Logo BeritaSatu

Kinerja Link Net Masih Prospektif

Selasa, 23 November 2021 | 20:23 WIB
Oleh : Nabil Syarifudin Al Faruq / FMB

Jakarta, Beritasatu.com — Kinerja PT Link Net Tbk (LINK) semakin prospektif seiring dengan potensi meningkatnya bisnis perseroan akibat ekonomi yang sudah mulai pulih. Kinerja perseroan didukung oleh banyaknya pengguna internet akibat dampak dari pandemi Covid-19.

Dilansir dari Beritasatu TV, Link Net mampu membukukan kinerja yang kuat di semester I-2021. Perseroan berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan menjadi Rp 2,1 triliun dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,93 triliun.

Adanya peningkatan kasus Covid-19 selama kuartal II-2021 dan III tahun ini mempengaruhi operasional bisnis perseroan, terutama pada segmen direct sales akibat adanya pembatasan pergerakan. Namun demikian, emiten dengan kode saham LINK ini tetap mampu mencatakan kinerja positif dengan perseroan berhasil mencatatkan laba Rp 471,7 miliar di sepanjang semester I-2021. Raihan tersebut tumbuh 3,4% year on year (yoy).

EBITDA perseroan selama kuartal II-2021 juga mengalami peningkatan 13,3% secara year on year. “Otomatis dengan adanya peningkatan kinerja di kuartal II ini juga membuat valuasi dari harga saham Link Net pun termasuk atraktif dengan PE sekitar 12 kali,” jelas Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji.

Ada pun untuk ROE dikisaran 20%. Selama beberapa tahun terakhir pun perseroan juga mampu mempertahankan ROE dikisaran 20%. Nafan menilai dengan ROE ini juga membuat peluang untuk pergerakan harga saham dari LINK akan berpotensi untuk tumbuh. Sebab, untuk di kuartal III dan kuartal IV ROE juga menunjukan konsistensi di atas 20%.

Nafan mengatakan, kenaikan kinerja tersebut seiring dengan tren bisnis yang meningkat dan pertumbuhan bisnis enterprise, Link Net pun menunjukan pertumbuhan sebesar 26% untuk kuartal II-2021.

Selain itu, juga didukung sekitar 1,7 juta pelanggan residensial dengan 2.500 pelanggan korporasi. Untuk korporasi ini termasuk sektor kesehatan, di mana pada saat pandemi Covid-19 itu dioptimalkan pelayananannya oleh Link Net dengan membangun suatu layanan telemedicine.

Untuk pelayanan telemedicine bagi Link Net juga mengalami pertumbuhan yang pesat karena kalo kita ketahui bahwa konektivitas ini diperkuat oleh Link Net. Kemudian didistribusikan jaringan internet perseroan ke rumah sakit strategis.

“Saya pikir konektivitas ini mampu memberikan layanan yang berarti bagi para pelaku pasar khususnya di sektor kesehatan, sehingga mereka bisa optimal dalam rangka memberikan pelayanan terbaik selama pandemi Covid-19,” ujar dia.

Nafan menambahkan, sejauh ini untuk Link Net ini termasuk yang terdepan dalam memberikan high speed broadband internet dibandingkan dengan pelayanan tv cable-nya. sStiap tahun itu Link Net juga membagikan dividen, tentunya ini akan menjadi pemanis bagi para pelaku investor untuk melirik dan juga melakukan investasi atau akumulasi terhadap saham perseroan untuk mendapatkan dividen.

Sebagai informasi, pergerakan nilai saham LINK pada awal tahun 2021 berada di level 2.440 dan ada peningkatan yang cukup tajam pada bulan selanjuta, tertinggi pada 30 Juli 2021 yang berada di level 4.600. Kemudian pada 22 November berada di level 4.120.

Menurut Nafan, faktor yang menyebabkan kenaikan harga saham LINK karena selama pandemi saja masih berhasil mencatatkan kenaikan kinerja fundamental, sehingga hal tersebut memberikan katalis positf terhadap naiknya kinerja harga saham perseroan.

“Jika saya amati secara ytd, LINK mengalami kenaikan sekitar 70,54% dengan kinerja kenaikan harga LINK selama setahun terakhir itu di 95,71%, sehingga secara jangka panjang LINK masih berpotensi up trend,” ujar dia.

Link Net juga masih berpotensi mengalami peningkatan tren pendapatan maupun tren laba bersih seiring dengan pemulihan perekonomian domestik yang terjadi. Pemerintah pun mampu mengendalikan pandemi Covid-19, maka ini akan membuat kinerja perseroan berkembang, sehingga saham LINK untuk mencapai level resitensi 5.000 seharusnya bisa tercapai.

Sementara untuk tahun depan, kika Link Net akan melakukan akuisisi secara strategis, tentunya ini akan membuat kinerja perseroan keuntungan erhadap peningkatan pendapatan maupun laba bersih. Nafan juga memproyeksikan untuk dividen yield perseroan masih berada di 2,5%-4% untuk 2 tahun ke depan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

WEF 2022, Dirut BRI: Tingkatkan Inklusi Keuangan, Hindari Pinjaman yang Kaku

Di WEF 2022, Dirut BRI Sunarso ungkap karakter yang dimiliki oleh nasabah BRI adalah tidak nyaman dengan produk pinjaman konvensional perbankan yang kaku.

EKONOMI | 26 Mei 2022

CEO GoTo di WEF: Ekosistem Digital Bisa Tekan Kesenjangan Ekonomi

CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo), Andre Soelistyo, menjadi salah satu pembicara utama dalam rangkaian acara WEF 2022 di Davos, Swiss.

EKONOMI | 26 Mei 2022

Ketimbang Nunggu Elon Musk, Lebih Baik Dukung Anak Bangsa

Pemerintah dinilai lebih baik merangkul anak bangsa untuk kembangkan kendaraan listrik dan teknologi EBT ketimbang menunggu janji investasi Elon Musk.  

EKONOMI | 26 Mei 2022

Bursa Asia Dibuka di Zona Merah di Tengah Sentimen the Fed

Bursa Asia-Pasifik bergerak melemah pada perdagangan Kamis pagi (26/5/2022) setelah the Federal Reserve AS mengatakan akan menaikan suku bunga 50 basis poin.

EKONOMI | 26 Mei 2022

Cara Mendapatkan Tokopedia Paylater untuk Mahasiswa yang Kerja Paruh Waktu

Tokopedia paylater adalah metode pembayaran di Tokopedia yang memungkinkan Anda untuk menggunakan aplikasi paylater rekanan Tokopedia untuk bertransaksi.

EKONOMI | 26 Mei 2022

Sandiaga Uno Ajak UMKM Kolaborasi dengan Platform Digital

Sandiaga Uno mengajak para pelaku UMKM untuk berkolaborasi dengan platform digital agar dapat ciptakan peluang usaha.

EKONOMI | 26 Mei 2022

Setelah 3 Hari Naik, Harga CPO Akhirnya Turun

Setelah 3 hari reli, harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives terkoreksi pada penutupan Rabu (25/5/2022).

EKONOMI | 26 Mei 2022

Harga Minyak Mentah Naik Tipis di Tengah Kurangnya Pasokan

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik 47 sen atau 0,4%, menjadi US$ 114,03, WTI naik 0,5% ke US$ 110,33.

EKONOMI | 26 Mei 2022

Wall Street Menguat Menyusul Risalah Rapat the Fed

Indeks-indeks acuan Wall Street naik pada hari Rabu (25/5/2022) setelah risalah pertemuan kebijakan the Federal Reserve menunjukkan kenaikan suku bunga.

EKONOMI | 26 Mei 2022

The Federal Reserve Bakal Naikkan Suku Bunga 50 Bps Lagi

“Sebagian besar peserta menilai bahwa kenaikan 50 basis poin kemungkinan akan terjadi pada beberapa pertemuan berikutnya,” kata the Federal Reserve.

EKONOMI | 26 Mei 2022


TAG POPULER

# BRI Majalengka


# Perumahan Pantai Mutiara


# UU PPP


# UAS


# Harga CPO


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tabrakan Maut Tewaskan 2 Orang di Pancoran, Polisi Olah TKP

Tabrakan Maut Tewaskan 2 Orang di Pancoran, Polisi Olah TKP

NEWS | 34 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings