Logo BeritaSatu

KSPSI Tolak Kenaikan Upah Minimum 1,09%

Jumat, 19 November 2021 | 19:17 WIB
Oleh : Theresa Desfika / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) secara tegas menolak kenaikan upah minimum hanya sebesar 1,09% yang dinilai sangat tidak layak dan merugikan para pekerja.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengaku kecewa atas keputusan tersebut. Andi Gani menilai kenaikan sangat tidak adil karena dipukul rata semua industri padahal sejumlah sektor usaha yang punya pertumbuhan di atas angka tersebut, seperti rumah sakit, farmasi, telekomunikasi, dan sektor pertambangan.

"Kenaikan upah ini tidak adil. Kami sangat menolak," tegasnya dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Nasional Anggota Dewan Pengupahan KSPSI di Jakarta, Jumat (19/11/2021).

Andi Gani mengaku heran dengan formula yang dipakai pemerintah dalam menetapkan upah minimum sebagaimana diatur dalam
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Menurutnya, saat ini Undang-Undang Cipta Kerja tengah digugat di Mahkamah Konstitusi (MK) untuk uji formil dan materil. Dengan begitu, belum ada keputusan hukum yang tetap untuk UU Cipta Kerja tersebut.

"Karena aturan turunan dari UU Cipta Kerja ini belum inkracht, belum ada keputusan MK, maka harusnya formula lama yang dipakai. Kami minta Menaker menentukan formula yang tepat dan memenuhi rasa keadilan bagi buruh," jelasnya.

Untuk itu, Andi Gani meminta agar anggota Dewan Pengupahan dari KSPSI, baik itu melalui DPD dan DPC KSPSI berupaya memperjuangkan kenaikan upah minimum 2022 secara maksimal.

"DPP KSPSI meminta perangkat organisasi DPD dan DPC KSPSI mengawal perundingan dan
memberikan arahan kepada anggota Dewan Pengupahan dari KSPSI untuk mencapai hasil yang terbaik," ujar dia.

Andi Gani mengungkapkan, sudah menemui beberapa petinggi negara untuk melakukan dialog intensif terkait penetapan upah buruh. Namun, ia enggan merinci hasil pertemuan tersebut.

Andi Gani juga menjelaskan, sampai dengan saat ini masih terus berkoordinasi untuk mengambil keputusan selanjutnya jika menemui jalan buntu dalam dialog-dialog yang dilakukan dengan pemerintah.

"Kami tidak akan tinggal diam. Kami masih menunggu masih ada waktu 10 hari sebelum diputuskan secara resmi pemerintah. Saya harap ada perubahan. Kalau tidak terpaksa akan ada aksi besar nasional di seluruh wilayah Indonesia yang akan ditentukan dalam waktu dekat," ucap dia.

Namun, ia mengimbau untuk daerah yang sudah menetapkan akan berunjuk rasa agar tetap mengedepankan unjuk rasa damai dan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Sekjen KSPSI Hermanto Achmad mengatakan, dalam sejarah pengupahan baru kali ini di Indonesia dalam penetapan upah minimum 2022 diatur mengenai ambang atas dan ambang bawah dalam penetapan upah minimum.

"Dalam PP Nomor 36 Tahun 2021 mensyaratkan pertumbuhan ekonomi atau inflasi kabupaten/kota 3 tahun terakhir, sementara tidak semua kabupaten/kota menghitung dan merilis pertumbuhan ekonomi yang dibutuhkan tersebut. Jadi, hitungan 1,09% itu darimana?" katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Cara Mendapatkan Tokopedia Paylater untuk Mahasiswa yang Kerja Paruh Waktu

Tokopedia paylater adalah metode pembayaran di Tokopedia yang memungkinkan Anda untuk menggunakan aplikasi paylater rekanan Tokopedia untuk bertransaksi.

EKONOMI | 26 Mei 2022

Sandiaga Uno Ajak UMKM Kolaborasi dengan Platform Digital

Sandiaga Uno mengajak para pelaku UMKM untuk berkolaborasi dengan platform digital agar dapat ciptakan peluang usaha.

EKONOMI | 26 Mei 2022

Setelah 3 Hari Naik, Harga CPO Akhirnya Turun

Setelah 3 hari reli, harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives terkoreksi pada penutupan Rabu (25/5/2022).

EKONOMI | 26 Mei 2022

Harga Minyak Mentah Naik Tipis di Tengah Kurangnya Pasokan

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik 47 sen atau 0,4%, menjadi US$ 114,03, WTI naik 0,5% ke US$ 110,33.

EKONOMI | 26 Mei 2022

Wall Street Menguat Menyusul Risalah Rapat the Fed

Indeks-indeks acuan Wall Street naik pada hari Rabu (25/5/2022) setelah risalah pertemuan kebijakan the Federal Reserve menunjukkan kenaikan suku bunga.

EKONOMI | 26 Mei 2022

The Federal Reserve Bakal Naikkan Suku Bunga 50 Bps Lagi

“Sebagian besar peserta menilai bahwa kenaikan 50 basis poin kemungkinan akan terjadi pada beberapa pertemuan berikutnya,” kata the Federal Reserve.

EKONOMI | 26 Mei 2022

MIDI Tambah 200 Gerai Baru Tahun Ini, Fokus di Luar Jawa

MIDI mempersiapkan belanja modal sebesar Rp 800 miliar tahun ini yang sebagian besar akan digunakan untuk menambah 200 gerai baru.

EKONOMI | 26 Mei 2022

Ekonomi Pulih, Chitose Bidik Penjualan Tumbuh 21,04%

PT Chitose Internasional Tbk (CINT) pada tahun 2022 menargetkan pertumbuhan penjualan 21,04% menjadi Rp 347,56 miliar.

EKONOMI | 26 Mei 2022

Damai Putra Group Terus Berinovasi dan Tingkatkan Kualitas

Developer properti Damai Putra Group terus melakukan inovasi serta meningkatkan kualitas guna memenuhi kebutuhan hunian di Indonesia.

EKONOMI | 25 Mei 2022

Airlangga: Transisi Energi Ciptakan 65 Juta Pekerjaan di 2030

Airlangga menyampaikan, transisi energi menuju ekonomi hijau dapat menghasilkan 65 juta pekerjaan bernilai tinggi pada tahun 2030.

EKONOMI | 25 Mei 2022


TAG POPULER

# BRI Majalengka


# Perumahan Pantai Mutiara


# UU PPP


# UAS


# Harga CPO


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Cara Mendapatkan Tokopedia Paylater untuk Mahasiswa yang Kerja Paruh Waktu

Cara Mendapatkan Tokopedia Paylater untuk Mahasiswa yang Kerja Paruh Waktu

EKONOMI | 15 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings