ciptaker ditujukan untuk memberikan stimulus dalam investasi, bagaimana investor semakin diyakinkan lagi dengan kepastian hukum dari UU tersebut,” jelas Alfred dalam keterangan yang diterima Beritasatu.com, Selasa (9/11/2021).

Alfred menilai pengurangan frekuensi terhadap perusahaan hasil merger tentu sangat merugikan, karena tentu salah satu tujuan utama dari merger operator telekomunikasi adalah memaksimalkan frekuensi yang dimiliki nantinya.

“Saya menilai keputusan merger Indosat dan Hutchison 3 adalah mengharapkan bisa memaksimalkan frekuensi yang dimiliki oleh Indosat dan juga Hutchison 3, dan saya juga yakin jika tahu akan ada pengurangan hasil frekuensi pasca merger tentu keputusannya akan berbeda,” jelasnya.

Menurut dia, telah terjadi ketidaksinkronan kebijakan, pemerintah di satu sisi mengamini bahwa merger atau konsolidasi operator telekomunikasi adalah jalan mendorong efisiensi industri telekomunikasi dan mempercepat transformasi digital di Indonesia. Namun di sisi lain, secara tidak langsung jalan untuk merger dan konsolidasi tersebut terhambat dengan kerugian yang dihasilkan pasca merger karena aturan yang berlaku.

“Pengurangan frekuensi pasca merger ini mengulang kembali kasus merger XL Axiata dan Axis tahun 2014, yang artinya kehadiran UU Ciptaker khusus di sektor telekomunikasi tidak menjadi pembeda atau tidak memberikan stimulus bagi pelaku industri, seperti yang selama ini digaungkan oleh pemerintah,” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bisi International Bagi Dividen 53,57% dari Laba 2021

PT Bisi International akan membagikan dividen tunai Rp 68 per saham. Dividen ini setara 53,57% laba bersih perseroan sepanjang 2021.

EKONOMI | 23 Mei 2022

Peralihan Sistem Persinyalan di Stasiun Manggarai Akan Tambah Kecepatan KRL

Switch over ke-5 (SO5) atau peralihan sistem persinyalan di Stasiun Manggarai akan menambah kecepatan rata-rata kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek.

EKONOMI | 23 Mei 2022

Dzaka Sahid Berbagi Pengalaman Merintis Start Up Olahraga

Dzaka Dermawan Sahid berbagi ilmu dan pengalaman bagaimana merintis sebuah start up olahraga.

EKONOMI | 23 Mei 2022

Wahai Pendiri Startup, Ini 4 Cara Capai Product-Market Fit

Salah satu tahap yang paling krusial dalam proses membesarkan perusahaan rintisan atau startup adalah pencapaian product-market fit (PMF).

EKONOMI | 23 Mei 2022

Pencabutan Larangan Ekspor CPO Untungkan Petani Sawit

Pemerintah mencabut larangan ekspor crude palm oil (CPO) setelah memperhatikan beberapa faktor.

EKONOMI | 23 Mei 2022

Silmy Karim Pimpin Asosiasi Industri Besi dan Baja se-Asia Tenggara

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Silmy Karim dipercaya menjadi Chairman South East Asia Iron and Steel Institute (SEAISI).

EKONOMI | 23 Mei 2022

Manulife Bayarkan Klaim Nasabah Rp 8,9 Triliun di 2021

Perusahaan asuransi, Manulife membayarkan klaim dan manfaat kepada nasabah sebesar Rp 8,9 triliun pada 2021.

EKONOMI | 23 Mei 2022

OK Bank Siap Tingkatkan Modal Inti Jadi Rp 3 Triliun

PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank) siap meningkatkan modal inti perusahaan dari Rp 2,50 triliun menjadi Rp 3 triliun, sesuai batas minimum dari regulator.

EKONOMI | 23 Mei 2022

Bahlil: WEF 2022, Forum Kolaborasi untuk Industri Hijau

World Economic Forum atau WEF 2022, selayaknya menjadi forum kolaborasi dunia untuk mewujudkan ekonomi dan industri hijau.

EKONOMI | 23 Mei 2022

Kepercayaan Meningkat, Transaksi Zakat Dana Melesat 227%

Penyelenggara dompet digital (e-wallet), Dana mencatat pertumbuhan transaksi zakat sebesar 227%.

EKONOMI | 23 Mei 2022


TAG POPULER

# Timnas Basket


# SEA Games


# Ganjar Pranowo


# Kapal Drone


# Jokowi


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Data Nasional Penerima Vaksin Covid-19 sampai 23 Mei 2022

Data Nasional Penerima Vaksin Covid-19 sampai 23 Mei 2022

NEWS | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings