Pandemi dan Literasi Keuangan Dorong Kenaikan Investor
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pandemi dan Literasi Keuangan Dorong Kenaikan Investor

Selasa, 23 November 2021 | 17:57 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Sejak merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia, berbagai industri mengalami guncangan yang hebat. Ketidakstabilan ekonomi terjadi. Apalagi saat beberapa peraturan yang melaksanakan pembatasan sosial dilakukan, gejolak perekonomian seolah berhenti tanpa gairah. Pengaruh tersebut memaksa banyak industri melakukan pembiasaan demi mengatasi kerugian.

Namun, di saat pandemi, ternyata tidak semua industri mengalami kemerosotan. Di lain sisi, pengaruh pandemi justru meningkatkan industri investasi, yang terdiri dari beberapa jenis investasi, misalnya saham, reksadana, dan obligasi. Tren kenaikan industri investasi ini nyatanya menarik investor domestik untuk meningkatkan pendapatan mereka di tengah ketidakpastian masa pandemi.

Bahkan, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor yang meliputi investor saham, reksadana, dan obligasi di pasar modal sampai dengan 30 September 2021 jumlahnya mencapai 6,43 juta investor. Jumlah itu meningkat 66% lebih dibandingkan akhir 2020 atau naik lima kali lipat sejak 2017. Angka itu didominasi investor ritel yang proporsinya mencapai 90% dari total keseluruhan investor.

Meningkatnya investor ritel domestik juga tidak lepas dari peran perusahaan financial technology (fintech) dalam membantu mendistribusikan produk investasi Surat Berharga Negara (SBN) pemerintah dan reksadana serta saham dari perusahaan yang bergerak di bursa efek. Secara umum, fintech mendorong inklusi keuangan dan literasi keuangan. Di mana pada masa pandemi, kebanyakan investor menerima pengetahuan investasi melalui berbagai platform digital.

Menanggapi peran fintech dalam memengaruhi kenaikan jumlah investor, Chief Marketing Officer Moduit, Stefanus Adi Utomo mengatakan, investor ritel terdorong melakukan investasi karena situasi pandemi.

“Dalam situasi serba terbatas, investor mencari cara untuk melakukan transaksi yang aman, dipilihlah berinvestasi ke obligasi, reksa dana, bahkan saham. Pilihan ini karena literasi investasi sudah meningkat di Indonesia,” ujarnya.

Sebagai contoh, kata Stefanus, meningkatnya literasi investasi berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah investor domestik. Hal ini juga terjadi di Moduit. Sejak awal pandemi, rata-rata jumlah dana investasi per nasabah dari saluran business to consumer (B2C) Moduit meningkat sebanyak 4 kali lipat menjadi di atas Rp 70 juta per nasabah.

Adapun Profesional yang bergabung menjadi Mitra Moduit Advisor sendiri mengalami kenaikan pesat sebesar 3,5 kali lipat dengan rata-rata per jumlah investasi per nasabah sebesar Rp 950 juta.

Menurut Stefanus, angka pertumbuhan yang terjadi di Moduit, tidak terlepas dari tiga hal utama. Pertama, pengaruh literasi investasi yang sudah cukup baik di Indonesia. Kedua, perusahaan fintech (Moduit) fokus pada kebutuhan masyarakat masa kini. Ketiga, terciptanya kepercayaan masyarakat untuk mengambil langkah upaya menyejahterakan diri yang berasal dari ketidakpastian pandemi.

“Ketiga faktor itu memicu terjadinya investasi yang tinggi di masa pandemi,” tuturnya.

Sementara itu, Chairman Financial Planner Association Indonesia (FPAI) Judy Febryano, CFE., menuturkan, kenaikan jumlah investor merupakan sentimen positif dalam meningkatkan tren investasi di Indonesia. “Kami percaya literasi investasi di Indonesia makin meningkat, sebab sudah banyak masyarakat yang memiliki portofolio produk investasi,” katanya.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang berinvestasi, pertumbuhan ekonomi nasional akan semakin baik. Ia juga menilai kenaikan angka investor domestik di pasar modal dalam negeri menunjukkan adanya kepercayaan yang tinggi dalam berinvestasi. “Tren pertumbuhan ini memberikan kekuatan investasi di perusahaan nasional yang didominasi investor lokal. Artinya, ketergantungan terhadap asing bisa menurun, sebab investor domestik menguat,” tuturnya. Dengan begitu, ia menilai, perkembangan perekonomian nasional di masa pandemi sudah bergerak positif.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: PR

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kurs Rupiah Stabil di Rp 14.380

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Jumat (28/1/2022), terpantau menguat ke kisaran Rp 14.380.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Harga Minyak Mentah Menguat dari Koreksi Kemarin

Harga minyak mentah dunia turun pada hari Kamis (27/1/2022) setelah minyak mentah Brent mencapai level di atas $90 per barel.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Bitcoin Uji Pendakian ke Level US$ 37.000-an

Laju bitcoin (BTC) untuk menembus level US$ 37.500 (sekitar Rp 537 juta) masih terus diuji pada akhir pekan ini.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Pembukaan, IHSG Lanjutkan Penguatan Kemarin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan kemarin pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (28/1/2022).

EKONOMI | 28 Januari 2022

Bursa Asia Mixed Menyusul Fluktuasi di Wall Street

Bursa Asia-Pasifik bergerak mixed pada perdagangan Jumat (28/1/2022), menyusul sesi bergejolak di Wall Street semalam.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Moeldoko: UMKM Harus Manfaatkan Platform Digital

Moeldoko menekankan pentingnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memanfaatkan platform teknologi digital.

EKONOMI | 28 Januari 2022

BI dan PBoC Perbarui Pertukaran Mata Uang Lokal, Ini Manfaatnya

Bank Indonesia (BI) dan The People's Bank of China (PBoC) memperbarui perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Di Forum B20, Jokowi Tegaskan Tak Akan Ekspor Mineral Mentah

Dalam pembukaan Inception Meeting B20 Indonesia Summit 2022, Jokowi tegaskan Indonesia tidak mengekspor sumber daya dalam bentuk mentah.

EKONOMI | 27 Januari 2022

Seion, Perumahan Ala Jepang Pertama di Serang

Perumahan Seion mengusung konsep Jepang pertama di Kota Serang.

EKONOMI | 28 Januari 2022

Catat Pendapatan US$ 123,9 M, Kinerja Apple Lebih Baik dari Perkiraan

CEO Apple Tim Cook mengatakan pada hari Kamis (27/1/2022) bahwa disrupsi rantai pasokan yang mengganggu kinerja perusahaan mulai membaik.

EKONOMI | 28 Januari 2022


TAG POPULER

# Flight Information Region


# Jefri Tambayong


# Update Covid-19


# Ousmane Dembele


# Ardian Noervianto



TERKINI
Ingin Nonton Langsung MotoGP Mandalika? Ini Syaratnya

Ingin Nonton Langsung MotoGP Mandalika? Ini Syaratnya

OLAHRAGA | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings