Pemberian Bansos Dinilai Kurang Efektif Tanpa Ketersediaan Pasar Produk UMKM
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemberian Bansos Dinilai Kurang Efektif Tanpa Ketersediaan Pasar Produk UMKM

Selasa, 9 November 2021 | 19:31 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / JEM

Jakarta, Beritasatu.com - Ekonom Senior Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE), Hendri Saparini menilai penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa dana kepada pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) kurang efektif, karena tanpa disertai ketersediaan pasar untuk menyerap produk-produk yang dihasilkan.

“Pelaku UMKM harus diberi market (pasar) supaya produk yang dihasilkan terserap pasar. Soal permodalan, pelaku UMKM bisa memperoleh dari berbagai sumber pendanaan. Sekali lagi, yang diperlukan adalah market,” kata Hendri di Jakarta, Selasa (9/11/2021).

Hendri mengatakan, sejak pandemi Covid-19 melanda negeri ini, para pelaku UMKM hanya diberikan topangan berupa dana bansos. Pemerintah, lanjutnya, sama sekali belum memikirkan tentang bagaimana produk-produk yang dihasilkan pelaku UMKM dapat dipasarkan, baik di dalam maupun luar negeri.

“Berilah pasar. Kalau sudah ada pasar, apalagi pasar ekspor, saya yakin usahanya bisa maju dan bantuan yang diberikan memberikan hasil yang baik," kata dia.

Menurut Hendri, di Indonesia pola penyediaan pasar untuk UMKM telah diterapkan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemprov NTB, kata dia, menggunakan produk-produk UMKM sebagai bagian dari paket sembilan bahan pokok (sembako) yang dibagikan kepada masyarakat penerima manfaat.

“Pemprov NTB menggunakan paket sembako untuk masyarakat dari produk-produk UMKM. Kalau seperti ini, UMKM bisa terus berkarya,” jelas dia.

Ia mengakui bahwa sejak pandemi Covid-19 melanda negeri ini, beragam bantuan sosial telah digulirkan pemerintah untuk membantu para pelaku usaha.

Pemerintah mengadakan program bansos untuk sektor UMKM berupa Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) dan tambahan subsidi bunga.

Selain itu, untuk sektor perlindungan sosial, terdapat bansos reguler Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bansos Sembako, serta Bantuan Sosial Tunai (BST), yang seluruhnya disalurkan di masa pandemi Covid-19. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan berupa Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendorong pelaku UMKM mengakses fasilitas pembiayaan secara terjangkau.

“Penyaluran KUR ada manfaatnya, tetapi belum efektif karena jumlah penerima KUR jauh lebih kecil dibandingkan pelaku UMKM. Pertanyaannya, apakah program Pemulihan Ekonomi Nasional sudah mempunyai program penyediaan market? Ini yang selalu menjadi pertanyaan. Jadi, yang diperlukan adalah market," kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Laba Ashmore Indonesia Meningkat Jadi Rp 58,76 Miliar

PT Ashmore Asset Management Indonesia Tbk (AMOR) mencatatkan peningkatan laba menjadi Rp 58,76 miliar pada akhir 2021.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Divestasi Kapal, Pelita Samudera Shipping Raup Rp 165,8 Miliar

PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) menjual kapal tua senilai US$ 11,6 juta atau setara Rp 165,88 miliar kepada Hui Shun Maritime Limited, Hong Kong.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Bunga P2P Lending Konsumtif 0,4% Per Hari Dinilai Masih Tinggi

Tingginya bunga pinajaman tersebut dikhawatirkan akan mengganggu perkembangan fintech P2P lending di Indonesia.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Erick Thohir Angkat Gita Amperiawan Jadi Dirut Baru PTDI

Menteri BUMN Erick Thohir mengubah susunan direksi PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI).

EKONOMI | 28 Januari 2022

Program Sejuta Rumah, PUPR Prioritaskan Produk Lokal

Kementerian PUPR akan meningkatkan pemanfaatan produk dalam negeri untuk Program Sejuta Rumah.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Perkuat Layanan Logistik, Ini Inovasi GoSend di 2022

Di tahun 2022, GoSend telah menyiapkan sejumlah inovasi untuk memperkuat layanan logistik online.

EKONOMI | 28 Januari 2022

XL Axiata Fokus Rampungkan Akuisisi Link Net, Aksi Lain Nanti Dulu!

PT XL Axiata Tbk (EXCL) fokus merampungkan transaksi pembelian saham PT Link Net Tbk (LINK) yang ditargetkan tuntas pada kuartal III-2022.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Pemerintah Terapkan DMO Sawit, Ini Respons Asosiasi Petani

Dengan DMO sawit, pabrik kelapa sawit (PKS) akan menekan harga pembelian TBS ke petani.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Wapres Canangkan Indonesia sebagai Pusat Produsen Halal Dunia

Wapres mencanangkan Global Halal Hub (GHH) sebagai gerakan nasional untuk mewujudkan Indonesia pusat produsen produk halal dunia pada 2024.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Kembangkan Energi Bersih, Tamaris Hidro Rilis Obligasi Rp 750 Miliar

PT Tamaris Hidro menggelar penawaran umum obligasi Tamaris Hydro I tahun 2022 dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp 750 miliar.

EKONOMI | 28 Januari 2022


TAG POPULER

# Flight Information Region


# Jefri Tambayong


# Update Covid-19


# Ousmane Dembele


# Ardian Noervianto



TERKINI
Laba Ashmore Indonesia Meningkat Jadi Rp 58,76 Miliar

Laba Ashmore Indonesia Meningkat Jadi Rp 58,76 Miliar

EKONOMI | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings