Logo BeritaSatu

Triwulan III, Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tembus Rp 6.007 Triliun

Senin, 15 November 2021 | 10:43 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan III 2021 sebesar US$ 423,1 miliar (Rp 6.007,8 triliun atau tumbuh 3,7% (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 2,0% (yoy).

"Perkembangan tersebut disebabkan peningkatan pertumbuhan ULN sektor publik dan sektor swasta," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono dalam keterangan tertulisnya Senin (15/11/2021).

Advertisement

Sementara utang pemerintah pada triwulan III 2021 sebesar US$ 205,5 miliar atau tumbuh 4,1% (yoy), lebih rendah dari pertumbuhan triwulan II 2021 sebesar 4,3% (yoy). "Perkembangan tersebut disebabkan pembayaran neto pinjaman seiring lebih tingginya pinjaman yang jatuh tempo dibanding penarikan pinjaman," kata Erwin.

Menurut Erwin hal ini terjadi di tengah penerbitan global bonds, termasuk Sustainable Development Goals (SDG) Bond sebesar 500 juta Euro, yang merupakan salah satu penerbitan SDG Bond konvensional pertama di Asia. "Dari sisi risiko refinancing, posisi ULN pemerintah aman karena hampir seluruh ULN memiliki tenor jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9% dari total ULN pemerintah," kata Erwin.

Sementara ULN bank sentral mengalami peningkatan dibandingkan triwulan sebelumnya meski tidak menimbulkan tambahan beban bunga utang. Dibandingkan triwulan II 2021, posisi ULN bank sentral naik US$ 6,3 miliar menjadi US$ 9,1 miliar terutama dalam bentuk alokasi Special Drawing Rights (SDR). Pada Agustus 2021 IMF mendistribusikan tambahan alokasi SDR secara proporsional kepada seluruh negara anggota, termasuk Indonesia, yang ditujukan untuk mendukung ketahanan dan stabilitas ekonomi global dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19.

Adapun ULN swasta pada triwulan III 2021 tumbuh sebesar 0,2% (yoy), setelah pada periode sebelumnya mengalami kontraksi 0,3% (yoy). Pertumbuhan tersebut disebabkan oleh kenaikan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan sebesar 1,0% (yoy), melambat dari 1,6% (yoy) pada triwulan II 2021. Sementara itu, pertumbuhan ULN lembaga keuangan mengalami kontraksi sebesar 2,7% (yoy), lebih rendah dari kontraksi triwulan sebelumnya sebesar 6,9% (yoy). Dengan perkembangan tersebut, posisi ULN swasta pada triwulan III 2021 tercatat sebesar US$ 208,5 miliar.

Berdasarkan sektornya, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin, sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor industri pengolahan, dengan pangsa mencapai 76,4% dari total ULN swasta. "ULN tersebut masih didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 76,1% terhadap total ULN swasta," kata Erwin.

Erwin mengatakan struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. ULN Indonesia pada triwulan III 2021 tetap terkendali, tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tetap terjaga di kisaran 37,0%, menurun dibandingkan dengan rasio pada triwulan sebelumnya sebesar 37,5%. Selain itu, struktur ULN Indonesia tetap sehat karena didominasi jangka panjang, dengan pangsa mencapai 88,2% dari total ULN.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

AyooservisTawarkan Perbaikan Produk Teknologi Informasi

Ayooservis bagian dari Airmas Group menyasar pelanggan pemerintah dan korporasi untuk jasa perbaikan produk teknologi informasi

EKONOMI | 28 Januari 2023

Minyakita Langka di Pasaran, Harga Minyak Goreng Melonjak

Minyak goreng (migor) bersubsidi dengan merek Minyakita yang dirilis pemerintah beberapa waktu lalu kian langka di Purwakarta.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Percepat Pemulihan Ekonomi, SBN Ritel Pilihan Tepat saat Suku Bunga Naik

Surat Berharga Negara (SBN) Ritel menjadi pilihan tepat investasi saat suku bunga terus menaik atau menanjak seperti sekarang.

EKONOMI | 28 Januari 2023

BEI Akan Rilis Papan Pemantauan Khusus Saham Tidak Likuid

BEI segera meluncurkan papan pemantauan khusus khusus hybrid untuk saham-saham tidak likuid dengan metode periodik call auction.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Cek Harga Kebutuhan Pokok, Mendag Zulkifli Hasan Traktir Warga Berbelanja

Mendag Zulkifli Hasan melakukan pengecekan harga kebutuhan pokok di Pasar Cisalak, Cimanggis, Depok, Jawa Barat

EKONOMI | 28 Januari 2023

Awali 2023, Kinerja IHSG Kurang Gereget Dibanding Bursa Lain

Kinerja IHSG di BEI sejak awal 2023 atau secara tahun berjalan (year to date/ytd) hingga Jumat (27/1/2023) naik 48,3 poin.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Mengintip Prospek Pasar Batu Bara 2023 dan Sahamnya

Prospek pasar baru bara pada 2023 diproyeksi masih cerah mengingat kuatnya permintaan dari Tiongkok dan India.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Hotman Paris Untung Rp 2,7 Miliar Hasil Jual Saham ELIT

Hotman Paris Hutapea menjual saham PT Data Sinergitama Jaya Tbk (ELIT) atau Elitery sehingga mendapat untung alias cuan Rp 2,67 miliar.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Harga Minyak Terkoreksi karena Prospek Pasokan Lebih Kuat

Harga minyak ditutup lebih rendah karena indikasi pasokan minyak Rusia yang kuat mengimbangi data pertumbuhan ekonomi AS.

EKONOMI | 28 Januari 2023

Bersinar! Harga Emas Bukukan Penguatan Mingguan Keenam

Harga emas bertambah tipis pada perdagangan Jumat (27/1/2023), tetapi kenaikannya dibatasi penguatan dolar.

EKONOMI | 28 Januari 2023


TAG POPULER

# Serial Killer


# Mahasiswa UI Ditabrak


# Tukang Becak Bobol BCA


# Biaya Haji 2023


# Pembunuhan di Depok


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tak Hanya Wajah, Ini Enam Manfaat Kolagen bagi Kesehatan

Tak Hanya Wajah, Ini Enam Manfaat Kolagen bagi Kesehatan

LIFESTYLE | 8 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE